Renungan hari ini: Ubi caritas, Ibi Deus Adest: Di Mana Ada Kasih, Di Situ Allah Hadir

Renungan hari ini: Ubi caritas, Ibi Deus Adest: Di Mana Ada Kasih, Di Situ Allah Hadir

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. Kristus Tuhan. Apakah Anda sadar bahwa Anda adalah tanda KASIH kehadiran Allah?

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 14: 21 – 26, yakni Yesus menjanjikan Penghibur. Para saudaraku, mengapa kadang kita merasa Allah jauh? Bacaan Injil hari ini, menegaskan bahwa: KASIH kepada Kristus nyata dalam ketaatan. Barangsiapa memegang dan melakukan perintah-Nya, dialah yang mengasihi. Dan KASIH itu membuka pintu bagi Allah untuk hadir dan menyatakan diri. Perintah-Nya sederhana namun mendalam, yakni: KASIH. KASIH kepada Allah dan sesama. Namun KASIH sejati hanya mungkin lahir dari kerendahan HATI, kesadaran bahwa kita lebih dahulu dikasihi dan diampuni. Dari sanalah kita dimampukan untuk mengasihi tanpa syarat, mengampuni tanpa pamrih, dan melayani dengan tulus. Paulus menegaskan: “Kamu adalah surat Kristus… ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup” (2 Kor 3:3). Hidup kita adalah surat terbuka yang dibaca dunia. Yesus pun berkata: “Kamu adalah terang dunia… biarlah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di surga” (Mat 5:14–16). Artinya, KASIH yang kita hidupi bukan sekadar kata, melainkan kesaksian nyata. Dalam setiap tindakan kecil kita: mendengar, mengampuni, berbagi, kita menjadi surat Kristus yang hidup, TERANG yang menyingkapkan hadirat Allah.

Pesan Untuk Kita:

Para saudaraku, bayangkan dunia membaca hidupmu sebagai surat Kristus. Apakah mereka menemukan KASIH yang nyata? Ingatlah, bukan kehebatanmu yang menghadirkan Allah, melainkan KETAATAN yang lahir dari kerendahan HATI. Saat engkau mengasihi dengan cara Kristus, terangmu bercahaya, dan Allah sendiri hadir di tengah dunia. Ubi caritas, ibi Deus adest:
Di mana KASIH mengalir melalui hidupmu, di situ surga menyentuh BUMI. Dan inilah buah dari KASIH itu , yakni damai, pengampunan, pengorbanan, kesaksian hidup, dan terang hidup yang menghadirkan Allah di tengah dunia.

Baca Juga :  Bekerja Adalah Sebuah Ibadah

Pertanyaan Refleksi

1. Apakah hidupku sudah menjadi “surat Kristus” yang terbaca jelas oleh sesama, ditulis bukan dengan tinta, melainkan dengan Roh Allah yang hidup?
2. Dalam tindakan KASIH sehari-hari, apakah terangku sungguh bercahaya sehingga orang lain dapat melihat perbuatan baikku dan memuliakan Bapa di surga?
3. Bagaimana aku dapat lebih rendah HATI dan TAAT, sehingga KASIH Allah tidak berhenti padaku, melainkan mengalir melalui diriku untuk menghadirkan Allah di tengah dunia?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Engkau telah lebih dahulu mengasihi kami. Jadikanlah hidup kami surat Kristus yang terbuka, ditulis dengan Roh-Mu yang hidup,
agar terang kasih-Mu bercahaya melalui setiap langkah kami.
Ajarlah kami taat dengan rendah HATI,
mengasihi tanpa syarat,
dan menghadirkan hadirat-Mu di tengah dunia. Sebab di mana ada KASIH, di situ Engkau hadir. Amin.