SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Apa kabar Anda di hari ini? Saya berharap menjumpai Anda dalam keadaan sehat damai dan bahagia. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat merayakan Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan -Nya.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 9: 26b – 36, yakni pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia serta Yesus dimuliakan di atas gunung. Dalam bacaan Injil hari ini, kita menyaksikan peristiwa agung: Yesus mengalami transfigurasi, wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi berkilau saat Ia berdoa. Ini bukan sekadar peristiwa spektakuler, melainkan penyingkapan kemuliaan Ilahi yang terjadi di tengah relasi spiritual yang intim dengan Bapa.
Beberapa Pesan Untuk Kita
Pertama Kekuatan Doa dalam Proses Transfigurasi: Yesus tidak berubah rupa karena pertunjukan, melainkan karena relasi-Nya yang mendalam atau intim serta tekun melalui doa. Maka kita pun sebagai murid-Nya diajak untuk tekun dan setia berdoa, beribadat, dan hidup dalam persekutuan EKARISTI. Di sanalah kita akan mengalami transfigurasi dan transformasi hidup, cara berpikir, bersikap, bertutur kata, dan bertindak kita akan dipulihkan, disucikan, dan diarahkan sesuai kehendak-Nya. Kedua Buah dari Relasi Spiritual: Transfigurasi bukan tujuan akhir. Ia membawa transformasi nyata: hidup yang lebih penuh kasih, lebih sabar, lebih jujur, dan lebih bijaksana. Ini buah dari relasi spiritual yang intens dan setia. _ Ketiga Desolasi: akibat relasi yang pudar: Sebaliknya, bila kita menjauh dari Tuhan dan jarang membina relasi spiritual yang intim, akrab dan mendalam, maka kita akan mengalami desolasi: kekeringan rohani atau spiritual, kehilangan arah, dan kehampaan dalam hidup. Tanpa kehadiran Tuhan, hidup kehilangan pancaran kemuliaan.
Maka mari kiranya kita senantiasa setia dan tekun berdoa, beribadat dan berekaristi, agar wajah hidup kita memancarkan terang Kristus, bagi sesama dan dunia. Semoga demikian 🙏🙏
Refleksi Puncta:
1. Apakah saya telah menjadikan doa, ibadat dan Ekaristi sebagai pusat relasi saya dengan Tuhan?
2. Di bagian mana hidup saya yang perlu ditransformasi oleh terang Kristus?
3. Apakah saya mengalami tanda-tanda desolasi, dan bagaimana saya dapat kembali membina relasi spiritual yang hidup dunia.
Selamat berefleksi🙏🙏



