mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus. Apakah Anda sungguh-sungguh percaya dan beriman kepada Kristus? Ukurannya adalah Anda harus berani bersaksi tentang Kristus di depan umum, dan bukan hanya di surat baptis dan KTP.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 7: 40 – 53, yakni Air sumber hidup dan Yesus dibela oleh Nikodemus. Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan bagaimana
suasana di pelataran Bait Allah penuh gejolak. Perkataan Yesus membelah kerumunan: ada yang yakin Ia nabi, ada yang percaya Ia Mesias, dan ada pula yang menolak mentah-mentah karena prasangka. Menariknya, penolakan justru datang dari para pemimpin agama, orang yang paling tahu Kitab Suci. Namun HATI mereka tertutup oleh kesombongan rohani. Sebaliknya, orang-orang sederhana justru terbuka, jujur, dan tersentuh oleh kuasa perkataan Yesus. Para penjaga Bait Allah yang ditugaskan menangkap Yesus kembali dengan tangan hampa, hanya berkata: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu.” Kesaksian polos, tetapi kuat. Dan di tengah tekanan, Nikodemus berani bersuara: “Apakah hukum Taurat kita, menghukum seseorang sebelum ia didengar, dan sebelum orang mengetahui apa yang dibuat -Nya?” Iman yang dulu berbisik di malam hari, kini mulai bersuara di siang bolong. Pertanyaan untuk kita introspeksi adalah: kita ada di kubu yang mana? Menolak karena merasa sudah cukup rohani? Diam demi aman? Atau berani bersaksi meski sederhana?
*Pesan Untuk Kita*
Para saudaraku, menjadi murid Kristus bukan sekadar nama di surat baptis atau identitas di KTP. Murid sejati berani bersaksi tentang Yesus di depan umum, meski dengan kata-kata sederhana, meski dengan suara gemetar. Diam berarti menyetujui kebohongan. Netral berarti kehilangan terang. Kristus memanggil kita untuk bersuara. Kesaksian kita mungkin singkat, tetapi bisa membuka HATI orang lain. Jangan biarkan iman kita terhimpit oleh ketakutan. Angkatlah pelita itu, biarkan terang Kristus bersinar melalui hidupmu. Karena sungguh, belum pernah ada seorang manusia pun berkata seperti Yesus. Dan kita, yang telah mendengar dan mengalami KASIH-Nya, dipanggil menjadi SAKSI-Nya di dunia ini.
Beranilah BERSAKSI. Tuhan menyertai kita.
*Pertanyaan refleksi*
1. Apakah saya selama ini mengenal Yesus hanya sebatas tradisi dan pengetahuan rohani, atau sungguh membuka HATI untuk mengalami kuasa perkataan-Nya?
2. Ketika kebenaran Kristus ditolak atau dicemooh di sekitar saya, apakah saya memilih diam demi aman, atau berani bersaksi meski sederhana?
3. Apakah iman saya hanya tercatat di surat baptis dan KTP, atau nyata dalam keberanian bersaksi tentang Kristus di depan umum?
*Selamat berefleksi…& Selamat berakhir pekan*🙏🙏
*Doa Singkat*
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas firman-Mu yang penuh kuasa dan mengubah HATI. Ampunilah kami bila sering memilih diam atau merasa cukup rohani, sehingga menutup mata terhadap karya-Mu. Bukalah HATI kami agar sederhana dan jujur seperti para penjaga Bait Allah, serta berani bersuara seperti Nikodemus. Jadikan kami murid-Mu yang sejati, bukan hanya di atas surat baptis atau KTP, melainkan nyata dalam keberanian bersaksi di depan umum. Biarlah terang-Mu bersinar melalui hidup kami, agar dunia mengenal Engkau sebagai Mesias dan Juruselamat. Amin.




