Oleh : Andreas Daris Awalistyo,
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma Palembang
mediasumatera.id – Kehadiran teknologi komunikasi internal pada lembaga pendidikan sangatlah penting karena teknologi komunikasi internal memberikan wawasan terhadap kinerja guru di lembaga tersebut. Keterampilan komunikasi yang baik memungkinkan guru dan staf melakukan pekerjaannya secara efektif dan efisien. Pemanfaatan teknologi komunikasi internal nantinya dapat berdampak pada kinerja dan produktivitas guru. Bagaimana pengaruh teknologi komunikasi internal dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Xaverius 1 Palembang?
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi membawa dampak luas pada berbagai aspek kehidupan. Bahkan dalam dunia pendidikan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ini merupakan anugerah yang patut kita syukuri, karena telah membuka cakrawala ilmu pengetahuan baru di berbagai bidang. Adanya teknologi ini membuat e-commerce, e-banking, e-business, e-education (video conference), bahkan pelaksanaan tugas sehari-hari menjadi lebih mudah. Informasi kini sangat mudah diperoleh, dan media digital telah memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk berbagi informasi.
Teknologi komunikasi dan informasi adalah suatu bentuk teknologi yang mencakup perangkat teknis dan fasilitas untuk memproses dan mengirimkan informasi. Teknologi informasi mencakup berbagai perangkat yang berfungsi sebagai alat, alat manipulasi, dan alat pengelolaan informasi untuk mengolah data dan informasi. Teknologi berkembang sangat pesat pada era globalisasi yang ditandai dengan perangkat teknologi yang semakin canggih dan cakupannya semakin luas. Kemajuan teknologi informasi telah memungkinkan aktivitas manusia dapat dilakukan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang maksimal.
Salah satu permasalahan utama di Indonesia adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika Indonesia ingin berpartisipasi dalam persaingan global, maka harus mulai mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Hal ini harus mencakup aspek intelektual, emosional, spiritual, kreatif, moral dan bertanggung jawab. Untuk mencapai tingkat kepegawaian ini secara bertahap dan berkelanjutan memerlukan penggunaan sistem pendidikan yang berkualitas. Ini berlaku untuk jalur pendidikan formal, non formal, dan informal, dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi (Mulyasa 2004:4).
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan keterampilan, budi pekerti, dan peradaban bangsa yang bernilai guna mewujudkan bangsa yang bijaksana. Undang-undang ini menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap dan mandiri menjadi warga negara yang demokratis dan mandiri. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil yang baik, pelatihan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Teknologi komunikasi internal yang tidak dapat dihindari dalam suatu organisasi atau organisasi merupakan hal yang sangat penting. Komunikasi antar anggota suatu lembaga atau organisasi disebut komunikasi internal. Teknologi komunikasi internal yang berfungsi dengan baik dapat meningkatkan kinerja suatu sekolah.
Teknologi komunikasi internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Semakin efektif teknologi komunikasi internal maka semakin baik pula kinerja guru. Hal ini menunjukkan bahwa semakin efektif teknologi komunikasi internal maka kinerja guru akan semakin baik. Guru membutuhkan motivasi kerja dalam menyelesaikan tugas, dan teknologi komunikasi internal terjalin baik secara vertikal maupun horizontal di lingkungan sekolah. Komunikasi vertikal terjadi antara guru dan kepala sekolah (komunikasi ke atas) atau antara guru dan siswa (komunikasi ke bawah).
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mempercepat penyebaran pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan karena banyak sumber informasi yang sulit diakses melalui cara tradisional kini mudah diakses. Di sisi lain, fungsi teknologi informasi dan komunikasi juga berkaitan dengan kemudahan penggunaan dan efisiensi, seperti mempermudah pekerjaan, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kinerja.
Terkait persoalan guru, survei Pusat Pendidikan, Kebudayaan, Informasi dan Komunikasi (Pustekom) menemukan bahwa hingga 60% guru Indonesia masih buta huruf atau tidak mau menghadapi modernitas. 40 persen sisanya adalah melek teknologi. Penyebab permasalahan di atas terutama disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, orang, hingga 30 persen guru di Indonesia berusia di atas 45 tahun, kedua kurangnya konten teknologi pendidikan, dan ketiga kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, terutama di daerah-daerah tertentu.
