SALVE, mediasumatera.id- bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Setiap hari baru harusnya kita menjadi manusia baru, yang memiliki hati, budi dan semangat yang baru.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 5: 33 – 39, yakni hal berpuasa. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa “tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua.” Sebab anggur baru, yang sedang dalam proses fermentasi, akan merobek kantong tua yang sudah kaku dan tidak fleksibel. Maka, anggur baru harus ditempatkan dalam kantong yang baru.
*Makna Rohani atau spiritual:* Anggur baru melambangkan hati dan pikiran yang diperbarui, yang terbuka terhadap karya Roh Kudus, yang siap diubah dan dibentuk oleh kasih Allah. Kantong baru adalah simbol dari hidup yang telah mengalami transformasi spiritual: bukan hanya perubahan perilaku, tetapi pembaruan dari dalam, dari hati yang bertobat dan pikiran yang diperbaharui. Oleh karena itu, puasa merupakan sarana Transformasi.Dalam konteks ini, puasa bukan sekadar menahan diri dari makanan, tetapi sebuah latihan rohani atau spiritual untuk membuka ruang bagi Tuhan. Melalui puasa, kita belajar melepaskan ego, mendengarkan suara-Nya, dan membiarkan hati kita dibentuk ulang. Puasa menjadi jalan menuju pertobatan sejati, bukan hanya ritual, tetapi relasi yang diperdalam. Dengan demikian,
menjadi Kantong Baru, hanya akan terjadi
ketika hati dan pikiran kita telah diperbarui, atau saat kita tampil sebagai manusia baru sebagai sebuah kesaksian. Bukan karena kita sempurna, tetapi karena kita hidup dalam kesadaran akan KASIH dan panggilan Tuhan. Jadi ,hidup kita harus menjadi sebuah kesaksian yang hidup, dengan menyatakan kebaikan, kejujuran, dan KASIH Kristus dalam tindakan nyata. Akhirnya, Tuhan tidak memanggil kita untuk sekadar memperbaiki kantong lama, tetapi untuk menjadi ciptaan baru. Mari izinkan anggur baru dari KASIH dan kebenaran-Nya memenuhi hidup kita, dalam kantong yang baru, yang lentur, siap menampung karya besar-Nya.
*Pertanyaan refleksi:*
1. Apakah aku masih memakai “kantong lama” dalam cara berpikir dan bersikap?
2. Sudahkah aku membuka hati untuk dibentuk ulang oleh Tuhan melalui pertobatan dan puasa?
3. Bagaimana kesaksian hidupku mencerminkan transformasi sebagai murid Yesus?
4. Dalam kesaksian hidupku sehari-hari, apakah orang lain dapat melihat tanda-tanda bahwa aku adalah “kantong baru” yang memancarkan kasih dan kebenaran Kristus?
*Selamat berefleksi*🙏🙏





