Selasa, 23 Juli 2024

Mawardi-Anita Tak Perlu Borong Kursi Parpol, Bagindo: Fokus Konsolidasi

Mawardi-Anita Tak Perlu Borong Kursi Parpol, Bagindo: Fokus Konsolidasi

Palembang, mediasumatera.id – Bakal Calon Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya dan pasangannya Dr Hj RA Anita Noeringhati SH MH diingatkan untuk tidak jemawa memborong Parpol pengusung maju Pilkada Sumsel 2024.

“Jangan berlebih, over pede. Kalau sudah mencukupi aja 15 kursi cukup sudah. Gerindra (11 kursi) dengan Golkar (12 kursi) itu saja sudah dapat 23 kursi.

Sudah cukup,” kata Pengamat Politik Drs Bagindo Togar Butar Butar , Selasa (14/5/2024).

Menurutnya, tinggal fokus bagaimana mengkonsolidasi dua tokoh tadi. Tidak usah lagi berpikir mengejar partai lain. Nanti akhirnya terkesan kepedean, pongah yang dikhawatirkan akan mengganggu komunikasi politik dengan parpol dan paslon yang lain.

“Fokus tidak usah lagi dengan partai lain, Golkar dan Gerinda sudah menjadi kekuatan besar. Apalagi dua partai ini sekarang di Sumsel cukup besar perolehan kursinya,” ungkap Bagindo, Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya.

Apalagi Partai Golkar kata Bagindo, mesin partai politiknya terbaik dari semua partai. Yakni Golkar, PDIP, dan Gerindra.

“Jadi jangan berlebihan ada PAN, Partai Golkar, PKB, Gerindra, dan partai non parlemen. Ini dipinggirkan saja. Cukup saja dua, Gerindra dan Golkar, fokus konsolidasi saja,” ujarnya.

Sekarang ini yang paling penting dua tokoh ini berlatarbelakang dari Parpol, dari Gerindra dan Golkar. Dengan kursi dari dua parpol ini sudah memenuhi syarat mengusung menuju Pilgub nanti.

“Mohon maaf kadang latah fenomena dimana-mana seolah-olah mendapatkan dukungan parpol sebanyak-banyaknya akan mengurangi kekuatan lawan,” ujar mantan Ketua IKA FISIP Unsri.

Ia menyebut saat kita mengurangi kekuatan lawan, justru lawan juga akan menyusun kekuatannya. Terkadang dengan memborong partai seolah dianggap mampu berkomunikasi, mampu merekrut jumlah kursi yang banyak.

Ia mengingatkan agar jangan merasa sebelum masuk arena sudah bisa mengalahkan lawan. Ada upaya menjegal lawan masuk ke arena dengan memborong partai.

Ini ketakutan yang berlebihan. Tidak gentlemen menjegal lawan politik agar tidak bisa masuk arena. Walaupun ini sah-sah saja. Hanya saja ini tidak elegan.

Baca Juga :  MENGAPA DI UJUNG KEKUASAANNYA, JOKOWI MASIH SANGAT POPULER?

Seperti Herman Deru – Cik Ujang cukuplah diusung Partai Nasdem (10 kursi) dan Partai Demokrat (8 kursi) saja.

Kemudian Heri Amalindo – Popo Ali dengan PDIP (9 kursi) dan partai lain hingga cukup 15 kursi masuk juga ke arena.

Sebelumnya pernah beredar postingan beberapa grup whattaspps tersebar kabar Mawardi Yhya yang merupakan Dewan Pembina DPP Partai Gerindra ini bakal diusung 5 partai ini.

1. Gerindra, 2. Golkar, 3. PKS, 4. PKB, 5. Hanura

Ini setelah santer isu koalisi MAHAR (Mawardi-Harnojoyo) bubar pasca mantan Walikota Palembang yang juga mantan Ketua DPC Partai Demokrat Palembang ini tidak dapat mendapatkan restu DPP Partai Demokrat.

Tiket partai berlambang Mercy ini sudah dipegang oleh mantan Bupati Lahat H Cik Ujang SH yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel dan siap menerima pinangan untuk menjadi pasangannya H Herman Deru SH MM.

