Kamis, 13 Juni 2024

Menjadi Kaya Dihadapan Allah

Menjadi Kaya Dihadapan Allah

Media Sumatera, Online – Pada hari ini kita memasuki hari Minggu Biasa ke XXVI. Dan bacaan Injil hari ini dilisahkan tentang Orang Kaya Dan Lazarus Yang Miskin (Luk. 16: 19 – 31).

Kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin sebenarnya mau menggambarkan dua kondisi hidup manusia, dengan konsekuensi yang akan dialami.

Artinya bahwa tidak selamanya orang kaya mengalami penderitaan hidup diakhirat, dan tidak selamanya orang miskin akan mengalami hidup bahagia di akhirat.

Yang dimaksudkan disini adalah bahwa orang kaya pun memiliki kesempatan untuk masuk surga, manakala ia memiliki sifat murah hati dalam menggunakan kekayaan atau hartanya, dengan suka berbagi, suka memberi, suka membantu atau menolong sesama yg berkekurangan, peduli atau peka dengan kebutuhan orang di sekitarnya.

Jika demikian, maka dia tidak hanya kaya secara materi, tetapi juga kaya secara rohani. Dan jarang sekali orang kaya secara materi dan kaya secara rohani.

Orang yang kaya secara rohani, pasti orangnya murah hati, tidak kikir, tidak pelit, suka berbagi, suka memberi, mengapa? Karena dia sadar bahwa kekayaannya adalah titipan dari Tuhan.

Itu artinya kekayaannya bukan hanya miliknya semata, tetapi milik Tuhan, yang hadir dalam diri orang miskin.

St. Vincentius a Paulo pelindung perutusan frater Bunda Hati Kudus, memandang si miskin sebagai tuannya yang harus di layani.

Sebab, dengan melayani Orang miskin berarti melayani Kristus (bdk. Konstitusi psl.68). Jika itu yang terjadi, maka orang kaya memiliki peluang yang besar untuk masuk surga.

Sebaliknya, tidak selamanya orang miskin masuk surga. Dia bisa saja masuk neraka, manakala dalam kemiskinan dia tidak mengandalkan Allah dalam hidupnya.

Artinya dia miskin mungkin dia malas berusaha, malas bekerja, malas berdoa, malas berekatisti, malas kebaktian, ke gereja, malas sholat ke masjid, akibatnya dia miskin.

Baca Juga :  Ana Yohana Dilantik Kepala SD Xaverius 2 Palembang

Orang seperti tidak mungkin masuk surga, melainkan masuk neraka.

Namun, dia sudah berusaha, sudah bekerja dan rajin berdoa, dllnya, tetapi selalu menolong, membantu sesama dan memberi dari kekukurangannya, maka iapun bisa masuk surga.

Dengan demikian, baik orang kaya maupun orang miskin memiliki kesempatan yang sama untuk masuk surga, dengan syarat atau ukurannya adalah kaya secara rohani dihadapan Allah.

Kaya secara harta atau materi bisa menjadi sarana untuk memperoleh kekayaan surgawi, ketika kita dengan ikhlas dan murah hati rela berbagi atau memberi kepada mereka yang miskin atau berkekurangan.

Ingat jangan tunggu kita kaya baru berbagi, tetapi kita bisa berbagi atau memberi dari kekurangan kita.

Editor: Fitriani