mediasumatera.id – Dugaan kuat adanya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan di lembaga Bundesma Mutiara, Tanjug Raja, Saat Musyawara di Aula SKB Tanjung Raja Kamis(7/5/2026)
Acara Musyawara antar Desa(MAD)terjadi kejangalan dan Seluru Kedes dikecamatan Tanjung Raja mengatakan Bubarkan saja.
Saat awak Media datang di acara Musyawara terjadi perdebatan dengan pengurus Bundesma Mutiara, dalam beberapa tahun terakhir, lembaga ini diketahui mengalami kerugian yang cukup besar.
Yang menjadi sorotan utama adalah mines hilangnya dana mencapai ratusan juta rupiah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan jelas. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada indikasi penyalahgunaan wewenang, kebocoran dana, atau praktik yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Sampai seluru kepala Desa menyuarakan Bubarkan saja kalau terus menerus habis uang di yang dikelola pengurus Bundesma Mutiara kepaladesa desa Kerinjing Taufik mengatakan perwakilan kepaladesa
” Bundesma Mutiara kalau terus setiap tahun merugi duatahun Habis dana yang tersisa. Tapi kami seluru mewakili kepala desa setujunya di bubarkan tapi masih tetap di pertanggung jawab kan oleh pengurus cakmane setuju !! ,” ujar Taufik serentak semua kepala Desa mengatakan “Setuju”
Diduga pengelembungan biaya Oprasional Pengurus Bundesma Mutiara terlalu besar pengeluaran mencapai angka Rp302.082.700.
Kas yang tersisa di rekening di bulan April 2026 sisa uang di rekening masi Rp50.809.020 piutang konsumen Rp30.622.980.jadi saldo kas di tamba piutang berjumla.Rp81.432.000. Prinan rekening koran di bank Sumsel Babel halam 001.Tgl.6/5/2026. Saldo awal Rp16.512.574.00 saldo ahir.Rp.50.809.364.00.disinilah dugaan adanya penyimpangan yang membuat selalu merugi.

Total kelompok berjumla 36 dan Anggota 168 orang ahirnya Bundesma Mutiara dibubarkan dan saldo yang ada akan dibekukan,
Kepala desa Talang balai 1 Heri Muryanto mem epresiasi dan buat Uang yang ada di rekening bekukan dulu dan uang yang ada di nasabah di tagih kembali
” Saya berharap Uang yang ada di rekening untuk tidak di cairkan dulu / dibekukan uang yang ada di nasabah agar di tagih kembali kalau pembagian dana tersebut nanti di musyawarakan kembali, Untuk penagihan kami menyiapkan stap 2 orang dengan gaji yang sesuai kalau alamat masi tetap di kantor Budesma Mutiara. Kalau nasabah yang aktip menurut mereka 36 kelompok yang dipertanyakan adalah kelompok yang tidak aktif alias Fiktip,
Kalau dana awalnya itu lebih kurang sekitar 2 Milyar dari jaman Pmpm simpanpjam. Harapan kedepanya di perbaiki lagi semoga dengan adanya kejadian seperti ini supaya menjadi pelajaran bahwa dengan pengelola Uang itu harus tepat dan trasparan. Kita sepakat di bubarkan sesuai aturan ,”tutur Heri muryanto
Namun kepala Desa Talang Balai 1 Heri Muryanto mengatakan tidak hanya di bubarkan masitetap di pertangung Jawabkan karena masih bayak uang yang di pakai Nasabah.

” Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi yang memuaskan dari pihak pengurus terkait penyebab kerugian namun bukan hanya bubar masitetap tangung jawab pengurus karna masibayak uang di nasabah,”ujar Heri Mulyanto.
Menjadi kecurigaankuat di pengurus Bundesma Mutiara dan nasib dana yang hilang tersebut. Harapan pihak terkait pun Turun menuntut adanya pemeriksaan yang mendalam serta pertanggungjawaban yang jelas agar kasus ini dapat diselesaikan dengan tuntas transparan dan adil.
Sementara itu Direktur Bundesma Mutiara ibuk Dewi Masito mengatakan bahwa Bundesma Mutiara di bekukan. Terjadi Rekening dobel ada 2 rekening menurutnya itu arahan dari tenaga ahli (TA) dan harapanya semua nasabah bisa membayar
“Untuk semetara Bundesma Mutiara di bekukan dan saya berharap semua nasabah untuk membayar tunggakan nanti yang akan menagih nanti selepas dari kami ada 2 orang staff dan kedepan agar tidak ada besarnya pengeluaran dari pada pemasukan jadi agar tidak terjadi minus pendapatan karena operasional pengurus 7 Orang dan rekening ada 2 itu biar mudah transaksi boleh atau tidak boleh kami sudah kordinasi dengan Tenaga Ahli (TA),”Tutur Dewi Masito.(Junaidi)







