Renungan hari ini: Kita Adalah Domba Sekaligus Gembala

Renungan hari ini: Kita Adalah Domba Sekaligus Gembala
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Sebagai murid Yesus, kita adalah domba-Nya, tetapi juga Gembala bagi diri sendiri dan sesama.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 10: 11 – 18, yakni Gembala yang baik. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”
Pertama, kita adalah domba. Domba yang dipilih, ditebus, dan digembalakan oleh KASIH Yesus. Kita mengenal suara-Nya dan mengikuti jejak-Nya. Namun panggilan kita tidak berhenti di situ. Lalu, Kedua sebagai murid Yesus, kita juga dipanggil menjadi gembala. Gembala bagi keluarga, rekan kerja, murid, atau siapa pun yang Tuhan percayakan dalam kawanan kecil kita. Menjadi gembala berarti mengambil bagian dalam Tri tugas Kristus, yakni sebagai: imam, nabi, dan raja. Dan itu dimulai dari diri sendiri, menggembalakan HATI, PIKIRAN, dan HIDUP kita sendiri, baru kemudian bagi sesama. Tantangannya besar. Dunia mengajarkan membalas yang jahat dengan yang jahat, dan baik hanya kepada yang baik. Tetapi Yesus, Gembala yang baik, bagi orang yang baik dan orang yang jahat. Dia tetap mengasihi bahkan ketika Dia ditolak, dilawan, dan disakiti. Ia berdoa bagi yang menyalibkan-Nya. Itulah TELADAN bagi kita, bahwa: gembala yang baik, tidak pilih KASIH, yang membalas kejahatan dengan kebaikan, dan yang mengasihi tanpa syarat.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, kita bukan hanya sebagai domba yang taat, tetapi juga sebagai gembala yang baik. Murid Kristus dipanggil untuk hidup sebagai imam yang mempersembahkan diri, nabi yang bersaksi dengan kebenaran, dan raja yang memimpin dengan KASIH. Mari, kita hidup sebagai domba yang setia sekaligus gembala yang baik. Dunia membutuhkan gembala yang tidak berhenti berbuat baik, bahkan kepada domba yang paling sulit, nakal sekalipun.

Baca Juga :  Renungan hari ini: Dua Belas Nama, Satu Panggilan

Pertanyaan Refleksi

1. Bagaimana saya menggembalakan diri sendiri, PIKIRAN, HATI, dan TINDAKAN, agar tetap setia kepada Gembala Agung?
2. Dalam peran saya sebagai imam, nabi, atau raja, apakah saya sudah menjadi gembala yang mengasihi tanpa pilih KASIH, bahkan kepada mereka yang sulit dikasihi?
3. Apa langkah konkret yang bisa saya lakukan hari ini untuk membalas kejahatan dengan kebaikan dan menghadirkan KASIH Kristus di tengah keluarga, komunitas, atau pekerjaan?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Gembala yang baik, ajarilah aku untuk setia sebagai domba-Mu, mendengar suara-Mu dan mengikuti jejak-Mu. Tolonglah aku juga menjadi gembala yang baik, yang menggembalakan diri sendiri dengan KASIH dan KEBENARAN,
serta mengasihi sesama tanpa pilih KASIH. Jadikan hidupku bagian dari tugas-Mu sebagai imam, nabi, dan raja,
agar melalui teladan sederhana, aku dapat menghadirkan terang dan kebaikan-Mu di dunia. Amin.