DAMAI SEJAHTERA, mediasumatera.id – bagimu, para saudaraku ytk. Apakah para saudaraku dalam keadaan damai, sehat dan bahagia? Semoga demikian!
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 6: 1 – 6. 16 – 18, yakni hal memberi sedekah; hal berdoa dan hal berpuasa. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan prinsip penting dalam menjalani kehidupan rohani atau spiritual, yakni: segala bentuk doa ibadat, kebaktian dan ekaristi, hendaknya dilakukan dengan ketulusan, bukan untuk mendapat pujian manusia. Ketika kita bersedekah, atau beramal kasih atau berbuat baik, hendaknya kita tidak perlu mengumbarkan atau pamer. Tuhan melihat hati, bukan sekadar tindakan luar. Janganlah tangan kanan mengetahui apa yang dilakukan tangan kiri, biarkan sedekah atau amal kasih, perbuatan baik kita, menjadi persembahan yang murni kepada-Nya. Demikian pula,
ketika kita berdoa, beribadat, kebaktian dan ekaristi, bukan panjangnya kata-kata yang membuat doa itu berkenan, melainkan kerendahan hati dan ketulusan. Tuhan tidak membutuhkan pertunjukan, Dia mencari hati yang berserah. Juga ketika kita berpuasa, bukan wajah muram atau ekspresi penuh kesengsaraan yang menandakan kesungguhan kita, tetapi sikap yang tetap rendah hati dan penuh syukur. Jangan mencari perhatian, karena pahala sejati datang dari Allah, bukan dari pujian manusia. Ingatlah,
kita dipanggil untuk menyembah dalam kesunyian, memberi dengan ikhlas, dan berdoa, atau beribadah atau kebaktian dan ekaristi, tanpa kepura-puraan. Tuhan, yang melihat segala sesuatu yang tersembunyi, akan memberikan balasan yang lebih berharga daripada segala pengakuan manusia.
Akhirnya, semoga renungan ini mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik dengan hati yang tulus, tanpa mengharapkan sorotan dunia. Sebab kemuliaan sejati bukan di tangan manusia, melainkan di dalam tangan Tuhan.
Pertanyaan Refleksi
1. Saat kita memberi, apakah kita lebih senang jika orang tahu?
2. Saat kita berdoa, beribadat , kebaktian dan ekaristi, apakah kita ingin terdengar spiritual dan saleh?
3. Saat kita berpuasa, apakah kita sengaja terlihat lemas agar dikagumi?
Jadi, Jangan pamer: biarlah hanya Allah Bapak yang melihat, dan Dialah yang akan membalasmu. Amin 🙏🙏