Sedangkan Yayasan Mardi Wiyata khususnya SMP Xaverius 1 Palembang saat ini telah menggunakan Aplikasi Teknologi Informasi Computer Based Testing (CBT) dalam proses pembelajarannya, sebuah aplikasi yang dapat menunjang ujian online. Guru perlu mengembangkan keterampilan dan kompetensi yang berkembang seiring berjalannya waktu, khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Hal ini akan membantu guru untuk tidak mengabaikan teknologi dan lebih siap menghadapi perubahan di masa depan. Selain itu, tersedianya teknologi informasi dan komunikasi memudahkan guru dalam melakukan tugas-tugas seperti membuat Modul Ajar, mencari sumber informasi terkait pembelajaran, membuat media pembelajaran, dan melakukan tugas administratif lainnya.
Mengingat adanya diversifikasi pekerjaan pendidikan, tidak hanya pada bidang informasi dan komunikasi saja, maka diperlukan peningkatan kualifikasi dan kemampuan guru pada bidang pendidikan secara umum. Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Guru dan Dosen, tanggung jawab utama seorang guru adalah mendidik, mengajar, memberi petunjuk, memberi petunjuk, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
Implementasi budaya kerja dalam suatu organisasi merupakan aspek yang sangat penting. Hal ini dikarenakan budaya kerja memberikan dampak positif dalam mencapai perubahan yang bertahan lama di tempat kerja, seperti peningkatan produktivitas kerja. Jika organisasi yang bersangkutan memiliki budaya kerja yang baik, kita bisa membicarakan kompetensi kerja.
Budaya kerja juga merupakan visi atau filosofi kerja terpenting yang memotivasi para anggota atau seluruh anggota suatu organisasi untuk bekerja. Pentingnya nilai-nilai dalam budaya kerja mencakup beberapa aspek terkait hasil kerja. Pentingnya nilai-nilai tersebut dapat dibagi menjadi empat aspek :
- Dengan kata lain, perilaku selalu berpedoman pada norma. Contoh penerapan disiplin, seperti mengikuti aturan, standar, dan instruksi serta datang tepat waktu, baik di dalam maupun di luar organisasi.
- Transparansi, atau keinginan untuk berbagi informasi yang akurat antar rekan kerja untuk memajukan dan mencapai tujuan organisasi.
- Rasa syukur, sikap menghargai baik terhadap orang maupun hasil kerja.
- Kolaborasi, atau keinginan memberi dan menerima hadiah antar rekan kerja untuk mencapai tujuan organisasi.

Penerapan budaya kerja dapat digambarkan sebagai proses perubahan sikap dan perilaku individu guna mencapai efisiensi dan efektivitas yang optimal. Hal ini menunjukkan bahwa budaya kerja memiliki banyak peran dan manfaat jika diterapkan dengan benar. Budaya kerja suatu lembaga pendidikan antara lain tercermin pada perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya.
Di zaman modern ini, kebutuhan akan teknologi komunikasi internal yang tidak terlepas dari kebutuhan manusia semakin meningkat, seperti telepon, telegram, internet, dan LAN. Menurut Lowe, teknologi komunikasi mengacu pada “komunikasi menggunakan perangkat elektronik atau elektromagnetik”. Menurut Quible, teknologi komunikasi internal diartikan sebagai “transmisi informasi menggunakan teknologi telepon”.
Raymond L. Gorden: Dalam bukunya “Basic Interviewing Skills,” Gorden menekankan pentingnya komunikasi internal yang efektif untuk memastikan bahwa semua anggota organisasi dapat berkolaborasi dengan baik dan menghindari kesalahpahaman. Edgar Schein: Schein, dalam teorinya tentang budaya organisasi, menggarisbawahi bahwa teknologi komunikasi internal dapat mempengaruhi budaya organisasi. Alat-alat seperti forum diskusi online dan sistem manajemen pengetahuan dapat mendukung pembelajaran dan inovasi dalam organisasi.
