KASIH YANG DIHIDUPI

KASIH YANG DIHIDUPI

“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”

Selasa, 17 Maret 2026

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan dari Tuhan senantiasa memenuhi hati dan langkah kehidupan kita hari ini.
Hari-hari ini kita sedang berjalan dalam masa Pra Paskah, sebuah waktu yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan hidup, menundukkan hati, dan merenungkan kembali kasih Tuhan yang begitu besar bagi manusia. Masa ini bukan sekadar penantian menuju Paskah, tetapi perjalanan batin untuk melihat kembali diri kita di hadapan Tuhan, apakah hati kita masih setia, apakah kasih kita masih hidup, dan apakah iman kita masih menyala.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
Kiranya melalui masa Pra Paskah ini, kita semakin dekat kepada Tuhan, semakin peka terhadap kasih-Nya, dan semakin siap menyambut kemenangan Paskah dengan hati yang baru.

“Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu–bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya –supaya kita saling mengasihi.” (2 Yohanes 1:5)

“Dan sekarang aku minta kepada engkau, Ibu, supaya kita saling mengasihi; dan bukan seperti perintah baru yang kutuliskan kepadamu, melainkan seperti perintah yang telah kita terima sejak semula.” Rasul Yohanes menulis surat ini kepada jemaat dengan satu penekanan yang sangat sederhana, tetapi mendalam: kasih. Ia tidak memperkenalkan ajaran baru. Ia justru mengingatkan kembali perintah lama yang sudah ada sejak awal: saling mengasihi. Kasih bukanlah konsep baru dalam iman Kristen. Sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, kasih adalah inti hukum Allah. Yesus sendiri berkata bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Yohanes menegaskan bahwa iman Kristen yang sejati selalu terlihat dalam kasih yang nyata.

Baca Juga :  Janganlah Melawan Orang Yang Berbuat Jahat Kepadamu

Kasih yang dimaksud bukan sekadar perasaan atau kata-kata indah, tetapi kasih yang diwujudkan dalam tindakan. Mengampuni, menolong, menerima, dan melayani sesama adalah bentuk nyata dari kasih. Di dalam gereja, keluarga, dan masyarakat, kasih menjadi tanda bahwa kita adalah murid Kristus. Tanpa kasih, iman kita menjadi kosong dan kesaksian kita menjadi lemah. Di zaman sekarang, banyak orang berbicara tentang iman, doktrin, dan pelayanan, tetapi lupa bahwa dasar semuanya adalah kasih. Yohanes mengingatkan jemaat agar tidak melupakan yang paling mendasar. Kasih adalah bahasa universal yang bisa dimengerti semua orang. Ketika kita mengasihi, dunia dapat melihat Kristus melalui hidup kita.

Khotbah ini mengajak kita bertanya: apakah kasih masih menjadi ciri hidup kita? Apakah kita mengasihi hanya orang yang baik kepada kita, atau juga mereka yang sulit? Kasih Kristen adalah kasih yang rela berkorban, seperti kasih Kristus yang menyerahkan diri-Nya bagi kita. Marilah kita kembali kepada perintah lama yang selalu baru: saling mengasihi, sebab di sanalah iman kita menjadi hidup dan nyata.

Lagu:
PKJ No. 345:1
“Yesus Mengasihi Aku”

Doa:
Tuhan Yesus, kami bersyukur karena di dalam Engkau kami dapat mengenal Allah yang sejati. Ampuni kami jika selama ini kami belum menempatkan Engkau sebagai yang utama dalam hidup kami. Tolong kami untuk semakin mengenal Engkau, meneladani hidup-Mu, dan menjadikan Engkau pusat dari setiap langkah hidup kami. Bentuk hati kami agar hidup kami memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.

Amin.

(VIP)