Berita  

Komsos KAPal Gelar Pelatihan Videografi Profil Paroki di Wismalat Podomoro

Komsos KAPal Gelar Pelatihan Videografi Profil Paroki di Wismalat Podomoro

BANYUASIN, mediasumatera.id — Guna menyemarakkan Hari Minggu Komunikasi Sosial (Komsos) Sedunia Ke-60, Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang (KAPal) bekerja sama dengan Komisi Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menggelar Pelatihan Teknik Videografi dan Pembuatan Profil Paroki/Lembaga.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewartakan Wajah Gereja: Kreatifitas Digital dalam Spirit Hari Minggu Komunikasi Sosial Sedunia Ke-60” ini dipusatkan di Wismalat Podomoro, Banyuasin, selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (12-14 Juni 2026).
Ketua Panitia Pelatihan, Diakon Bednadetus Aprilyanto menyebutkan, pelatihan ini diikuti oleh 58 peserta yang merupakan utusan dari paroki-paroki di seluruh wilayah Keuskupan Agung Palembang. Para peserta mencakup wilayah pelayanan dari lima dekanat, yaitu Dekanat Palembang, Belitang, Lubuk Linggau, Bengkulu, dan Jambi.
“Selain pegiat Komsos paroki, hadir juga perwakilan dari Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI), serta perwakilan dari Kongregasi FCh, FSGM, dan BHK,” ujar Diakon Bednadetus.

Komsos KAPal Gelar Pelatihan Videografi Profil Paroki di Wismalat Podomoro

Romo Jatra Ajak Insan Komsos Melayani dengan Kasih
Rangkaian kegiatan resmi dibuka melalui Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Komsos KAPal, Romo Titus Jatra Kelana, Jumat (12/6/2026) petang. Hadir sebagai konselebran yakni Sekretaris Komisi Komsos KWI Romo Petrus Noegroho Agoeng, Koordinator Pastoral Digital Dekanat Jambi Romo Paulus Dito Rahmadi SCJ, serta Diakon Bednadetus Aprilyanto.
Uniknya, sebelum misa berakhir, Romo Jatra memberikan cinderamata berupa Tanjak penutup kepala adat khas Sumatra Selatan kepada para narasumber dari Komsos KWI sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang di Bumi Sriwijaya. Setelah itu, dilakukan penyematan tanda pengenal peserta secara simbolis kepada perwakilan tiap dekanat.
Dalam homilinya yang bertepatan dengan Hari Raya Hati Kudus Yesus, Romo Jatra menekankan pentingnya melandasi pelayanan Komsos dengan kasih di tengah tantangan zaman digital.
“Perjumpaan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk berbagi cerita, suka duka, dan belajar bersama agar pelayanan kita sebagai pewarta untuk menyuarakan kebaikan dan kebenaran disegarkan kembali,” ungkap Romo Jatra.
Ia juga mengingatkan para pegiat media Gereja ini untuk selalu menjaga relasi yang intim dengan Tuhan agar tetap melayani dengan hati yang penuh sukacita di tengah kesibukan rutinitas.
Komsos Ujung Tombak Pewartaan dan Enam Tahap Menulis Skrip
Usai ibadah, sesi pelatihan langsung dimulai pada Jumat malam dengan materi perdana “Tahapan Menulis Skrip Video Profil Paroki” yang disajikan oleh anggota Komisi Komsos KWI, Stephanus Yogipranata.

Baca Juga :  Polsek Talun Kenas Polresta Deli Serdang Gelar Bakti Sosial

Komsos KAPal Gelar Pelatihan Videografi Profil Paroki di Wismalat Podomoro
Stephanus menegaskan bahwa Komsos merupakan ujung tombak pewartaan Gereja yang memiliki dua tugas utama, yakni menjadi corong resmi keuskupan/paroki dan mewartakan kabar sukacita Injil.
“Sebagai corong, maka seluruh karya di keuskupan atau di paroki harus diumumkan dan disebarkan agar semua orang tahu. Kita perlu membuat konten yang mengantar umat pada penghayatan iman dan kebaikan,” terangnya.
Pria yang juga aktif di Komsos Bandung ini menjelaskan bahwa skrip merupakan blueprint utama dalam pembuatan video. Skrip yang matang akan menghemat waktu dan biaya produksi serta menjaga alur cerita tetap konsisten.
Menurut Stephanus, ada enam tahapan penting dalam menulis skrip video profil yang menarik:
1. Pemahaman konsep.
2. Menentukan target pemirsa dan merumuskan inti pesan.
3. Wawancara narasumber.
4. Menyusun alur cerita.
5. Menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan personal.
6. Melakukan peninjauan ulang bersama tim produksi.
Sesi hari pertama tersebut ditutup dengan latihan membuat skrip secara berkelompok. Selama tiga hari pelatihan, ke-58 peserta digembleng dengan materi aplikatif dan teknis oleh tim Komsos KWI yang terdiri dari Romo Petrus Noegroho Agoeng, Stephanus Yogipranata, dan Samuel Krismanto.
Melalui pembekalan ini, para peserta diharapkan tidak hanya mahir secara teknis memegang kamera, tetapi juga mampu merancang cerita yang kuat demi mewartakan wajah Gereja yang hidup, ramah, dan bergerak maju di era modern.(daris)