Renungan hari ini: Setia Berdiri Di Kaki Salib

Renungan hari ini: Setia Berdiri Di Kaki Salib

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, apakah kita termasuk orang yang menghindari atau lari dari salib atau orang yang setia dengan salib? Kita harus belajar dari Maria ibu Yesus dan Yohanes rasul yang dikasihi Yesus yang setia berdiri di kaki salib Yesus, saat para yang lainnya lari meninggalkan Yesus. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santa Perawan Maria Berdukacita.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 19: 25 – 27, yakni Yesus disalibkan. Para saudaraku, di kaki salib, berdiri mereka yang tidak lari: Maria, ibu Yesus; Maria Magdalena; Maria isteri Klopas; dan murid yang dikasihi. Mereka tidak mampu mencabut paku atau menghentikan darah, tetapi kehadiran mereka menjadi tanda KASIH yang setia. Mereka memilih tetap ada, meski tak berdaya. Kesetiaan bukan soal mampu berbuat banyak, melainkan berani bertahan ketika segalanya terasa pahit.Yesus, dalam penderitaan-Nya, masih memikirkan ibu-Nya. Ia menyerahkan Maria kepada murid yang dikasihi, dan murid itu menerima Maria di rumahnya. Dari kaki salib lahirlah keluarga baru: persekutuan yang dibangun bukan oleh darah, melainkan oleh KASIH yang bertanggung jawab. Warisan Yesus bukan harta, melainkan panggilan untuk saling menjaga dan merawat. Manusia modern sering lari dari salib. Kita ingin sukses tanpa perjuangan, mahkota tanpa penderitaan, kebangkitan tanpa kematian. Tetapi Injil menegaskan: tidak ada kemuliaan tanpa salib. Yesus sendiri melewati salib, bukan melompati. Kesetiaan di kaki salib berarti berani tinggal dalam pernikahan yang diuji, keluarga yang retak, pekerjaan yang melelahkan, pelayanan yang tak dihargai, atau iman yang terasa sunyi. Kesetiaan itu bukan pasif. Maria dan murid yang dikasihi bukan hanya hadir, tetapi juga menerima dan merawat. Demikian pula kita: dipanggil untuk hadir bagi sesama, menopang yang lemah, mengasihi yang menderita. Salib bukan akhir, melainkan pintu menuju kemuliaan.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, jangan lari dari salib. Berdirilah setia di kakinya. Karena di sana Yesus melihat, mengasihi, dan mengangkat kita pada waktu-Nya. Ingatlah: tidak ada kemuliaan tanpa salib, tidak ada kebangkitan tanpa penderitaan, dan tidak ada KASIH sejati tanpa kesetiaan.

Pertanyaan Refleksi

1. Apakah aku berani tetap hadir dan setia dalam penderitaan, meski tidak mampu mengubah keadaan?
2. Dalam budaya yang gemar menghindari kesulitan, di manakah aku cenderung lari dari salib Kristus?
3. Bagaimana aku mewujudkan warisan KASIH yang bertanggung jawab dengan merawat dan menopang sesama di tengah pergumulan hidup?

Selamat berefleksi 🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus,
kuatkanlah kami untuk setia di kaki salib-Mu.
Ajari kami bertahan dalam penderitaan,
dan mengasihi dengan kesetiaan yang nyata.
Karena kami percaya: tidak ada kemuliaan tanpa salib. Amin.