mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Yesus tidak pernah meninggalkan kita, Ia selalu menyertai kita melalui Roh Kudus-Nya. Dan justru kitalah yang selalu meninggalkan-Nya. Sadar atau tidak kita lebih mementingkan “dunia” kita sendiri, daripada Yesus. Alias kita selalu menomor duakan Dia, padahal Dia tidak pernah meninggalkan kita. Roh Kudus – Nya, selalu menyertai kita.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 16: 5 – 11, yakni pekerjaan Penghibur. Para saudaraku, tiga tahun para rasul bersama Yesus, lalu Ia berkata: “Aku pergi.” Perih rasanya. Namun justru Ia menegaskan: “Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.” Mengapa? Karena kehadiran-Nya sebagai manusia terbatas pada ruang dan waktu. Tetapi setelah Roh Kudus datang, Ia hadir di setiap HATI yang percaya, di ruang sunyi, di tengah luka, di perjalanan panjang. Roh Penghibur tidak pernah “tidak di tempat.” Roh Kudus membuat kita insyaf akan tiga hal:
_Pertama_ *Dosa:* akar segala dosa adalah tidak percaya kepada Yesus. _Kedua_ *Kebenaran:* bukan dari usaha kita, melainkan dari Kristus yang naik ke Bapa. _Ketiga_ *Penghakiman:* kabar baik bahwa Iblis sudah dikalahkan, sehingga kita aman di dalam Kristus. Namun Roh Kudus tidak memaksa. Ia masuk melalui kerelaan HATI. Oleh karena itu, kita perlu lakukan *discernment* pembedaan roh, agar tidak tertipu oleh suara asing. Tiga ujian utama:
_Pertama_ *Sumbernya:* tidak bertentangan dengan Firman. _Kedua_ *Buahnya:* menghasilkan damai, kerendahan HATI, dan PERTOBATAN. _Ketiga_ *Tujuannya:* selalu memuliakan Yesus, bukan diri sendiri. Jadi,
berlatihlah diam di hadapan Tuhan. Dalam keheningan, suara Gembala lebih jelas daripada suara asing.
*Pesan Untuk Kita:*
Para saudaraku, Yesus pergi bukan karena Ia menjauh, melainkan agar melalui Roh Kudus Ia hadir lebih dekat, lebih mengubah. Maka jangan takut, kita tidak menjadi yatim. Roh Kudus tinggal di dalam kita, menuntun, dan menggerakkan kita menjadi SAKSI Kristus di dunia yang haus akan kebenaran. Pintu KESEPIAN sudah tertutup, pintu HATI terbuka. Mari, izinkan Roh Kudus masuk dengan bebas, memimpin langkah, dan membawa kita pulang ke dalam kehendak Bapa. Amin.
*Pertanyaan Refleksi*
1. Bagaimana kehadiran Roh Kudus menolong saya menyadari akar dosa dalam hidup saya—yaitu sikap tidak percaya kepada Yesus?
2. Dalam hal apa saya perlu discernment untuk membedakan suara Roh Kudus dari suara asing yang menyesatkan?
3. Apakah saya sudah membuka hati dengan kerelaan penuh, sehingga Roh Kudus dapat memimpin saya menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang haus akan kebenaran?
*Selamat berefleksi*🙏🙏
*Doa Singkat*
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau pergi bukan untuk meninggalkan kami, melainkan agar Roh Kudus hadir lebih dekat dan mengubah hidup kami. Ajari kami untuk peka melalui discernment, membedakan suara-Mu dari suara asing, agar kami hidup dalam kebenaran dan damai sejahtera. Penuhi HATI kami dengan keberanian menjadi saksi Kristus di dunia yang haus akan kebenaran. Amin.





