Ogan Ilir, mediasumatera.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir bergerak cepat meninjau dan memeriksa kondisi jembatan di Desa Sukarami, Kecamatan Pemulutan, yang dilaporkan mengalami kerusakan parah serta dikhawatirkan nyaris roboh, pada Jumat (8/5/2026).
Peninjauan di lokasi dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Ogan Ilir, Eko Randi, S.T., M.M., yang bertindak mewakili Kepala Dinas PUPR Kab. Ogan Ilir, Ruslan, S.T., M.M., M.T. Jembatan yang memiliki panjang sekitar 80 meter ini terlihat mengalami kerusakan cukup serius. Kondisi tersebut terlihat jelas dari adanya patahan pada bagian sisi jembatan serta perubahan struktur bangunan.

Menurut penjelasan Eko Randi, kerusakan tersebut utamanya disebabkan karena usia jembatan yang sudah tua, ditambah dengan pergeseran pada bagian penyangganya yang membuat struktur bangunan tidak lagi kokoh. Pihaknya langsung turun ke lokasi segera setelah menerima laporan dari masyarakat dan pemerintah desa setempat.
“Kami langsung turun ke lapangan hari ini setelah mendapat laporan. Penyebab utama kerusakan ini karena usia jembatan yang sudah lama, sehingga wajar jika kondisinya mulai rusak. Kami telah memeriksa kondisi di lokasi, dan rencananya akan segera dilakukan rehabilitasi sesuai harapan warga. Saat ini kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kepala Dinas untuk langkah penanganan selanjutnya,” ungkap Eko Randi.

Sementara itu, Kepala Desa Sukarami, Bastomi, menjelaskan bahwa kerusakan pada jembatan ini sebenarnya sudah terjadi sejak sekitar satu minggu yang lalu. Kerusakan semakin terlihat parah akibat derasnya arus air sungai yang menggerus bagian bawah jembatan, ditambah kondisi bangunan yang sudah berumur, mengingat jembatan ini sudah ada sejak tahun 2021.

“Kerusakan ini sudah ada sekitar satu minggu lalu. Arus sungai yang deras dan usia jembatan yang sudah ada sejak tahun 2021 membuat kondisinya memang sudah pantas diperbaiki, dan akhirnya rusak parah seperti sekarang. Harapan kami selaku perwakilan warga, pemerintah melalui Dinas PUPR dapat segera memperbaikinya. Jangan sampai sampai roboh, karena jembatan ini merupakan akses utama lalu lintas dan aktivitas warga sehari-hari,” tegas Bastomi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kerusakan masih dikaji lebih lanjut oleh tim teknis, apakah semata-mata karena faktor usia, erosi air sungai, atau pergerakan tanah di sekitar bantaran sungai. Mengingat kondisinya yang sudah cukup kritis, penanganan segera dinilai sangat diperlukan demi keselamatan dan kelancaran akses warga Desa Sukarami.
(Junaidi)






