PEMIMPIN YANG MENYENANGKAN HATI TUHAN

PEMIMPIN YANG MENYENANGKAN HATI TUHAN

“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”

Sabtu, 28 Februari 2026

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai, sukacita, dan pengharapan dari-Nya menyertai langkah hidup kita hari ini. Kita percaya: kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan menyertai, menuntun, dan bekerja dalam setiap musim kehidupan kita. Bahkan ketika jalan terasa gelap, Tuhan sedang menyiapkan terang. Ketika kita lemah, Tuhan sedang menguatkan. Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi dan diingat oleh Tuhan.

Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah.” (Titus 1:7)

Setiap orang percaya rindu hidup yang menyenangkan hati Tuhan. Kerinduan ini menjadi semakin penting ketika seseorang dipercayakan untuk memimpin. Dalam Titus 1:7, Rasul Paulus menegaskan bahwa seorang penilik jemaat adalah “pengatur rumah Allah”. Ungkapan ini menunjukkan bahwa pemimpin gereja bukanlah pemilik, melainkan pengelola yang menerima kepercayaan besar dari Tuhan untuk menjaga, merawat, dan membangun kehidupan jemaat.

Paulus menekankan bahwa syarat utama seorang pemimpin bukanlah kepandaian, jabatan, atau kemampuan mengatur, melainkan karakter hidup. Seorang pemimpin yang menyenangkan hati Tuhan adalah mereka yang hidup tidak bercacat, tidak angkuh, mampu menguasai diri, tidak dikuasai amarah, dan tidak serakah. Semua ini menegaskan bahwa kepemimpinan Kristen harus lahir dari kehidupan yang takut akan Tuhan.

Dalam kenyataan sehari-hari, kepemimpinan sering kali disalahgunakan untuk mencari kehormatan diri, kuasa, atau keuntungan pribadi. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa pemimpin sejati adalah pelayan. Ketika seorang pemimpin mau merendahkan hati dan menempatkan kehendak Tuhan di atas kepentingan pribadi, kepemimpinannya akan membawa damai, pertumbuhan iman, dan kesatuan dalam jemaat.

Baca Juga :  Aku Telah Melihat Tuhan

Firman ini juga menjadi cermin bagi setiap kita. Walaupun tidak semua orang memegang jabatan resmi di gereja, setiap orang percaya dipanggil untuk memimpin dalam lingkupnya masing-masing: di keluarga, di tempat kerja, dan di tengah masyarakat. Cara kita bersikap, berbicara, dan mengambil keputusan setiap hari dapat menjadi kesaksian tentang apakah hidup kita sungguh menyenangkan hati Tuhan.

Sebagai warga GKPI yang mencintai Tuhan, marilah kita terus berdoa agar Tuhan membentuk para pemimpin gereja kita dengan hati yang takut akan Dia. Kiranya Tuhan juga menolong kita semua untuk hidup dengan integritas, kerendahan hati, dan kasih, sehingga melalui hidup dan pelayanan kita, nama Tuhan dipermuliakan.

Renungan:
Kepemimpinan lahir dari kehidupan yang takut akan Tuhan. Setiap orang percaya dipanggil untuk memimpin dalam lingkupnya masing-masing: di keluarga, di tempat kerja, dan di tengah masyarakat.

Lagu:
KJ. No. 413:1,2
“Tuhan, pimpin anak-Mu”

Doa:
Tuhan, ajarlah kami hidup seturut kehendak-Mu. Bentuklah hati kami agar mampu memimpin dengan rendah hati, integritas, dan kasih, sehingga hidup kami menyenangkan hati-Mu. Amin.

Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.

Amin.

(VIP)