PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Memasuki tahun 2026, di awal bulan Januari ini, GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar kembali mengadakan Ibadah Minggu Set Tahun Baru pada hari Minggu, 04 Januari 2026 dengan penuh hikmat dan sukacita, meskipun proses renovasi rumah Tuhan masih berlangsung. Jemaat tetap hadir dengan hati yang rindu memuji Tuhan, semangat dan sukacita jemaat tidak surut untuk beribadah dan memuliakan nama Tuhan.
Ibadah diawali dengan nyanyian Kidung Jemaat yang dilantunkan oleh seluruh jemaat, diiringi dentingan organ yang dimainkan penuh sukacita oleh Amang JP Sinaga. Setiap nada membawa suasana teduh dan menuntun jemaat masuk lebih dalam ke hadirat Tuhan. Liturgi dipimpin oleh Amang Pnt. A Lubis, dengan pembacaan epistel dari Mazmur 147:12-20, yang menegaskan tentang pujian dan syukur kepada Tuhan atas pemeliharaan, perlindungan, dan penyataan firman-Nya kepada umat-Nya, khususnya kepada Yerusalem/Israel.
Khotbah Minggu Set Tahun Baru disampaikan oleh Amang Andres Siringoringo, S.Th, dengan tema: “Dari Kepenuhan-Nya Kita Menerima Kasih Karunia” (Yohanes 1:10-17).
Umat Kristen diajak untuk kembali merefleksikan makna kehadiran Yesus Kristus dalam kehidupan pribadi. Dalam penyampaian firman yang disampaikan kepada jemaat, ditegaskan bahwa respons manusia terhadap Kristus pada dasarnya terbagi dua: menerima atau menolak kehadiran-Nya.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa meskipun Yesus Kristus adalah Sang Juru Selamat dan Pencipta dunia, tidak semua orang menerima kedatanganNya. Bahkan bangsa Israel, yang dikenal sebagai umat pilihan Allah, menolak Mesias yang telah lama dinantikan. Kenyataan ini menjadi cermin bagi umat percaya masa kini untuk menilai kembali iman dan sikap hidup mereka.
Kristus, Firman yang Menjadi Manusia
Yesus Kristus hadir ke dunia sebagai Firman yang menjadi manusia, agar Allah dekat dengan umatNya. Inkarnasi Kristus menunjukkan kasih Allah yang nyata dan menyentuh kehidupan manusia. Namun demikian, Injil Yohanes mencatat bahwa penolakan terhadap Kristus tetap terjadi, bahkan hingga masa kini.
Dalam Injil Yohanes pasal 1 ayat 15, Yohanes Pembaptis memberi kesaksian bahwa Yesus adalah Sang Mesias yang telah ada sebelum segala sesuatu. Kristus merupakan pernyataan Allah yang sempurna dalam rupa manusia. Setiap orang yang menerimaNya dan percaya kepada-Nya dilahirkan kembali secara rohani sebagai anak-anak Allah.
Makna Kelahiran Baru dalam Kehidupan Orang Percaya
Kelahiran baru bukan sekadar pengakuan iman secara lisan, melainkan perubahan menyeluruh atas hati, pikiran, dan tindakan. Injil Yohanes menekankan bahwa kelahiran baru berasal dari Allah melalui iman kepada Yesus Kristus.
Tahun 2025 yang telah dilalui menjadi masa penuh dinamika, baik sukacita maupun pergumulan. Umat juga diingatkan pada berbagai bencana yang terjadi, yang mengajak setiap orang untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan yang masih diberikan hingga memasuki tahun 2026.
Iman Teguh Menghadapi Tantangan Zaman
Memasuki tahun yang baru, jemaat diajak untuk tetap memelihara iman yang teguh di tengah tantangan dan pencobaan hidup. Keyakinan disampaikan bahwa bersama Yesus Kristus, umat percaya mampu melewati berbagai kesulitan dengan pengharapan dan kekuatan dari Tuhan.
Firman Tuhan juga menegaskan pentingnya menjaga fokus keselamatan agar tidak bergeser dari inti pemberitaan Injil. Tugas orang percaya setelah mengalami kelahiran baru adalah memberitakan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Juru Selamat, Penebus dosa manusia, dan sumber hidup kekal.
Pengenalan Pribadi akan Kristus
Sebagai anak-anak Allah, umat percaya dipanggil untuk mengenal Kristus secara pribadi dan mendalam. Pengenalan tersebut tidak berhenti pada aktivitas keagamaan, tetapi tercermin dalam ketulusan hati, sikap hidup, serta penerapan kasih karunia dalam kehidupan sehari-hari.
Ilustrasi sederhana tentang seseorang yang rajin beribadah dan melayani, namun belum tentu melakukannya dengan hati yang sungguh, menjadi pengingat bahwa iman tanpa ketulusan berisiko kehilangan makna rohaninya.
Kasih Karunia dan Hidup yang Kekal
Kasih karunia Allah, yang dalam bahasa Ibrani disebut kḥen, merupakan anugerah Allah yang diterima manusia melalui iman. Kasih karunia tersebut mengarahkan umat percaya pada kehidupan yang mencerminkan kasih, pengampunan, dan ketaatan kepada Kristus.
Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16 kembali ditegaskan sebagai dasar iman Kristen: kasih Allah yang besar dinyatakan melalui pengorbanan Yesus Kristus, agar setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Doa dan Pengharapan Tahun 2026
Kegiatan perenungan ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidup sepanjang tahun 2026. Doa juga dinaikkan bagi mereka yang sakit, pelayanan gereja, serta berbagai kebutuhan jemaat, agar kasih dan kuasa Tuhan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui refleksi ini, umat diajak untuk sungguh mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai Sang Juru Selamat dan Pemilik zaman, serta hidup setia dalam iman di sepanjang tahun yang baru.
Pelayanan Ibadah:
- Warta Jemaat & Doa Syafaat:Amang Pnt. R Lumbantobing
- Song leader/ Pujian:Grace dan Aprida
- Organis:Amang J.P Sinaga
- Persembahan:Amang Pnt. P.H Turnip & Amang C.Pnt. Victor Asido Elyakim P.
- Penerimaan Tamu:Amang U. Marpaung & Inang C.Pnt. P br Simbolon

Ibadah diakhiri dengan penuh syukur. Wajah-wajah jemaat yang pulang membawa sukacita dan semangat baru menjadi kesaksian bahwa kasih Tuhan terus bekerja, membangun bukan hanya gedung gereja, tetapi juga hati umat-Nya.

Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:
Rekening Donasi:
🏦 Bank: Bank SUMUT
💳 Nomor Rekening: 22002040465521
📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel
Setiap dukungan yang diberikan, baik besar maupun kecil, akan sangat berarti bagi pembangunan rumah Tuhan. Tuhan memberkati setiap tangan yang memberi dengan sukacita.
“Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kita lebih besar dari segala allah. Tetapi siapakah yang mampu mendirikan rumah bagi-Nya, karena langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku mampu mendirikan rumah bagi-Nya, kecuali hanya untuk membakar korban di hadapan-Nya?”
(2 Tawarikh 2:5-6)
Soli Deo Gloria.
(VIP)







