SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id – Apa kabar Anda di hari Minggu ini? Semoga saya menjumpai Anda dalam keadaan sehat. Jangan lupa untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan yang telah menganugerahkan rahmat kesehatan dan nafas kehidupam kepada Anda. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa XXIX.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 10: 35 – 45, yakni permintaan Yakobus dan Yohanes bukan memerintah melainkan melayani. Kedua anak Zebedeus ini mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: ” _Guru, kami harap Engkau melakukan apa pun yang kami minta dari Engkau!_”. Yang mereka minta ialah agar keduanya kelak duduk dalam kemuliaan Yesus kelak, seorang di sebelah kanan Yesus dan seorang lagi di sebelah kiri Yesus. Permintaan keduanya sangat-sangat manusiawi. Mereka berdua sepertinya gagal paham tentang Kerajaan Yesus, sehingga mereka berdua minta jatah posisi atau jabatan. Hal ini karena cara berpikir mereka yang sangat duniawi. Oleh karena itu, Yesus membuka pikiran mereka dengan berkata: ” _hal duduk di sebelah kanan atau di sebelah kiri-Nya, Yesus tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang yang baginya hal itu telah disediakan_”. Dengan berkata demikian, Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah. Bah Kerajaan Allah itu, tersedia bagi semua orang yang layak untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dan untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah syaratnya antara lain, yakni menjadi pelayan dan menjadi hamba bagi sesama. Menjadi pelayan berarti dia yang harus melayani. Hal ini sesuai dengan ajaran dan perintah Yesus untuk saling membasuh kaki atau untuk saling melayani satu dengan yang lain dalam cinta kasih. Ini disampaikan oleh Yesus mengingat kecenderungan manusia untuk selalu ingin dilayani. Tentang hal ini Yesus telah memberikan contoh saat malam perjamuan terakhir. Dia berkata: ” _Putra Manusia pun datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang_”. Demikian juga dengan menjadi hamba. Ciri seorang hamba ialah selalu siap untuk melayani. Seorang hamba selalu mendahulukan kepentingan atau kebutuhan majikan. Bagi kita sesama adalah majikan. Dalam dirinya ada Tuhan yang tersembunyi. Akhirnya menjadi pelayan dan menjadi hamba, berarti dalam dirinya harus ada kerendahan hati. Sebab, hanya orang yang memiliki kerendahan hatilah yang mampu menjadi pelayan dan hamba yang siap melayani sesama yang berarti melayani Tuhan. Semoga demikian. Selamat berhari Minggu🙏🙏




