mediasumatera.id – DAMAI SEJAHTERA bagimu, para saudaraku ytk. Semoga damai sejahtera, kesehatan dan kebahagiaan menyertai para saudaraku. Pada hari ini, Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Antonius dari Padua, Imam dan Pujangga Gereja.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 5: 27 – 32, yakni Yesus dan hukum Taurat. Dalam pengajaran-Nya di atas bukit, Yesus menegaskan bahwa dosa bukan hanya tentang perbuatan jasmani (berzinah), tetapi dimulai dari dalam hati dan pikiran. Oleh karena itu, bacaan ini, mengajak kita untuk menjaga hati (niat dan keinginan), pikiran (imajinasi yang liar, tidak murni), mata (apa yang kita lihat dan fokuskan), serta tangan (tindakan yang merusak kesucian).
Yesus mengangkat standar kekudusan melampaui hukum lahiriah. Zinah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi saat hati membiarkan keinginan jahat bersarang. Kita diajak untuk radikal menguduskan hidup, bahkan jika harus memotong hal-hal yang menjadi batu sandungan. Jadi, Yesus tidak hanya menegaskan kembali larangan berzinah, tetapi Ia menyingkapkan akar terdalam dari dosa itu, yakni:pandangan yang penuh nafsu, pikiran yang dibiarkan liar, hati yang tidak dijaga, dan tindakan yang mengikuti keinginan dosa. Yesus berkata bahwa siapa pun yang memandang dengan keinginan sudah berzinah dalam hatinya. Ini menunjukkan bahwa dosa tidak dimulai dari tindakan, tetapi dari mata yang tidak dijaga, pikiran yang tidak dikendalikan, dan hati yang tidak disucikan. Bahkan, Yesus menggunakan bahasa yang sangat tegas: jika mata atau tangan menyesatkan, lebih baik dibuang daripada seluruh tubuh binasa. Jadi, Ini bukan ajakan literal untuk melukai diri, melainkan seruan radikal untuk menjaga kekudusan dengan serius. Dan
dalam kehidupan sehari-hari, kita dihadapkan pada banyak godaan, melalui media sosial, percakapan, bahkan pikiran sendiri. Maka, kita dipanggil untuk: Pertama Menjaga mata, agar tidak memandang dengan nafsu. Kedua Menjaga pikiran, agar tidak membiarkan benih dosa tumbuh. Ketiga:Menjaga hati, agar tetap murni dan terarah kepada Tuhan.
Keempat Menjaga tangan, agar tidak melakukan apa yang tidak berkenan di hadapan-Nya.
Akhirnya, mari:
1. Jagalah hatimu, dan mengisinya dengan firman Tuhan serta keinginan yang murni.
2. Kendalikan pikiran dan mata dari tontonan atau hal-hal yang memicu dosa.
3. Gunakan tangan untuk berbuat baik, bukan merusak.
Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah saya sudah menjaga keempat hal ini dalam hidupku?
2. Adakah hal yang perlu saya buang atau tinggalkan agar hidupku semakin serupa dengan Kristus?
Selamat berefleksi🙏🙏