Teknologi komunikasi internal adalah transmisi suara, data, dan gambar dari satu tempat ke tempat lain. “Sebelum munculnya komputer, teknologi komunikasi internal digunakan melalui telepon, namun seiring berjalannya waktu teknologi komunikasi internal pun ikut berkembang. Teknologi komunikasi telekomunikasi kini telah menjadi sistem multimedia yang lebih maju, karena teknologi komunikasi internal dapat digunakan lintas media, saluran, dan format.
Dalam Teori Diffusion of Innovations (Everett Rogers) dijelaskan bagaimana teknologi baru diadopsi dalam organisasi. Adopsi teknologi komunikasi internal yang efektif dapat mempercepat penyebaran informasi dan meningkatkan koordinasi di antara staf pengajar.
Penerapan Teknologi Komunikasi Internal
Dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi, cakupan teknologi informasi komunikasi internal menjadi begitu luas sehingga dunia justru semakin mengecil dan tidak mengenal batas negara. Oleh karena itu, teknologi informasi menjadi kebutuhan penting dalam organisasi. Peran teknologi terdiri dari berbagai jenis teknologi.
Teknologi yang digunakan dalam sistem teknologi informasi adalah teknologi komputer, teknologi komunikasi, dan teknologi informasi apa pun yang memberikan nilai tambah bagi suatu organisasi dari berbagai jenis teknologi informasi dan mempunyai dampak yang signifikan bagi setiap organisasi.
SMP Xaverius 1 Palembang merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Mardi Wiyata Sub Perwakilan Palembang yang dikelola oleh Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus. Para guru dalam menyelesaikan pekerjaannya secara internal memaksimalkan pemakaian teknologi komunikasi yang mereka pakai guna meningkatkan kinerjanya. Ketika teknologi komunikasi internal digunakan saat menyelesaikan suatu tugas atau menyelesaikan pekerjaan. Teknologi komunikasi internal dan motivasi kerja menentukan perubahan apa saja yang terjadi di lingkungan lembaga pendidikan SMP Xaverius 1 Palembang dan mempengaruhi kinerja guru dalam pemanfaatan teknologi komunikasi di sekolah.
Teknologi komunikasi internal merupakan bagian dari suatu organisasi atau lembaga pendidikan seperti SMP Xaverius 1 Palembang milik Yayasan Mardi Wiyata, di mana teknologi komunikasi internal digunakan untuk mempengaruhi cara kerja guru. Bagaimana perangkat keras mendukung nilai-nilai sosial dan memungkinkan guru mengumpulkan, memproses, dan berbagi informasi dengan guru lain.
Keunggulan teknologi komunikasi dalam perolehan informasi, perolehan data real-time, dan operasional bisnis. Indikator pengumpulan informasi adalah relevansi, akurasi, ketepatan waktu, dan kelengkapan. Di sisi lain, indikator akuisisi data real-time adalah respons cepat terhadap pertanyaan dan kepuasan pelanggan. dan menjalankan operasional di SMP Xaverius 1 Palembang dengan menggunakan peralatan dan sumber daya manusia sebagai indikatornya.
Sebagai anggota suatu organisasi, guru atau pendidik dapat memutuskan peran apa yang akan mereka mainkan dan bagaimana mereka akan menjalankannya. Sebagai guru yang berusaha melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, maka diperlukan fasilitas teknik komunikasi internal untuk menunjang komunikasinya dalam menyelesaikan tugasnya. Karena SMP Xaverius 1 Palembang bergerak dibidang pelayanan jasa pendidikan yang tidak terlepas dari proses komunikasi, makna komunikasi tidak terbatas pada bentuk komunikasi yang menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan teknologi.
Dilihat dari pentingnya, teknologi komunikasi internal digunakan sebagai alat yang dapat menunjang kelangsungan komunikasi dalam organisasi dan hanya dapat dipercaya oleh guru. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara di mana aplikasi yang merupakan teknologi komunikasi SMP Xaverius 1 Palembang berupa saluran komunikasi dan digunakan. Informasi yang penting bagi guru dapat diperoleh dengan cepat dan kelengkapan informasiyang diperoleh menambah pengetahuan.
