FIRMAN TUHAN SEBAGAI DASAR

FIRMAN TUHAN SEBAGAI DASAR

“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”

Senin, 02 Maret 2026

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai, sukacita, dan pengharapan dari-Nya menyertai langkah hidup kita hari ini. Kita percaya: kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan menyertai, menuntun, dan bekerja dalam setiap musim kehidupan kita. Bahkan ketika jalan terasa gelap, Tuhan sedang menyiapkan terang. Ketika kita lemah, Tuhan sedang menguatkan. Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi dan diingat oleh Tuhan.

Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.

“Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari padaKu, peringatkanlah mereka atas namaKu.” (Yehezkiel 3:17)

Kata “penjaga” yakni watchman dalam terjemahan bahasa aslinya adalah orang yang berjaga-jaga (Kej. 31:49). Selain itu penjaga juga diartikan sebagai seorang yang mengamati dengan seksama atau memperhatikan secara cermat tugas yang dipercayakan kepadanya (2 Raj. 9:17-20).

Jadi Yehezkiel sebagai seorang yang selalu dituntut dalam melaksanakan mandat Allah dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan hati. Sebagai penjaga tentu ia harus siap siaga dalam menerima Firman Allah yang disampaikan kepadanya untuk disampaikan kepada umat Israel.

Yehezkiel juga harus mendorong umat Israel memelihara iman mereka agar tetap dekat dengan Allah. Oleh karena itu, Yehezkiel tentu memiliki wewenang utama untuk memberi peringatan. Yehezkiel mengecam bangsa Israel ketika bangsa itu bersifat keji karena menyembah berhala sama seperti orang Samaria dan orang Sodom. Kehadirannya sebagai penjaga bagi umat Israel sejatinya adalah sebuah anugerah, namun bangsa itu cenderung tidak mendengarkan nubuat yang disampaikan kepada mereka. Meskipun demikian, Yehezkiel tetap giat melayani pekerjaan Allah sebagai nabi di Babel. Sikap Yehezkiel ini mengajarkan kita untuk tetap setia pada tugas dan panggilan kita dan bahkan berani meskipun tidak disukai.

Baca Juga :  Pj Bupati Apriyadi Kebut Tuntaskan Kendala Jaringan Listrik di Muba

Dalam kehidupan sehari-hari tentu saja kita pernah menjadi peran “penjaga”. Menjaga adik di rumah, menjaga sawah, menjaga keutuhan rumah tangga dan bahkan tanggung jawab yang lebih besar lagi.

Apakah kita menjadi “penjaga” yang bisa dipercaya dalam tugas dan tanggung jawab yang sudah diberikan kepada kita? Atau kita justru takut dalam menghadapi tantangan ataupun penolakan dalam menjalankan tugas kita sebagai “penjaga”?

Oleh karena itu melalui perikop kita hari ini, sebagai orang percaya kita diingatkan agar tetap setia pada tugas dan tanggung jawab apapun yang sudah dipercayakan kepada kita. Ketika kita diberikan tugas ataupun tanggung jawab, itu berarti kita diberikan kepercayaan. Karena itu tetaplah menjaga kepercayaan tersebut dengan melakukannya sepenuh hati sekalipun hal itu tidak akan disukai.

Sebab kadangkala demi “menjaga perasaan/hubungan” kita menutupi hal menyimpang yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya. Atau bahkan bersikap menutup mata pada penyimpangan hanya agar tetap disukai banyak orang. Oleh karena itu perikop ini mengingatkan kita untuk tetap berjalan pada apa yang Tuhan firmankan melalui setiap tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada kita. Mari kita melaksanakan segala sesuatunya berdasarkan Firman Tuhan.

Renungan:
Sejauh mana kita telah menjadikan Firman Tuhan sebagai patokan dasar atau fondasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita? Apakah keduanya berjalan dengan selaras?

Lagu:
KJ No. 376:1,3
“Ikut Dikau saja Tuhan”

Doa:
Ya Tuhan, berikanlah kami kekuatan dalam menjalankan firmanMu di setiap tugas dan tanggung jawab yang kami emban. Agar hidup kami tetap selaras dan sesuai dengan yang Tuhan kehendaki. Amin

Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.

Amin.

(VIP)