Renungan hari ini. Yang Tidak Berbuah Akan Dipotong-Nya

Renungan hari ini. Yang Tidak Berbuah Akan Dipotong-Nya

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Jika Anda jarang berdoa, beribadat dan jarang merayakan ekaristi, apa yang Anda rasakan? Apakah merasa hampa, kosong atau biasa saja? Ingat, jika kita merasa kering, maka siap-siap untuk dipotong dan dibuang.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 15: 1 – 8, yakni pokok anggur yang benar. Para saudaraku,
menjadi ranting di pokok anggur yang benar adalah anugerah besar. Namun anugerah itu menuntut tanggung jawab: BERBUAH. Ranting yang hanya menempel tanpa menghasilkan BUAH, lambat laun akan kering, dan akhirnya dipotong. Yesus menegaskan: ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri. Kuncinya bukan usaha keras, melainkan tinggal di dalam Dia. Relasi yang hidup, melekat, dan berkesinambungan secara konsisten dengan Kristus, melalui doa, ibadat dan ekaristi membuat getah kasih-Nya mengalir dalam kita. Dari situlah lahir BUAH yang nyata: KASIH yang tulus, PENGAMPUNAN yang berani, KESETIAAN dalam tugas, INTEGRITAS dalam pekerjaan, dan KESAKSIAN hidup yang memberi harapan. Sebaliknya, ranting yang tidak BERBUAH akan dipotong. Maknanya bukan sekadar hukuman, melainkan peringatan bahwa HIDUP tanpa Kristus kehilangan ARAH, DAMAI, dan MAKNA. Kering, kerdil, hampa, kosong di dalam HATI, meski tampak hidup, hijau, di luar, tetapi kehilangan jiwa, dan itu sama seperti robot. Maka, pemotongan adalah tanda KASIH Bapa yang serius: Ia tidak membiarkan kita HIDUP sia-sia.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, pokok anggur tidak pernah menjauh. Rantinglah yang sering longgar sambungannya. Jika hidup terasa kering, hampa, kosong, jangan sibuk memperbaiki penampilan, tetapi periksalah relasi atau saluran dengan Kristus: doa, ibadat dan ekaristi. Tinggallah di dalam Dia, maka BUAH itu akan muncul dengan sendirinya. Berbuah berarti menghadirkan KASIH, PENGAMPUNAN, dan KESETIAAN dalam kehidupan nyata. Itulah tanda ranting yang hidup. Dan bila kita sungguh tinggal di dalam Kristus, kita tidak perlu takut pada gunting, sebab Bapa merawat kita untuk BERBUAH lebat, bukan untuk layu, kering dan mati sia-sia.

Baca Juga :  Mengasihi Orang Berdosa

Pertanyaan Refleksi

1. Buah apa yang paling nyata dari hidup saya sebagai murid Yesus saat ini—apakah kasih, pengampunan, kesetiaan, atau integritas?
2. Apakah saya sungguh tinggal dalam Kristus setiap hari, atau hanya sekadar menempel tanpa aliran kehidupan yang nyata?
3. Jika hidup saya mulai terasa kering, langkah apa yang perlu saya ambil untuk kembali melekat erat pada Sang Pokok Anggur agar berbuah lebat?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Engkaulah Pokok Anggur yang benar. Ajarlah kami untuk tinggal erat di dalam-Mu, agar hidup kami tidak kering, melainkan berbuah dalam KASIH, PENGAMPUNAN, dan KESETIAAN. Jangan biarkan kami hanya tampak hijau di luar, tetapi kosong di dalam. Penuhi kami dengan Roh-Mu, supaya setiap langkah kami menjadi kesaksian yang hidup bagi dunia. Amin.