Opini  

Opini HUT Pramuka 14 Agustus

Opini HUT Pramuka 14 Agustus

mediasumatera.id – PRAMUKA (Praja Muda Karana) berarti jiwa anak suka bekerja adalah suatu proses pendidikan oleh orang dewasa yang bertanggung jawab dilaksanakan di luar sekolah, lingkungan rumah guna mencapai prinsip-prinsip dasar tertentu (Permendikbud No. 63 ) Pramuka lahir di Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961. Maka sejak itu, 14 Agustus dikenal sebagai Hari Pramuka. .Dalam sejarahnya, Pramuka yang berarti Praja Muda Karana merupakan organisasi pramuka yang terkenal tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Boden Powell, bapak pramuka dunia, melihat kepramukaan sebagai sarana mendidik

Tema utama peringatan Hari Pramuka ke-62 tahun 2023 ini adalah adalah “DENGAN PERINGATAN HARI PRAMUKA KE-62, MARI KITA WUJUDKAN SDM YANG PROFESIONAL DAN BERWAWASAN KEBANGSAAN”.  Bahwa sumber daya manusia yang ada masih jauh dari yang kita harapkan. Selain itu pemahaman tentang bangsa juga sangat penting agar nilai-nilai kebangsaan kita tidak luntur, sekaligus menanamkan jiwa kebangsaan, cinta tanah air dan semangat bela negara; apalagi sekarang kita akan menghadapi tahun politik, semoga persatuan dan kesatuan gerakan pramuka tetap kokoh dan menjadi garda terdepan untuk menyatukan persatuan dan orisinalitas bersama. Diakui, jumlah personel dalam gerakan Pramuka, khususnya para pemimpin Pramuka dan pembina Pramuka, sangat terbatas. Oleh karena itu, peningkatan jumlah dan kualitas pembina dan pembina Pramuka harus terus ditingkatkan.Sampai saat ini, Pramuka telah dikenal luas oleh masyarakat, meskipun sebelumnya Pramuka merupakan kegiatan wajib di sekolah-sekolah.

Jambore dan aneka kegiatan Kepramukaan

Kegiatan pramuka dapat mengajarkan siswa untuk bekerja dengan orang
berbeda dalam pemecahan masalah, memiliki pikiran yang bahagia membantu menjadi pribadi yang tangguh, berani dan percaya diri. Pramuka juga melatih siswa untuk disiplin dan bertanggung jawab. dan karakter. Melakui kegiatan perkemahan dalam bentuk jambore yaitu  pertemuan Temu Pramuka dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka dari tingkat ranting hingga Nasional. Bahkan di seluruh dunia, diadakan kegiatan serupa yang biasa dikenal dengan World Scout Camp. Pertemuan di Perkemahan Dunia Berkembang diadakan pada tahun 1920 di Inggris. Dan sejak saat itu, World Camp telah diselenggarakan sebanyak 28 kali.  Pada saat itu, kata Jambore berarti pertemuan besar yang riuh. Baden-Powell pernah bertanya-tanya mengapa dia memilih “jambore”. Namun, dalam Pramuka, secara umum diyakini bahwa kata tersebut diciptakan oleh Baden-Powell. Kata tersebut diperkirakan memiliki sejumlah asal, dari bahasa Hindi ke bahasa Swahili hingga dialek penduduk asli Amerika.

Baca Juga :  Jatuh Bersepeda, Ditolong Polisi Ternyata Yang Ditolong Seorang Jenderal

Kata Jambore juga dianggap terkait dengan kata Corroboree, istilah Aborigin Australia untuk pertemuan yang bising di malam hari atau gangguan. Sumber lain juga mengatakan bahwa kata Jambore berasal dari kata Swahili halo, jambo, karena waktu yang dihabiskan di sana.  Pada Perkemahan Dunia pertama di Olympia pada tahun 1920, Baden-Powell mengatakan orang-orang memberi arti yang berbeda pada kata tersebut, di Indonesia  tahun ini juga akan ada beberapa acara nasional, antara lain Raimuna Nasional, Perkemahan Satuan Bakti Husada (Pertisaka) Nasional, Kongres Kepramukaan Gerakan Pramuka dan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka di Banda Aceh Provinsi Aceh. Kata jambore digunakan untuk merujuk pada pertemuan kecil, lokal atau internasional.Sedangkan di Indonesia, istilah Jambore Nasional  lebih sering digunakan.

Mengajarkan Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter didefinisikan oleh UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 yang secara jelas menyebutkan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan, membentuk kepribadian bangsa yang berakhlak dan beradab untuk pendidikan dalam kehidupan berbangsa. Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan bertanggung jawab, warga negara yang demokratis. Kegiatan pramuka dapat mengajarkan siswa untuk bekerja sama dengan orang lain untuk memecahkan masalah, memiliki jiwa yang gembira sehingga membantu menjadi pribadi yang tangguh, berani dan percaya diri. Pramuka juga melatih siswa dalam semangat, kedisiplinan dan tanggung jawab. Tidak ada kata terlambat untuk belajar bertahan dari perjuangan menjadi generasi muda yang cerdas, cakap dan berani.

Kegiatan pendidikan luar sekolah dilaksanakan dalam bentuk yang menarik, merangsang dan menyenangkan. Pramuka merupakan upaya untuk membentuk karakter dan kepribadian generasi muda. Pramuka merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang kemungkinan ada pada semua usia. merupakan banteng dalam pendidikan dan pembinaan generasi muda yang memiliki jiwa tangguh, terampil, cerdas dan disiplin.  Dalam kegiatan kepramukaan tidak hanya penting isi dan isi pelajaran, tetapi juga isi pelajaran. Bagaimana dapatkah kita menghasilkan dan memelihara sikap dan tindakan yang benar? membentuk kepribadian dan kekuatan fisik seseorang, yang tercermin dari cara kelompok atau kelompok bekerja sama untuk bekerja sama dalam suatu kelompok untuk mencapai tujuan yang sama. SELAMAT HARI PRAMUKA KE-62. SALAM PRAMUKA .

Baca Juga :  Bersama Warga, Polresta Deli Serdang Gelar Jum'at Curhat

 

 

.