Media Sumatera, Online – Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sumsel (ForDes) Drs Bagindo Togar Butar Butar mengenai peingatan lahirnya pancasila dan dan relevansi seperti apa, pertama setealh era pak jokowi masih tebal-tebal tentang hari lahirmya pancasila polemik ada tanggal 1 juni ada juga tanggal 18 agustus, di jaman era pak jokowi cenderung diperingati tanggal 1 oktober, hari kesaktian pancasila. Pertama kita harus membedakan 3 hal terjadi tentang lahirnya kemudian masuk dalam konstitusinya atau konstikuantifnya, yang ketiga ujian bagi pancasila jadi 1 juni jelas kontak 5 didepan pintu PKI atau konstipusaka itu dihadapan para laskar jepang itu memaparkan yang jadi biduknya PKI menjadi andanya pancasila yang sebenarnya berbeda dengan yang sekarang dalam konsep aslinya yang 1 juni.
Pertama adalah kebangsaan, kedua perikemanusiaan dan nasionalisme, ketiga adalah tentang demokrasi, keempat keadilan sosial dan kelima, ketuhanan yang maha esa, jadi untuk konsep aslinya ketuhanan yang maha esa yang nomor 5 itu bukan menempatkan persoalan ketuhanan yang maha esa yang paling bawah tapi dinaungi pemahaman bung karno, maksudnya begitu, semua sila pertama di naungi, atau dalam bungkus ketuhana yang maha esa seiring perdebatan piagam jakarta dan lain-lain, yang diproses di PPKI, maka setara konstitusi di masukkan pada konstitusi 18 agustus di negara indonsia ini, kemudian dalam kontes perjalanan kita ada ujian maka ada gerakan-gerakan politik internal di negeri kita ini, orang-orang kesatuan kita ada yang perberontak dalam tanda kutib, akhinya pancasila membuktikan, pancasila sangat tepat sebagai ideologi bagi bangsadan bagi rakyat indonesia.
Sekarang bagaimana nilai-nilai ini kia tidak mempersoalkan urutan sila yng 1 juni tapi sudah kembali pada urutannya yang disepakati PPKI,
Dan Bagindo Togar menambahkan, apakah kita harus memegang teguh pancasila. Indonesia dengan luas yang begitu besar dan luas hanya 1 negara, ras kit bermacam-macam ratusan bahasa dan pulau dan juga suku bangsa dan tapi kita solid apa perekatnya yairu pancasila. Dan sampai saat ini brbagai macam tahun ujian di era orde lama, baru dan pasca reformsi kemarn dipemilu ada upaya pembelaan tapi itu ujian karena negara indonesia ini besar dan itu wajar dapat ujian supaya semakin kuat dan juga semakin bermartabat, kit sebagai bangsa, dan ujian ini akan terus berjalan sampai 2045 atau seratus tahun, dan ujian ini aka berjalan berjalan dalam versi baragam tampilan, tujuan, atau akan masih terjadi dalam ujian bangsa yang besar, bangsa yang mempunyai ideologi yang cukup mengakomodir dengan kelompok kepentingan yang ada dikelompok sosial, politik dan dll. Ynng ada di negara indonesia ini, dan sampai sekarang sangat terbukti dan sangat efektif bahwa pancasila ini bisa menjawab semua segala tantangan dan permsalahan untuk negeri ini supaya berkembang.
Bagaimana ada orang memandang sebelah mata untuk pancasila, itu adalah tantangan, namany ujian, bagaimaan ujian sosiaolime, kapitalisme, komunis. Ini ada petinggi negeri ini masyarakat, kaum-kaum terpelajar di indonesia ini begitu mampu mempertahankan negara ini dengan begagai macam kelompok-kelompok ideologi, politik, sosial, agama, ras, suku bangsa, itu luar biasa itu akan menjadi contoh diam-diam negara-negara lain cuman gengsi saja menilai pancasila ini sangat luar biasa.
Kita harus mengamalkan pancasila dan memperjuangkan pancasila ? iya karena kembalikan kepada kurikulum SD,SMP, SMA dan Kuliah, yang para DPR, DPRI itu dikembalikan lagi upacar bendera dan untuk para mahasiswa itu harus dikembalikan lagi mata kuliah pancasila, perinangatan-peringatan pancasila, 17 agustus dan terkait peringatan kebnagsaan itu dikembalikan dan jangan diabaikan. Dan negara yang nasionalisme yang tinggi yang paling maju dinegeri ini.







