Berita  

Potret Kerukunan di JSC: Mahasiswa UKMC Kenali Keberagaman Lewat Kunjungan Enam Rumah Ibadah

Potret Kerukunan di JSC: Mahasiswa UKMC Kenali Keberagaman Lewat Kunjungan Enam Rumah Ibadah

PALEMBANG, mediasumatera.id — Sebanyak 36 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) Palembang dari program studi Kebidanan dan Teknik Laboratorium Medik menggelar kegiatan kunjungan edukatif ke kawasan Kompleks Rumah Ibadah Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (7/11/2026). Mengusung tema “Mengenal Keberagaman dan Menumbuhkan Sikap Toleransi melalui Kunjungan Enam Tempat Ibadah di Jakabaring Sport City Palembang”, agenda ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya merawat kerukunan hidup antarumat beragama di tengah masyarakat majemuk.

Kawasan Jakabaring Sport City dipilih sebagai lokasi utama karena memiliki keunikan sosiologis dan arsitektural yang jarang ditemui di tempat lain: berdiri berdampingannya enam rumah ibadah dari agama-agama yang diakui di Indonesia dalam satu kawasan terpadu. Keberadaan kompleks ini merepresentasikan miniatur kerukunan nasional, di mana perbedaan keyakinan tidak menjadi sekat pembatas, melainkan ruang hidup bersama secara damai.

Potret Kerukunan di JSC: Mahasiswa UKMC Kenali Keberagaman Lewat Kunjungan Enam Rumah Ibadah

Dosen pendamping kegiatan, Andreas Daris Awalistyo, S.Pd., M.I.Kom., dalam keterangannya menjelaskan bahwa pemahaman lintas agama yang komprehensif paling efektif dibangun melalui perjumpaan langsung (direct learning). Melalui kunjungan lapangan ini, para mahasiswa diajak untuk tidak sekadar melihat bentuk fisik bangunan, tetapi juga memahami esensi fungsi, nilai-nilai spiritual, serta filosofi yang dihidupi oleh masing-masing umat beragama.

“Melalui kunjungan langsung ke tempat-tempat ibadah ini, peserta dapat mengenal ragam rumah ibadah secara nyata, memahami fungsi serta nilai luhur yang diajarkan, dan pada akhirnya belajar menghargai perbedaan yang ada sebagai kekayaan bangsa,” ujar Andreas.

Potret Kerukunan di JSC: Mahasiswa UKMC Kenali Keberagaman Lewat Kunjungan Enam Rumah Ibadah

Pengalaman Multidimensi: Dari Arsitektur hingga Etika Sosial
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa mengeksplorasi pembelajaran melalui tiga dimensi utama yang dirasakan secara langsung di lokasi:
1. Dimensi Material dan Spasial: Para peserta mengamati langsung ekspresi fisik dan arsitektur khas dari masing-masing rumah ibadah mulai dari ornamen Bali pada pura, bentuk kubah pada masjid, elemen altar pada gereja, hingga rupang atau patung di wihara. Observasi ini memperkuat pemahaman bahwa ekspresi fisik senantiasa menjadi medium manusia memvisualisasikan kehadiran Yang Ilahi.
2. Dimensi Ritual: Mahasiswa diajak menghayati dinamika ruang dan waktu yang berdekatan seperti mendengar derap harmoni suara azan, dentang lonceng, aroma dupa, hingga keheningan doa. Pengalaman ini menumbuhkan kesadaran bahwa beragam bentuk ritual pada dasarnya memancarkan kerinduan universal manusia akan ketenangan batin dan orientasi hidup yang luhur.
3. Dimensi Sosial Etis: Perjumpaan di lapangan juga memperlihatkan realitas hidup berdampingan secara harmonis, seperti pemanfaatan area parkir bersama, halaman terpadu, hingga toleransi dalam pengaturan jadwal kegiatan. Hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai etis universal seperti kesabaran dan rasa saling menghargai tumbuh secara alami dari interaksi fisik antarpemeluk agama.

Potret Kerukunan di JSC: Mahasiswa UKMC Kenali Keberagaman Lewat Kunjungan Enam Rumah Ibadah

Memperkuat Jiwa Pancasila dan Karakter Tenaga Kesehatan
Sementara itu, Ketua Kelompok Kegiatan, Made Ari, mengungkapkan antusiasmenya mewakili rekan-rekan sesama mahasiswa. Menurutnya, melihat langsung bagaimana enam umat beragama dapat hidup berdampingan secara harmonis di satu kawasan memberikan perspektif baru yang mendalam mengenai arti penting toleransi.

“Pengalaman ini membuka mata kami bahwa keberagaman bukanlah teori abstrak, melainkan realitas indah yang harus dijaga. Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran untuk saling menghargai dan menerapkan toleransi semakin kuat, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat luas,” tutur Made Ari.

Dari sudut pandang institusi pendidikan tinggi, kegiatan ini memiliki urgensi strategis. Bagi mahasiswa bidang kesehatan seperti kebidanan dan analis laboratorium medik, memiliki kecerdasan kultural dan kepekaan sosial merupakan kompetensi penunjang yang esensial. Kelak di dunia kerja, tenaga kesehatan akan melayani pasien dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya tanpa diskriminasi.

Potret Kerukunan di JSC: Mahasiswa UKMC Kenali Keberagaman Lewat Kunjungan Enam Rumah Ibadah

Secara umum, rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk:
• Mengenal keberagaman agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia secara objektif.
• Menambah wawasan mengenai fungsi, karakteristik arsitektur, dan nilai dari enam rumah ibadah.
• Menumbuhkan sikap empati, kepedulian, dan penghormatan antarsesama manusia.
• Menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila khususnya Sila Pertama dan Sila Ketiga dalam praktik kehidupan sehari-hari maupun profesional.

Potret Kerukunan di JSC: Mahasiswa UKMC Kenali Keberagaman Lewat Kunjungan Enam Rumah Ibadah

Melalui sinergi antara teori akademik dan pengalaman belajar langsung di lapangan, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda dan calon tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral, jiwa inklusif, serta komitmen kuat dalam merajut persatuan dan kesatuan bangsa. (daris)

Potret Kerukunan di JSC: Mahasiswa UKMC Kenali Keberagaman Lewat Kunjungan Enam Rumah Ibadah