RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”
Kamis, 19 Maret 2026
PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan dari Tuhan senantiasa memenuhi hati dan langkah kehidupan kita hari ini.
Hari-hari ini kita sedang berjalan dalam masa Pra Paskah, sebuah waktu yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan hidup, menundukkan hati, dan merenungkan kembali kasih Tuhan yang begitu besar bagi manusia. Masa ini bukan sekadar penantian menuju Paskah, tetapi perjalanan batin untuk melihat kembali diri kita di hadapan Tuhan, apakah hati kita masih setia, apakah kasih kita masih hidup, dan apakah iman kita masih menyala.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
Kiranya melalui masa Pra Paskah ini, kita semakin dekat kepada Tuhan, semakin peka terhadap kasih-Nya, dan semakin siap menyambut kemenangan Paskah dengan hati yang baru.
_”Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.”_ (3 Yohanes 1:4)
Seseorang (anonim) menuliskan sebuah ilustrasi yang menjelaskan keberadaan kita yang sesungguhnya. Dalam ilistrasi tersebut menceritakan sebuah kejadian di sebuah kota di Eropa sewaktu perang dunia ke-2, di mana dalam kota tersebut terdapat sebuah patung Tuhan Yesus memberkati. Akan tetapi, ketika terjadi perang sebuah bom mengenai patung tersebut yang menjadikan kedua tangan dari patung itu menjadi buntung. Setelah keadaan membaik, maka semua orang yang di kota itu sepakat untuk memperbaiki patung itu agar jangan lagi disebut patung Yesus yang buntung. Namun ada seorang yang mengatakan agar masyarakat tidak perlu memperbaiki patung itu dan berkata bahwa “ketika kita melihat patung yang buntung tersebut maka kita semua mengingat bahwa kita adalah tangan-tangan Allah yang berkarya di dunia ini”.
Firman Tuhan hari ini memberikan kesaksian bagi kita akan kesaksian Rasul Yohanes mengenai tindakan Gayus, di mana Gayus yang menyadari sepenuhnya bahwa dirinya adalah tangan Allah yang berkarya di dunia ini. Kesaksian atau yang disaksikan mengenai Gayus, yakni kebenaran yang ada pada dirinya, dan kesetiaan pengabdiannya kepada Allah yang jelas terlihat melalui amalnya, yang mencakup kasihnya kepada saudar-saudarnya, kebaikan kepada ortang miskin, keramahannya kepada orang miskin, keramahannya kepada orang Kristen asing, dan kesiapannya untuk menerima mereka menginap di rumahnya demi pelayanan Injil. Sebab, Kesaksian yang baik sudah sepantasnya datang dari orang-orang yang telah menerima hal yang baik, dan orang-orang yang baik akan sangat gembira dengan kesejahteraan orang lain, serta senang mendengar tentang anugerah dan kebaikan yang di dapat orang lain. Orang baik tidak iri hati. Untuk itu, kita perlu menyadari bahwa sepanjang kita ada sudah pasti memiliki peran dan potensi yang sama, yakni menjadi perpanjangan tangan Allah di dunia ini.
*Lagu:*
PKJ No. 182:1-2 “Kuutus Kau”
BE. No. 171:1-2 “Tandai Ma Au”
*Doa:*
Ya Bapa Kami Yang Maha Pengasih kami selalu merindukan akan kebenaran Firman-Mu dan ajarlah kami untuk memiliki hati taat dan kami mengamini bahwa hidup kami menjadi perpanjangan tangan-Mu untuk menjadi berkta bari orang lain, dan jauhkan kami dari iri hati. Amin.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.
Amin.
(VIP)




