TUNGKAL JAYA, mediasumatera.id – Koperasi Produsen Mandiri Jaya Makmur mencatat sejarah baru dalam pengembangan usaha berbasis koperasi di Indonesia.
Koperasi yang berada di Jalan Pembangunan, Desa Banjar Jaya, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba ini resmi melaksanakan penandatanganan akad kredit Termin I antara koperasi dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Dana tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mini berkapasitas 10 ton per jam milik PT Banjar Jaya Agro Mandiri (BJAM) yang merupakan unit usaha dari Koperasi Produsen Mandiri Jaya Makmur.
“Dengan adanya bantuan ini kami bisa melanjutkan pembangunan PKS yang sudah mencapai 30 persen,” jelas Ketua Koperasi, Purwo Pamungkas.
Dijelaskan Purwo pembangunan PKS ini menjadi tonggak penting karena merupakan pabrik kelapa sawit pertama yang dimiliki dan dibangun secara mandiri oleh koperasi di Kabupaten Muba.

“Program ini juga informasinya sebagai penyaluran pembiayaan pertama dari LPDB untuk pembangunan PKS koperasi di Indonesia,” jelasnya.
Purwo menjelaskan Pembangunan PKS sendiri ditargetkan selesai serta mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Ia mengunngkapkan, Jika sudah beroperasi PKS tersebut akan mengolah Tandan Buah Segar (TBS) milik anggota koperasi serta petani swadaya di sekitar wilayah Tungkal Jaya.
*Pasokan bahan baku selain dari kebun anggota koperasi sendiri seluas 1000 ha juga akan di dukung oleh kebun swadaya masyarakat sekitar yang di koordinir oleh KDMP Desa Banjar Jaya juga KDMP Desa Sidomulyo, sehingga total luasan kebun kelapa sawit mencapai 2.400 ha,” jelasnya.
Menurut Purwo luasan lahan tersebut sudah lebih dari cukup untuk memasok bahan baku pabrik PKS ini.
Purwo menjelaskan dengan adanya pabrik PKS ini, petani diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih dekat, biaya distribusi lebih rendah, serta kepastian harga jual yang lebih baik.
“Selama ini Koperasi Produsen Mandiri Jaya Makmur dikenal sebagai produsen TBS sawit. Melalui pembangunan PKS mini, koperasi akan naik kelas menjadi pelaku usaha hilirisasi sawit,” terangnya.
Purwo mengungkapkan selain menghasilkan Crude Palm Oil (CPO), pabrik juga akan memproduksi berbagai produk turunan dan produk samping lainnya seperti: High Acid Crude Palm Oil (HACPO), Kernel atau inti sawit, Cangkang sawit, Minyak kotor sawit (miko), Fiber sawit, Solid sawit.
“Kami yakin langkah ini meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus memperkuat pendapatan petani anggota koperasi,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Banjar Jaya, Eji Sukaeji, dikofirmasi harianmuba via telfon menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan PKS tersebut.
“Kami sangat mendukung, karena keberadaan pabrik akan memberikan banyak manfaat yang baik bagi masyarakat dan pemerintah desa,” jelasnya.
Kades mengungkapkan salah satunya adalah meningkatkan serta menjaga stabilitas harga TBS sawit.
“Selain itu, risiko penyusutan hasil selama proses pengangkutan juga dapat ditekan karena tidak perlu lagi dikirim ke pabrik yang lokasinya jauh,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eji menjelaskan dampak lain keberadaan PKS bisa menambah pendapatan asli desa (PAD) karena rencanaya 20 persen keuntungan masuk ke PAD Banjar Jaya.
“Lahan yang digunakan untuk pembangunan PKS merupakan fasilitas desa yang telah mendapatkan persetujuan Pak Bupati, nah kerja sama ini desa nantinya mendapat 20 persen dari keuntungan yang masuk ke PAD,” paparnya.
Dengan adanya tambahan pendapatan tersebut, Kades mengungkapkan bisa membuat wilayahnya jadi Desa Mandiri, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap dana desa atau bentuk bantuan lainnya untuk pembangunan di desa.
“Ke depan pembangunan desa bisa lebih mandiri karena sumber dananya semakin kuat. Tinggal dimusyawarahkan bersama untuk menentukan program prioritas yang akan dilaksanakan,” katanya.
Kades menjelaskan Keberadaan PKS milik koperasi ini juga dinilai sejalan dengan semangat penguatan ekonomi kerakyatan dan kemandirian desa yang terus didorong pemerintah pusat.
“Jika berjalan sesuai target, PKS Koperasi Produsen Mandiri Jaya Makmur akan menjadi model pengelolaan industri sawit berbasis koperasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia,” tutupnya.