Sedangkan informasi yang berkembang upaya Harnojoyo untuk mendapatkan tiket ke partai lain seperti Golkar juga terhalang

dengan aturan partai tersebut bakal mengusung internal kader partainya, Anita Noeringhati, Singa Betina Parlemen.

“Belum tentu on proses (soal lima parpol pengusung). Langkah-langkah politik masih dilakukan,” kata Panglima Perang Tim Pemenangan MAHAR, Ir H Syahrial Oesman MM

ketika dikonfirmasi terkait isu mantan Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya bakal berpasangan dengan Ketua DPRD Sumsel Dr Hj RA Anita Noeringhati SH MH yang juga Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumsel.

Sebelumnya Gubernur Sumsel 2003-2008 masih belum bisa memastikan kebenaran kabar bubarnya koalisi pasangan MAHAR.

“Belum saatnya karena keputusan politik antara Pak Mawardi dengan Pak Harnojoyo belum terjadi. Itu saja yang bisa saya sampaikan.

Mungkin dalam waktu dekat ada bagaimana pisah atau tidaknya. Bisa jadi bisa tidak. Kalau terjadi tidak berpasangan, Pak Harnojoyo tetap membantu Pak Mawardi dengan latarbelakangnya,” kata SO.

Sinyal Bakal Calon Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya bakal maju Pilkada Sumsel 2024 menguat mengantongi 29 kursi dari 3 partai besar.

Baca Juga :  Hilirisasi Jokowi Jaminan Kedaulatan dan Prasyarat Indonesia Maju 2045, Dilanjutkan Prabowo Gibran

Bahkan mantan Wakil Gubernur Sumsel yang dikabarkan bakal beralih menggandeng Ketua DPRD Sumsel Dr Hj RA Anita Noeringhati SH MH untuk menjadi wakil pasangannya ini masih berpeluang mendapat tambahan perahu Parpol lainnya.

Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel MATAHATI (Mawardi Yahya - Anita Noeringhati) berfoto dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Dr. Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., di ruang kerjanya, Senin (13/5/2024).
Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel MATAHATI (Mawardi Yahya – Anita Noeringhati) berfoto dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Dr. Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., di ruang kerjanya, Senin (13/5/2024). 

Seperti diketahui Pilkada tahun 2024 memiliki syarat dan ketentuan sesuai dengan amanat undang – undang Nomor 10 tahun 2016,

partai politik dapat mendaftarkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dengan menggunakan persentasi akumulasi jumlah kursi hasil pemilu terakhir

dengan persentase 20 persen dari jumlah kursi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). DPRD Sumsel sendiri memiliki 75 kursi.

“Alhamdulillah mudah-mudahan koalisi KIM (Koalisi Indonesia Maju) sudah ada 3. Gerindra, Golkar dan PAN juga mungkin ada partai yang lain tapi masih menunggu proses lobi politik.

Yaa, kita sama-sama tunggu dinamika politik kedepan,” ungkap Panglima Pemenangan Tim MAHAR (Mawardi – Harnojoyo) Ir H Syahrial Oesman MM.

Jika dijumlahkan setidaknya mantan Bupati Ogan Ilir dua periode ini bakal mengantongi 29 kursi itu DPRD Sumsel 2024-2029, yakni dari Partai Golkar 12 kursi, Partai Gerindra 11 kursi, dan PAN (Partai Amanat Nasional) 6 kursi.

“Alhamdulillah sudah kita prediksi sejak awal dulu. Keberhasilan Pak Mawardi untuk memenangkan Prabowo. Kalau Prabowo menang, Pak Mawardi sudah punya elektoralnya naik dan DNA-nya jelas DNA Presiden Terpilih, Partai Gerindra,” kata Gubernur Sumsel periode 2003-2008.

Syahrial menyambut baik menanggapi pernyataan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) yang memberi sinyal bakal mendukung Mawardi Yahya.

“Itu bagus Alhamdulillah sinyal Pak Zulhas bahwa PAN ke Pak Mawardi. Itu berarti sudah tiga partai. Selain itu partai non parlemen,” pungkasnya.