Sabtu, 19 Juni 2021 8:34 WIB

Kejar Sekolah Tatap Muka, Vaksinasi Lansia Dialihkan untuk Guru Sumsel

Oleh : | Editor : Junaidi Hutauruk
Dibaca :404 kali dibaca | Durasi baca : 3 Menit

“Jadi hal-hal seperti pernyataan itu tidak perlu dilakukan, yang penting adalah sekolah mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan Protokol Kesehatan (Prokes), seperti Tempat cuci tangan, mementukan jarak bangku antar siswa, dan selalu sosialisasikan untuk tetap menerapkan 3M (Mencuci tangan, Menjaga Jarak, dan Memakai masker), saya rasa hal ini betul-betul diterapkan disekolah tatap yang akan dilakukan di sekolah,”

MEDIASUMATERA.ID-SUMSEL : Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan seluruh sekolah untuk mulai menerapkan belajar tatap muka pada13 Juli 2021 mendatang, syarat pembukaan sekolah tatap muka sendiri adalah, cakupan vaksin yang telah mencapai 100 persen untuk seluruh tenaga pengajar. (Kamis, 17-6-2021).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Fery Yanuar mengatakan sejauh ini vaksinasi terhadap guru baru mencapai 57,51 persen, untuk mengejar percepatan vaksinasi tersebut, mereka akan mengalokasikan vaksin untuk lansia kepada tenaga pengajar.

“Vaksin untuk lansia sekarang dialihkan dulu untuk guru karena mengejar target pembukaan sekolah,” kata Fery

Fery menjelaskan, vaksinasi untuk guru ini ditargetkan sudah mencapai 100 persen pada akhir Juni nanti, sejauh ini wilayah yang cakupan vaksinasi tertinggi adalah Kabupaten Muara Enim yang mencapai 89,86 persen. Sementara wilayah terendah cakupan vaksin adalah kota Pagaralam yang mencapai 20,52 persen. Keterlambatan vaksinasi untuk tenaga pengajar sendiri menurutnya akibat keterbatasan jumlah vaksin. Ungkap Fery

Untuk diketahui, Sumsel telah menerima sebanyak 1.060.700 dosis vaksin di mana 3.300 di antaranya adalah jenis Astra Zeneca. “Realisasi vaksinasi di Sumsel baru 67,08 persen, sisanya nanti akan dialihkan dulu untuk guru. (Dikutip dari Kompas.com). Vaksinasi untuk guru ini lebih lambat karena pendataan yang bermasalah, kemungkinan jumlah guru akan lebih banyak,” ujarnya.

Baca Juga :  Terjadi Di Deli Serdang, Jolok Mangga Dengan Bambu, Pelajar Tewas Kesetrum Listrik

Menurut Fery, vaksinasi untuk lansia akan kembali dilanjutkan setelah pemerintah pusat kembali mengirimkan vaksin ke Sumatera Selatan, namun saat ini ia belum mengetahui kapan vaksin akan kembali masuk ke Sumatera selatan, “Tetapi kemungkinan jumlahnya tidak akan terlalu banyak karena ada daerah lain yang lebih prioritas penanganan Covid-19,” ungkapnya.

“Saat ini, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan sudah hampir rampung, di mana dari 49.007 tenaga kesehatan yang menjadi sasaran vaksinasi sekitar 93,92 persen sudah menjalani vaksinasi dosis pertama. Sementara, untuk pelayan publik, dari 43.9477 orang yang menjadi sasaran vaksinasi sekitar 69,18 persen sudah divaksinasi dosis pertama, namun untuk vaksinasi kelompok lansia menjadi kendala. Dari  total 720.076 orang yang menjadi sasaran vaksinasi baru sekitar  10,16 persen yang divaksinasi.”

Di tempat yang berbeda, Junaidi Hutauruk, SH., yang merupakan Ketua Forum Jurnalis Peduli Pendidikan Indonesia (FJPPI) Sumatera selatan, mengatakan, keputusan Indonesia untuk mengembalikan anak-anak ke sekolah melalui Surat Keputusan Bersama empat Menteri sejalan dengan harapan sejumlah orang tua siswa. Saya sangat mendukung apa yang menjadi rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menargetkan seluruh sekolah mulai menerapkan belajar tatap muka pada 13 Juli 2021 mendatang.

Junaidi Menambahkan, Selama Dua tahun pandemi Covid-19, pembelajaran jarak jauh menimbulkan dampak sosial negatif yang berkepanjangan, seperti putus sekolah, penurunan capaian belajar, kekerasan pada anak, dan risiko eksternal lainnya. Seperti diketahui, sejak Juli 2020, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan sebagai bagian dari upaya menekan dampak negatif yang berkepanjangan akibat tidak terjadinya pembelajaran tatap muka.

“untuk rencana Pemerintah Provinsi Sumatera selatan menargetkan sekolah tatap muka di bulan juli mendatang kami mengharapkan semua guru pengajar mendapatkan vaksinasi agar bisa segera melakukan pembelajaran tatap muka.” Dan yang terpenting bagi orang tua siswa adalah anaknya dapat belajar dengan aman dan nyaman, maka dalam hal ini sekolah diminta betul-betul untuk tetap patuh dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) demi kesehatan bersama. Ungkapnya.

Baca Juga :  Aksi Sosial DPP Forum Sumsel Bersatu (FSB) "Peduli" Bantu Korban Kebakaran di Desa Pemulutan Ilir Ogan Ilir
Kejar Sekolah Tatap Muka, Vaksinasi Lansia Dialihkan untuk Guru Sumsel
Junaidi Hutauruk, SH., Ketua Forum Jurnalis Peduli Pendidikan Indonesia (FJPPI) Sumatera selatan

Junaidi Hutauruk, SH., berharap agar sekolah yang akan mulai menerapkan belajar tatap muka pada13 Juli 2021 mendatang tidak perlu lagi mengeluarkan form pernyataan, yang menyatakan kepada orang tua siswa, Setuju/tidak setuju dengan membubuhkan materai dan tanda tangan orang tua siswa, karena saya melihat hal seperti adalah suatu usaha untuk mencari pembelaan terhadap sekolahnya, dan melepaskan tanggung jawab terhadap dampak sekolah tatap muka dimasa pandemi covid-19. Harapnya.

“Jadi hal-hal seperti pernyataan itu tidak perlu dilakukan, yang penting adalah sekolah mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan Protokol Kesehatan (Prokes), seperti Tempat cuci tangan, mementukan jarak bangku antar siswa, dan selalu sosialisasikan untuk tetap menerapkan 3M (Mencuci tangan, Menjaga Jarak, dan Memakai masker), saya rasa hal ini betul-betul diterapkan disekolah tatap yang akan dilakukan di sekolah,” Harapnya.

Komentar

News Feed