mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah kita memiliki kerinduan seperti Filipus yang ingin melihat Bapa? Bagi kita kerinduan untuk melihat dan berjumpa dengan Yesus, itu sudah cukup. Persoalan kita kerinduan untuk melihat dan berjumpa dengan Yesus saja tidak ada, kita lebih suka melihat wajah sendiri atau wajah orang lain di layar HP dari pada melihat wajah Yesus, apalagi melihat wajah Bapa. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 14: 7 – 14, yakni rumah Bapa. Para saudaraku, kerinduan Filipus sederhana namun mendalam: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.” Ia tidak meminta kuasa atau mujizat, hanya ingin melihat Allah. Jawaban Yesus menyingkapkan rahasia besar: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”
Yesus adalah wajah Bapa yang nyata, wajah yang menyembuhkan, mengampuni, menangis, dan rela terluka demi KASIH. Melihat Yesus berarti melihat Bapa. Namun, banyak kali kita seperti Filipus, sibuk mencari pengalaman rohani spektakuler, padahal wajah Yesus hadir dalam doa, ibadat, ekaristi, dan senyum sesama. Persoalannya, adalah kita lebih betah menatap layar HP daripada menatap wajah Yesus di tabernakel, di altar Gereja atau Kapela. Kita tidak pernah bosan, capek, di depan layar dunia MAYA, tetapi kita merasa cepat lelah di depan TABERNAKEL, di depan ALTAR, saat merayakan ekaristi. Kerinduan kita lebih tertuju pada dunia MAYA, daripada Allah melalui Yesus melalui doa, ibadat dan ekaristi. Padahal IMAN sejati bertumbuh ketika kita sadar: Yesus sudah cukup. Dialah JALAN menuju Bapa, dan melalui Roh Kudus wajah-Nya hendak terpancar lewat hidup kita.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, mari kita memiliki kerinduan seperti Filipus, bukan sekadar ingin melihat hal besar, tetapi sungguh ingin melihat Bapa melalui Yesus. Jangan biarkan layar dunia MAYA, mencuri pandangan IMAN kita. Beranilah menatap wajah Yesus dalam doa, ibadat, dan ekaristi. Layar HP hanya memberi cahaya sementara, tetapi wajah Yesus memancarkan TERANG atau CAHAYA atau SINAR yang mengubah hidup kita selamanya.
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah kerinduan terdalam saya sungguh tertuju pada melihat wajah Yesus, atau justru lebih sering teralihkan oleh wajah diri sendiri dan orang lain di layar HP?
2. Bagaimana saya dapat melatih HATI untuk menemukan wajah Yesus dalam doa, ibadat, dan ekaristi, meski sederhana dan tanpa hal spektakuler?
3. Sejauh mana hidup saya sudah memancarkan wajah Yesus, sehingga orang lain dapat merasakan KASIH Bapa melalui sikap dan tindakan saya?
Selamat berefleksi… & Selamat berakhir pekan🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, bukalah mata iman kami agar mampu melihat wajah-Mu dalam doa, ibadat, dan ekaristi.
Jauhkanlah kami dari kesibukan yang membuat kami lebih betah menatap layar dunia MAYA, daripada menatap wajah-Mu.
Biarlah hidup kami memancarkan kasih-Mu, sehingga melalui kami orang lain dapat merasakan wajah Bapa. Amin.





