Dr. Heri Setiawan, S.T., M.T., IPM
Dosen & Direktur Laboratorium Innovation System Center (Lab. ISC)
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Katolik Musi Charitas
Hp/WA. 0815-5045-334 │ e-mail: heri_setiawan@ukmc.ac.id
mediasumatera.id – “Makna histori Harkitnas yang dirayakan setiap tanggal 20 Mei sangatlah penting dalam mengenang dan memperingati momentum serta memahami sejarah perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan dan kemajuan. Bidang ilmu Teknik Industri (TIN) sebagai salah satu keilmuan rumpun teknik di Pendidikan Tinggi Indonesia memiliki peran dalam membangun negeri ini dengan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing bangsa. Bagaimana kiprah bidang ilmuTIN dalam membangun negeri dan meningkatkan kemakmuran?”
Hari kebangkitan Nasional (Harkitnas) Indonesia merupakan suatu periode penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada masa itu, bangsa Indonesia mulai sadar akan pentingnya kemandirian dan kesadaran nasional. Salah satu bidang ilmu yang berperan penting dalam membangun negeri ini adalah Teknik Industri (TIN). Contoh kiprah bidang ilmu TIN antara lain; pengembangan industri manufaktur, optimalisasi proses produksi, pengembangan sistem logistik/ supply Chain Management, peningkatan K3, pengembangan infrastruktur, inovasi produk dan jasa, pengembangan sistem informasi, dan sebagainya.
Pendahuluan
Thinks global and act local serta mengakar pada definisi keilmuan, Teknik Industri (TIN) adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang desain, pengembangan, implementasi, dan pengelolaan sistem yang terintegrasi dari manusia, material, peralatan, energi, dan informasi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas. Definisi ini menekankan bahwa TIN adalah suatu bidang ilmu yang multidisiplin, yang melibatkan aspek-aspek seperti: desain sistem, pengembangan sistem, implementasi sistem, dan pengelolaan sistem. Dengan demikian, TIN bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas dalam berbagai industri dan organisasi.
TIN di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Sejak masa kolonial, TIN telah digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam berbagai sektor industri mjeskipun TIN adalah keilmuan yang relatif paling muda di rumpun keilmuan keteknikan di Perguruan Tinggi Indonesia. Namun, peran TIN dalam membangun negeri ini semakin meningkat setelah kemerdekaan. Bidang ilmu TIN memiliki peran yang sangat penting dalam membangun negeri ini. Kiprah bidang ilmu TIN selalu linier dengan efisiensi, produktivitas, dan infrastruktur. Contoh kiprah bidang Ilmu TIN di Indonesia, antara lain; (1) Pengembangan Industri Manufaktur. TIN berperan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri manufaktur di Indonesia, seperti industri tekstil, otomotif, dan makanan. (2) Optimalisasi Proses Produksi. TIN membantu mengoptimalkan proses produksi di berbagai industri, sehingga meningkatkan kualitas produk dan mengurangi biaya produksi. (3) Pengembangan Sistem Logistik. TIN berperan dalam mengembangkan sistem logistik yang efisien, sehingga meningkatkan distribusi barang dan jasa di Indonesia. (4) Peningkatan Keselamatan Kerja. TIN membantu meningkatkan keselamatan kerja di berbagai industri, sehingga mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. (5) Pengembangan Infrastruktur. TIN berperan dalam mengembangkan infrastruktur yang memadai, seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan, sehingga meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi. (6) Inovasi Produk dan Jasa. TIN membantu meningkatkan inovasi produk dan jasa di Indonesia, sehingga meningkatkan daya saing dan kualitas hidup masyarakat. (7) Pengembangan Sistem Informasi. TIN berperan dalam mengembangkan sistem informasi yang efisien, sehingga meningkatkan pengelolaan data dan informasi di berbagai industri, dan sebagainya. Dengan demikian, bidang ilmu TIN memiliki kiprah yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing bangsa Indonesia.