Salah satu manfaat teknologi komunikasi internal dalam mencapai tujuan organisasi, yaitu memaksimalkan nilai stakeholder. Di mana teknologi komunikasi internal dapat mempermudah dalam hal mencari atau mengakses referensi. Hal ini juga tidak terlepas dari peran sumber daya manusia yakni para guru dalam melakukan hal tersebut. Karena dengan teknologi komunikasi internal yang ada para guru dapat mempertahankan hubungan baik bahkan memperluas hubungan dengan stakeholder.

Namun jika berbicara tentang kinerja guru sendiri, sebenarnya belum ada ukuran baku mengenai nilai kinerja pegawai. Indikator guru yang baik sangat fleksibel tergantung konteks di mana guru tersebut melayani. Akhirnya, dengan tidak adanya indikator standar kinerja guru, peneliti menilai kriteria kinerja yang baik berdasarkan karakteristik, perilaku, dan kinerja guru.
Aspek pembeda meliputi indikator loyalitas, dapat dipercaya, keterampilan komunikasi, dan kualitas kepemimpinan. Menggunakan metrik yang efektif dan efisien berdasarkan perilaku, misalnya cara guru melakukan pekerjaan dan berdasarkan dimensi hasil yaitu hasil yang dicapai oleh guru yaitu melalui indikator peningkatan efisiensi, pemecahan masalah dan adaptasi masa depan.
Kesimpulan
Pencapaian yang kita lihat dari sifat berfokus pada siapa seseorang, bukan pada apa yang telah dicapainya. Atas kesetiaannya, para guru SMP Xaverius 1 Palembang akan terus menjalin kerja sama. Hal ini menunjukkan kesetiaannya dalam memenuhi kewajibannya kepada yayasan Mardi Wiyata. Guru juga menunjukkan sifat dapat dipercaya dengan menguasai tugas dan jabatannya sesuai peraturan yang ada.
Selain itu, keterampilan komunikasi juga diperlukan di tempat kerja, terutama ketika berhadapan dengan rekan kerja. Di SMP Xaverius 1 Palembang, keunggulan tersebut juga didukung oleh keterampilan kepemimpinan guru yang bekerja dalam tim. Hal ini menunjukkan bahwa guru mampu mengkoordinasikan dan menjelaskan secara rinci pekerjaannya sendiri dan pekerjaan masing-masing rekannya.
Efisiensi menunjukkan seberapa baik suatu organisasi memanfaatkan teknologi tertentu. Di sisi lain, mengukur kualitas produk menunjukkan seberapa efisien setiap organisasi. Dan efektivitas adalah tentang hubungan antara organisasi dan lingkungannya. Efisiensi dan efektivitas yang sangat baik, serta perilaku efektif guru, menjadi faktor positif bagi ketahanan organisasi dan lembaga pendidikan.
Guru SMP Xaverius 1 Palembang mampu membuktikannya dengan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur standar kerja yang sudah ada. Dan merekapun mampu bekerjasama dengan rekan kerja sehingga mereka pun dapat menyesuaikan pendapat dengan atasan maupun rekan kerja. Di mana hubungan tersebut merupakan hubungan yang baik dan saling menguntungkan untuk semua guru.
Dan perilaku efisien itu sendiri ditunjukkan di mana para guru selalu menggunakan fasilitas dalam hal ini adalah teknologi komunikasi yang ada untuk menyelesaikan tugasnya. Dan para guru SMP Xaverius 1 Palembang telah menggunakan fasilitas tersebut dengan baik dan benar,
Kinerja guru yang baik itulah yang dihasilkan para guru bagi Yayasan Mardi Wiyata, sub Perwakilan Palembang tempat mereka bekerja. Oleh karena itu, guru SMP Xaverius 1 Palembang mampu mencapai hasil seperti peningkatan efisiensi yang dibuktikan dengan kemampuannya menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik dan tepat waktu. Dan tingkat kesalahannya juga bisa dikurangi. Karena guru selalu berusaha mempelajari bagaimana cara mengerjakan tugasnya dengan baik dan tepat.Hubungan komunikasi digunakan untuk memahami kebutuhan para guru untuk mendukung produksi dan pelayanan, serta untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.







