Renungan hari ini: Meninggalkan Jala Untuk Mengikut Yesus

Renungan hari ini: Meninggalkan Jala Untuk Mengikut Yesus

mediasumatera.id – SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apa kabar Anda di hari ini? Saya berharap menjumpai Anda dalam keadaan sehat, damai dan bahagia. Pada hari ini kita memasuki masa biasa I.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 1: 14 – 30, yakni Yesus tampil di Galilea dan Yesus memanggil murid-murid yang pertama. Dalam bacaan Injil hari ini, ketika Yesus pertama kali tampil di depan umum, Ia tidak berjalan seorang diri. Hal pertama yang dilakukan-Nya adalah membentuk sebuah team work, dengan memanggil Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes. Mereka adalah nelayan yang sedang bekerja di Danau Galilea.
Tanpa banyak pertimbangan, mereka segera meninggalkan jala, perahu, bahkan ayah dan orang-orang upahan mereka, lalu mengikuti Yesus. Tindakan ini bukan sekadar meninggalkan pekerjaan, tetapi simbol meninggalkan manusia lama, zona nyaman, dan kebiasaan lama. Mereka siap untuk diubah oleh Yesus: dari penjala ikan menjadi penjala manusia.

Bagaimana dengan kita? Bagi kita, “jala” bisa berarti pekerjaan, rencana, kebiasaan, atau hal-hal yang kita anggap sebagai sumber keamanan dan kenyamanan. Yesus tidak selalu meminta kita meninggalkan semuanya secara fisik, tetapi Ia mengajak kita melepaskan genggaman atas hal-hal itu, agar HATI kita bebas mengikuti-Nya sepenuhnya. Mengapa para murid bisa langsung meninggalkan segalanya? Karena mereka melihat bahwa mengikut Yesus lebih bernilai daripada apa pun yang mereka tinggalkan. Ia menawarkan hidup yang bermakna, bukan sekadar mencari nafkah, tetapi menjadi BERKAT bagi orang lain. Hari ini, panggilan itu masih berlaku dan relevan. Yesus mungkin sedang memanggil kita untuk melepaskan “jala” kita, berupa: ego, rasa takut, atau keterikatan berlebihan pada hal duniawi. Kita diundang untuk memilih: terus memegang erat “jala” kita, atau meletakkannya, lalu mengikuti Dia yang memberi hidup sejati. Ingat, setiap pilihan mengandung konsekuensi.

Baca Juga :  ROTUA WENDEILYNA SIMARMATA SAMBUT POSITIF, SURAT PASTORAL EPHORUS HKBP HIMBAUAN TIDAK MEROKOK BAGI PELAYAN HKBP DAN KELUARGANYA

Pertanyaan refleksi

1. Apa “jala” dalam hidup saya saat ini yang membuat saya sulit bebas mengikuti Yesus sepenuhnya?
2. Mengapa sering kali lebih mudah berpegang pada zona nyaman daripada berani melangkah dalam iman?
3. Bagaimana saya dapat menjadi “penjala manusia” di lingkungan saya, membawa orang lain lebih dekat kepada Kristus?
Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk berani melepaskan “jala” yang mengikat hidup kami. Bentuklah kami menjadi murid-Mu yang siap diubah, agar hidup kami menjadi berkat bagi sesama. Amin.