Renungan hari ini: Dipanggil Untuk Melayani

Renungan hari ini: Dipanggil Untuk Melayani

mediasumatera.id – SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Menjadi murid dan pengikut Yesus adalah sebuah panggilan. Inisiatif datang dari Yesus sendiri. Yang perlu disadari setiap orang yang dipanggil bukan hanya untuk berkumpul dan tinggal bersama saja, melainkan seseorang dipanggil Yesus untuk melayani Tuhan lewat sesama, melalui peran kita masing-masing.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 4: 14 – 22a, yakni Yesus kembali ke Galilea dan Yesus ditolak di Nazaret. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus kembali ke Galilea dengan kuasa Roh Kudus. Di Nazaret, Ia masuk rumah ibadat. Lalu kepada- Nya diberikan kitab nabi Yesaya, dan setelah membukanya gulungan kitab itu, tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, Ia mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, pembebasan bagi tawanan, penglihatan bagi orang buta, dan membebaskan yang tertindas.” Dan kemudian Ia menutup dengan kalimat yang menggema: “Pada hari ini genaplah ayat ini.” Bahwa Roh yang sama yang telah mengurapi Yesus, juga telah mengurapi kita, sehingga kita menjadi murid dan pengikut Yesus. Oleh karena itu, ada beberapa pesan penting untuk kita sebagai murid dan pengikut Yesus, yakni: Pertama Panggilan untuk menjadi murid Yesus, datang dari Yesus. Artinya inisiatif panggilan bukan dari kita, melainkan dari Tuhan sendiri. Dialah yang memilih, mengurapi, dan mengutus kita. Kita tidak dipanggil hanya untuk berkumpul atau sekadar tinggal bersama, dalam keluarga, komunitas religius, melainkan kita dipanggil untuk melayani melalui peran yang telah dirancang-Nya bagi kita. Kedua Peran kita bukan sebuah kebetulan. Setiap peran yang kita jalani adalah amanah. Tuhan menempatkan kita di keluarga, komunitas, jabatan, pekerjaan saat ini, untuk sebuah misi pelayanan, dan bukan secara acak, melainkan dengan maksud Ilahi. Amanah itu kelak akan kita pertanggung jawabkan. Ketiga Rendah hati sebagai kualitas sejati. Oleh karena, peran kita saat ini adalah sebuah amanah dari Yesus, maka kita tidak perlu menyombongkan diri. Yesus berkata: “Belajarlah pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah HATI i.” Kerendahan HATI bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang menunjukkan kualitas sejati seorang pelayan. Kita melayani bukan untuk menyombongkan diri, tetapi untuk memuliakan Tuhan. Keempat Hari ini, bukan nanti. Yesus menegaskan: “Pada hari ini genaplah ayat ini.” Artinya bahwa panggilan kita itu nyata sekarang, bukan besok. Roh yang sama yang mengurapi Yesus juga dicurahkan atas kita. Urapan itu bukan untuk disimpan dalam ruang doa, ibadah, di keluarga, komunitas religius yang nyaman, melainkan untuk dibawa ke tempat kerja atau tempat pelayanan kita, atau ke jalan-jalan berdebu, ke HATI yang remuk, ke hidup yang terbelenggu.
Kelima Melayani dengan kasih. Ingat,
kita tidak dipanggil dengan pedang atau politik, melainkan dengan ROTI dan belas KASIH. Dengan telinga yang mau mendengar, tangan yang mau memegang luka, dan keberanian untuk membawa terang ke sudut-sudut gelap. Dunia tidak butuh lebih banyak komentator atau orator atau narator, tetapi pelayan-pelayan yang diurapi. Jadi, hari ini, Tuhan mencari orang-orang yang bersedia berdiri di “sinagoge” kehidupan kita sendiri, dan berkata:
“Ya Roh Tuhan, penuhilah aku. Pakailah aku. hari ini untuk melayani-Mu melalui sesamaku”

Baca Juga :  Polsek Percut Sei Tuan Amankan 21 Unit Sepeda Motor

Pertanyaan refleksi

1. Bagaimana saya menyadari bahwa peran yang saya jalani saat ini adalah amanah dari Tuhan, bukan kebetulan semata?
2. Dalam hal apa saya dapat melayani sesama dengan rendah HATI, meneladani sikap Yesus yang lemah lembut dan rendah HATI?
3. Apa langkah nyata yang bisa saya lakukan hari ini untuk membawa kabar baik dan pengharapan kepada orang di sekitar saya?
Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, terima kasih atas panggilan-Mu. Penuhi kami dengan Roh Kudus agar hari ini kami setia melayani dengan rendah HATI, membawa KASIH dan pengharapan bagi sesama. Amin.