Makna Histori Harkitnas dan Peran Teknik Industri dalam Membangun Negeri
Makna histori Harkitnas bagi bangsa Indonesia sangatlah penting. Kebangkitan nasional merupakan suatu periode penting dalam sejarah bangsa Indonesia yang menandai kesadaran nasional dan kemandirian bangsa. Bidang ilmu TIN memiliki peran yang sangat penting dalam membangun negeri ini dan meningkatkan kemakmuran bangsa. Beberapa contoh peran TIN antara lain: a) Meningkatkan daya saing: TIN dapat membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. b) Meningkatkan kualitas hidup: TIN dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan meningkatkan efisiensi dan produktivitas. c) Membangun kemandirian: TIN dapat membantu membangun kemandirian bangsa dengan meningkatkan kemampuan produksi dan inovasi.
Perkembangan keilmuan TIN tidak terlepas dari revolusi industri di Inggris yang ditandai dengan penemuan mesin uap pada akhir abad ke-18 mendorong pertumbuhan industri. Produksi yang awalnya bersifat industri rumah tangga bergeser menjadi sistem produksi fabrikasi. Tuntutan untuk menghasilkan produk secara masal memunculkan pertanyaan bagaimana mengatur sumber daya yang ada pada industri meliputi manusia, mesin dan material agar mampu mencapai produktivitas yang lebih baik. Berawal dari sini, ilmu TIN lahir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Ilmu TIN merupakan sebuah ilmu kerekayasaan yang memiliki obyek kajian sistem integral yang terdiri dari manusia sebagai unsur utama, mesin dan material. Hasil keluaran dari garapan ilmu ini selain produk riil, juga nilai tambah (added value). Berbeda dengan disiplin ilmu kerekayasaan lainnya, TIN mengkaji secara intens proses interaksi antara manusia dengan manusia, manusia dengan mesin dan manusia dengan material. Sedangkan interaksi antara mesin dengan material menjadi garapan utama disiplin ilmu kerekayasaan lainnya. Dalam perkembangannya, komponen informasi dan energi ditambahkan ke sistem integral tersebut sehingga sistemnya menjadi interaksi antara sains, kerekayasaan dan TIN. Di awal era kelahirannya, TIN masih berfokus pada perbaikan metode kerja dan spesialisasi kerja. Era ini disebut era manajemen ilmiah. Periode berikutnya, pemikiran ilmu TIN berkembang ke arah interaksi manusia dan organisasi. Penemuan mesin-mesin produksi yang ditenagai oleh listrik mendorong dilakukannya produksi secara masal. Kondisi tersebut menjadikan proses pengorganisasian produksi menjadi lebih sulit. Selain itu juga ditemukan bukti bahwa faktor hubungan antar manusia dalam sebuah perusahaan ternyata berpengaruh terhadap produktivitas. Era ini disebut era manajemen administrasi dan perilaku dimana menghasilkan kontribusi tentang prinsip-prinsip manajemen. Industri 4.0-5.0 dan keilmuan TIN saling terkait dan bersinergi.
Industri 4.0-5.0 memiliki sifat atau komponen sebagai berikut, (1) Social Machines. Mesin-mesin yang canggih saling berinteraksi seperti layaknya manusia dengan media sosial online. Mesin-mesin bekerja sama dan mengorganisasi diri mereka untuk mengatur proses produksi sesuai jadwal. Hal ini mengakibatkan proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien. Selain itu, mereka juga terhubung secara real time dengan sistem IT di perusahaan sehingga dapat berkomunikasi dengan bagian maintenance, penjualan, RnD atau bagian yang lainnya. (2) Global Facility dan Virtual Production. Mesin-mesin perusahaan terhubung ke sistem penyedia dan pelanggan. Jika terjadi perubahan maka mereka akan langsung mencari solusi yang optimal dan bertindak secara independen (misalkan jika penyedia tidak bisa mengirim material). Operator dapat menggunakan teknologi virtual (augmented reality) untuk mengawasi dan mengendalikan jalannya proses produksi. Kondisi ini memungkinkan pengendalian produksi dapat dilakukan pada jarak jauh sehingga pekerja lebih leluasa. Sebagai tambahan, simulasi virtual juga dapat membantu tenaga ahli perusahaan untuk mengoptimasi proses produksi secara real time. (3) Smart Products. Tiap produk yang dihasilkan menyimpan data (operasi, status, material, asal penyedia, konsumen, dsb) dalam bentuk RFID chips. Melalui teknologi ini, produk yang belum jadi mampu memberitahu mesin apa yang harus dilakukan untuk memprosesnya. Bahkan, pelanggan dapat terlibat untuk memantau proses produksinya. (4) Smart Services. Produk yang telah dipasarkan dan berada di tangan konsumen masih tetap mampu mengumpulkan dan mengirim data terkait perilaku penggunaan produk tersebut. Selanjutnya, data yang terkumpul akan dianalisis oleh produsen. Produsen akan melakukan perbaikan dan pengembangan produk sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan, kehadiran Industri 4.0-5.0 akan memiliki beberapa dampak yaitu, (1) adanya kesenjangan yang luar biasa terkait tenaga kerja “low-skill/low-pay” dan “high-skill/high-pay”, (2) pengambil keuntungan terbesar hanyalah pihak yang memiliki modal dan teknologi, (3) ketidakstabilan dunia bisnis karena perubahan yang sangat cepat, (4) ketidaksiapan pemerintah dalam mengimbangi perubahan yang cepat di masyarakat, (5) isu keamanan dan privasi data, dan (6) munculnya fenomena “robotisasi” kemanusiaan.
