Masyarakat Keluhkan Tarif Angkutan

Masyarakat Keluhkan Tarif Angkutan

Media Sumatera, Online. Muara Enim – Belum lama pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Pertalite, tarif angkutan umum di Kabupaten Muara Enim seperti angkutan travel Semendo-Palembang dan angkutan pedesaan Muara Enim-Semendo, mengalami kenaikan tarif alias ongkos.

Salah satu warga Desa Aremantai, Syakir (28) mengatakan, beredar informasi mengenai kenaikan tarif travel Semendo-Palembang, dari semula Rp150 ribu menjadi Rp170 ribu. Sementara, angkutan pedesaan Muara Enim-Semendo, semula Rp35 ribu naik menjadi Rp50 ribu.

Hal ini, kata dia, tentu sangat memberatkan penumpang yang ingin bepergian mengunakan jasa travel. Malah beberapa desa ada ongkosnya mencapai Rp200 ribu per orang. “Ya harapannya pemerintah kembali memikirkan dampak kenaikan BBM ini,” ujarnya, Sabtu (10/09/2022).

Warga lainnya, Barak (24) menganggap kenaikkan BBM yang berdampak pada kenaikan tarif angkutan tidak wajar, karena berbanding jauh dengan harga sebelumnya. “Saya tidak tahu apakah soal tarif angkutan ini ada ketentuan atau aturan yang mengaturnya, kenaikan ini menyiksa,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Transportasi dan Angkutan Darat, Ahmad Junaini mengatakan, kalau dari Pemkab Muara Enim sendiri belum ada rapat membahas masalah penyesuaian tari angkutan umum pedesaan dan perkotaan. “Akan dirapatkan nanti karena akan dihitung dahulu seberapa besaran kenaikan tersebut,” ujarnya. Peraturan Bupati Muara Enim nomor 45 tahun 2013 tentang tarif angkutan penumpang umum dalam Kabupaten Muara Enim, tarif anggota penumpang umum dalam kabupaten Muara Enim berjarak maksimal 6 km Rp2.200 per penump- ang untuk tarif pelajaran mahasiswa dikenal tarif khusus sebesar 50% dari tarif angkutan penumpang umum.

“Sesuai Pasal 4 pemilik kendaraan angkutan penumpang umum dilarang menaikkan tarif angkutan di luar ketentuan yang telah ditetapkan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dikenakan saksi administrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku peningkatan pertama peringatan kedua pencatatan izin trayek dan izin usaha angkutan,” jelasnya.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Menyerahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam