Agama  

Bersyukur

Bersyukur

SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id – Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Dan apakah anda sudah memberikan senyum, sapa dan salam kepada orang di dekat anda, dan mereka yang dijumpai di hari ini, dengan ramah, sopan dan santun? Jangan lupa untuk selalu bahagia. Dan semoga harimu indah serta menyenangkan.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 11: 25 – 27, yakni tentang Ajakan Juruselamat. Pertanyaannya adalah siapakah Juruselamat itu? Dan apa isi ajakan Juruselamat itu? Juruselamat itu adalah Yesus Kristus, yang menjelma menjadi Manusia, untuk menebus dan menyelamatkan kita manusia dari kebinasaan akibat dosa. Sebagai Juruselamat, Dia mengajak kita para murid-Nya untuk selalu bersyukur kepada Allah Sang Pemberi hidup dan segala sesuatu.

Apa itu bersyukur? Bersyukur atau syukur adalah ungkapan rasa terima kasih dan pengakuan atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah atau Tuhan Yang Maha Esa. Dalam setiap agama, bersyukur atau syukur, adalah suatu bentuk ibadah dan kesadaran akan kebesaran Allah. Bersyukur atau syukur juga dianggap sebagai kunci kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup, karena dengan bersyukur seseorang dapat memperoleh kepuasan serta rasa bahagia yang mendalam atas segala nikmat yang diberikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, bersyukur dapat ditunjukkan dengan mengucapkan kata-kata terima kasih, berdoa, atau menggunakan nikmat yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Dan bersyukur atau syukur adalah juga ungkapan kerendahan hati. Bahwa hidup ini, semata-mata karena kemurahan hati Tuhan. Akhirnya, Yesus Sang Juruselamat kita, mengajak kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Bapa-Nya. Dia bersyukur karena Kerjaan Allah tersembunyi bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi dinyatakan kepada orang kecil.

Baca Juga :  Parlemen Uni Eropa Dikritik karena Menampilkan Penggambaran Vulgar tentang Yesus dan Para Rasul

Kita tahu bahwa Yesus adalah perwujudan dari Kerajaan Allah itu, dan para pemimpin atau pemuka agama, seperti ahli-ahli Taurat, dan orang-orang Farisi tidak mau menerima atau mengakui atau percaya Yesus sebagai Allah yang menjelma menjadi Manusia. Dan justeru orang-orang kecil, seperti para pemungut cukai, orang-orang berdosa, orang miskin, orang sakit, orang kusta, orang lumpuh, orang bisu dan tuli, merekalah yang mau menerima atau mengakui atau percaya kepada Yesus sebagai Allah. Dan untuk dapat menerima atau mengakui atau percaya kepada Yesus, sesungguhnya mereka suatu anugerah yang patut disyukuri, sebab tidak semua orang bisa menerima atau mengakui atau percaya kepada Yesus. Sebab, menerima atau mengakui atau percaya kepada Yesus berarti memperoleh keselamatan hidup yang kekal. Sebaliknya, tidak menerima atau tidak mengakui atau tidak percaya kepada Yesus berarti menolak keselamatan hidup yang kekal.

Jadilah, pribadi yang tahu bersyukur. Dan hanya orang yang rendah hati, dan terbuka hatinya kepada Tuhan lah yang bisa bersyukur. Dengan bersyukur kita akan bahagia. Dan sebaliknya, jangan tunggu bahagia baru bersyukur. Maka, mari kita menanggapi ajakan Juruselamat kita, yakni untuk tidak lupa bersyukur kepada Tuhan, dalam segala situasi hidup kita. Semoga demikian.