Tantangan dan peluang dalam pengembangan TIN di Indonesia antara lain: 1) Globalisasi: Globalisasi dapat menjadi tantangan bagi teknik industri di Indonesia, namun juga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing. 2) Inovasi: Inovasi dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kemampuan produksi dan meningkatkan daya saing. Dan 3) Kerja sama: Kerja sama antara industri dan akademisi dapat menjadi kunci untuk meningkatkan pengembangan teknik industri.
Keberhasilan Teknik Industri dalam Membangun Negeri
Contoh kasus keberhasilan TIN dalam membangun negeri ini antara lain: a) Industri manufaktur: TIN dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam industri manufaktur. b) Industri jasa: TIN dapat membantu meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan efisiensi dalam industri jasa. Dan c) Infrastruktur: TIN dapat membantu membangun infrastruktur yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Pelajaran yang dapat dipetik dari contoh kasus keberhasilan TIN di atas antara lain:
1. Pentingnya inovasi: Inovasi dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kemampuan produksi dan meningkatkan daya saing.
2. Pentingnya kerja sama: Kerja sama antara industri dan akademisi dapat menjadi kunci untuk meningkatkan pengembangan teknik industri.
3. Pentingnya investasi: Investasi dalam pengembangan teknik industri dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kemampuan produksi dan meningkatkan daya saing.
Penutup
Bidang ilmu Teknik Industri (TIN) memiliki peran yang sangat penting dalam membangun negeri ini. TIN dapat membantu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing bangsa. Oleh karena itu, pengembangan TIN harus terus ditingkatkan untuk meningkatkan kemakmuran bangsa. Saran untuk pengembanganTIN di Indonesia antara lain: meningkatkan investasi dalam pengembangan teknik industri untuk meningkatkan kemampuan produksi dan meningkatkan daya saing,meningkatkan kerja sama antara industri dan akademisi untuk meningkatkan pengembangan teknik industri, dan meningkatkan inovasi dalam pengembangan teknik industri untuk meningkatkan kemampuan produksi dan meningkatkan daya saing.
Beberapa hal yang dapat menjadi bentuk peran keilmuan teknik industri yaitu, (1) Berperan ikut membangun platform Industri 4.0-5.0 untuk berbagai jenis dan tingkatan industri, terutama industri/usaha kecil menengah. (2) Pengembangan sistem manajemen sumber daya manusia dan pengupahan tenaga kerja, karena peran manusia yang mulai tergantikan teknologi. (3) Turut serta mengkonstruksi algoritma sistem informasi yang diperlukan dalam penerapan Industri 4.0-5.0. (4) Mengimplementasikan prinsip human factor dan ergonomi (sebagai contoh dalam mendesain stasiun kerja, pembagian peran otomasi dan manusia, dsb). Dan (5) Pengembangan model dan proses bisnis baru yang mengadopsi Industri 4.0-5.0, serta kemungkinan peran lainnya yang dapat diteliti lebih lanjut. Selain beberapa peran tersebut, hendaknya perlu dilakukan juga penyesuaian dan upgrade kurikulum ilmu Teknik Industri agar keilmuan Teknik Industri siap menghadapi perubahan yang akan terjadi dan lulusannya tetap dapat dibutuhkan di dunia industri.







