Media Sumatera, Online. Palembang – Ikatan Alumni SMA Xaverius 2 (IKARIUS) Palembang bersinergi dengan PMI Provinsi Sumsel kembali menggelar kegiatan donor darah.
Di mana kegiatan Donor Darah biasanya sebelum pandemi masyarakat Palembang membutuhkan 5 ribu kantong darah setiap bulannya. Sekarang selama pandemi makin meningkat, yakni 7 ribu kantong darah per bulan. Maka, memasuki bulan puasa, PMI Prov Sumsel mengumpulkan darah sebanyak-banyaknya.

Karena saat puasa kesulitan mendapatkan donor dikarenakan umat muslim tidak donor darah saat puasa.
Kegiatan Donor Darah ini berlangsung pada hari Sabtu ( 26/3/2022) bertempat di gedung serbaguna Yayasan Santo Louis Komplek SMP Santo Louis / SMA Xaverius 2 Palembang Jalan Sukabangun 1 Km 6,5 Palembang dan berhasil mengumpulkan lebih dari 105 kantong darah.
Selanjutnya darah tersebut disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Sumsel Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua IKARIUS 2 Palembang Elisa Rahmawati Hatta SH didampingi Sekretaris Nyimas Heni S.Pd dan Bendahara Puspitawati.

Kegiatan Donor darah ini sebagai salah satu agenda pengurus Ikarius yang baru saja di lantik pada bulan ini. . Bernardus Paikun mewakili pengurus Yayasan Santo Louis dalam sambutan pembukaan menyampaikan sinergi antara alumni, sekolah , yayasan dan masyarakat luas dapat terwujud jika ada koordinasi. “ Membangun Sinergi”. Itulah kata kuncinya kata Paikun. Mendonorkan darah memiliki banyak manfaat di antaranya bisa merangsang sumsum tulang tetap keadaan aktif.
Darah yang didonorkan sekitar 350 cc akan digantikan dengan 350 cc darah baru yang mempunyai fungsi dan kekuatan lebih optimal guna mengangkut nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh sehingga tubuh secara umum akan terjaga kesehatannya.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah SMA Xaverius 2 Palembang Y Subardan, S.Pd mengatakan “Mendonorkan darah juga berguna untuk pemeliharaan fungsi jantung, sebab jumlah darah yang terlalu banyak dapat membebani jantung. Saat sumsum tulang panjang memproduksi sel darah, bukan hanya sel darah merah yang dibuat, tapi juga semua sel darah berserta komponennya,” ucap Subardan.
Ladiansyah Benhar sebagai Ketua Pelaksana dan juga ikut mendonorkan darahnya pada kegiatan ini mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat lainnya. “Ini sangat membantu proses pembelajaran dalam hal kegiatan sosial. Donor darah adalah bentuk keprihatinan kita semuanya atas kekurangan darah segar yang selalu dialami PMI. Untuk pendonor 100 pendonor pertama Panitia menyediakan bingkisan dan beras serta minyak goreng .” Kata Ladiansyah Benhar.
Dr Yakub dari PMI Provinsi Sumsel mengatakan bagi yang sudah biasa donor darah, sebaiknya dilakukan rutin yakni dua bulan sekali harus donor lagi. Orang mendonor darah, bukan hanya membantu bagi orang lain, tapi juga bermanfaat bagi dirinya sendiri. “Maka dari itu kegiatan ini sangat membantu saudara kita. Dan juga untuk menyetok darah selama bulan suci Ramadhan,” kata Dr Yakub.







