OGAN ILIR , mediasumtera.id – Situasi darurat melanda Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir pada Selasa (26/5/2026) siang. Arus listrik di rumah sakit tersebut tiba-tiba padam sejak pukul 10.00 Wib dan berlangsung selama lebih dari 2 jam, hingga pukul 12.30 Wib lebih belum juga menyala kembali. Pemadaman mendadak ini menimbulkan kepanikan di kalangan pasien, keluarga pasien, maupun pihak manajemen rumah sakit, terutama karena tidak adanya pemberitahuan sebelumnya dari pihak PLN.
Direktur RSUD Ogan Ilir, Dr. Zulfitri, mengaku sangat khawatir dan kewalahan menghadapi situasi ini. Ia menjelaskan bahwa pemadaman tanpa kabar ini memaksa pihaknya mengandalkan mesin genset, yang mana hal ini berdampak langsung pada pembengkakan anggaran rumah sakit.

“Kejadian mati lampu ini sama sekali tidak ada pemberitahuan dari pihak PLN. Saat ini kita sangat bergantung pada mesin genset. Memang untuk peralatan medis vital sudah dilengkapi sistem UPS, sehingga masih bisa beroperasi dalam waktu singkat saat listrik mati, namun tentu saja tidak bertahan lama. Akhirnya kami terpaksa mengandalkan genset sepenuhnya,” ungkap Dr. Zulfitri.

Ia juga menjelaskan dampak ekonomi dan operasional yang ditimbulkan. “Sampai saat ini belum tahu kapan arus listrik akan pulih. Genset membutuhkan bahan bakar, dan dalam beberapa jam pemakaian saja sudah terpakai sekitar 200 liter minyak. Ini menjadi pengeluaran di luar anggaran yang tidak terduga. Kami sangat berharap pihak PLN memperhatikan hal ini, karena yang paling utama adalah keselamatan dan kesejahteraan pasien. Kami khawatir jadwal operasi akan terganggu dan ini sangat berbahaya bagi keselamatan pasien,” tegasnya dengan nada cemas.
Kondisi panas yang menyengat akibat tidak adanya penerangan dan sirkulasi udara yang buruk membuat sejumlah pasien dan keluarga pasien berlarian keluar ruangan. Salah satunya adalah Iyan, warga asal Tanjung Raja yang sedang menunggu pasien. Ia terpaksa memindahkan pasien yang diasuhnya ke luar ruangan demi keselamatan dan kenyamanan.

“Saya sedang menunggu pasien, tapi karena lampu mati, di dalam ruangan sangat panas dan pengap. Saya terpaksa menggeser dan menggeret pasien saya ke luar ruangan supaya tidak kepanasan dan kekurangan oksigen di dalam,” keluh Iyan.
Kepanikan melanda hampir seluruh penghuni rumah sakit. Tanpa adanya kipas angin dan pendingin ruangan, suhu udara di dalam bangunan semakin meningkat, memaksa banyak orang keluar ke halaman atau koridor terbuka demi mencari udara segar.
Sementara itu, Lufi A.M.Kef, staf yang bertugas di Ruang Bedah, mengaku sangat bersyukur karena pemadaman listrik baru terjadi tepat setelah ia menyelesaikan satu tindakan operasi.
“Ya, saat ini memang jaringan listrik sedang mati. Saya bersyukur sekali, ada satu pasien operasi yang sudah selesai kami tangani sejak pukul 09.00 Wib tadi. Kebetulan listrik baru padam sekitar pukul 10,00 Wib, dan sampai sekarang jam 12 30Wib lewat masih belum nyala. Harapan kami kepada pihak PLN, tolong jangan sampai pemadaman ini berlangsung lama. Kasihan pasien-pasien yang sedang dalam perawatan, kondisi mereka pasti sangat terganggu,” ujar Lufi lega namun tetap prihatin.
Hingga berita ini diturunkan, suasana masih tampak tidak nyaman dan penuh kecemasan, sementara pihak rumah sakit terus berupaya meminimalisir dampak buruk bagi pelayanan medis pasien.
(Junaidi)







