Hati Yesus Akan Sedih, Jika Kita Tidak Mau Bertobat

Hati Yesus Akan Sedih, Jika Kita Tidak Mau Bertobat

SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Setiap manusia siapapun kita adalah orang berdosa. Namun, jika kita tidak mau bertobat, maka Yesus akan kecewa dan sedih hati-Nya.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 10: 13 – 16, yakni Yesus mengecam beberapa kota. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengecam tiga kota, yakni Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum, karena mereka tidak mau bertobat meskipun telah menyaksikan banyak mukjizat. Kata-kata Yesus begitu tegas: “Celakalah engkau…” Sebuah ungkapan yang lahir bukan dari kebencian, melainkan dari kedukaan hati yang dalam. Yesus bukan hanya Guru yang bijak, Ia adalah Juruselamat yang penuh KASIH. Ia tahu bahwa setiap manusia adalah pendosa. Namun, Ia tidak menjauhkan diri dari kita. Justru karena kasih-Nya, Ia rela mengorbankan nyawa-Nya agar kita diselamatkan dari kebinasaan akibat dosa.
Jadi, setiap hari, Yesus membuka pintu pertobatan. Ia menunggu kita kembali. Ia menanti dengan sabar, dengan harapan bahwa kita mau berbalik dari jalan yang salah. Tetapi ketika kita menolak kesempatan itu, ketika kita mengeraskan hati, maka hati-Nya pun menjadi sedih. Seperti orang-orang di tiga kota itu, kita pun bisa menjadi sasaran kecaman-Nya jika kita terus menolak rahmat pertobatan.

Bagaimana dengan kita hari ini?
Apakah kita masih menunda pertobatan? Apakah kita menganggap remeh KASIH yang telah ditunjukkan-Nya di kayu salib? Jangan biarkan rahmat pertobatan itu berlalu tanpa makna. Jangan tunggu sampai kata “celakalah engkau” menjadi kenyataan dalam hidup kita. Gunakan setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk bertobat, memperbarui HATI, dan hidup dalam terang KASIH-Nya. Sebab, hati-Nya akan sedih, kecewa, jika kita tidak mau bertobat atau berubah dari cara hidup manusia yang lama menjadi cara hidup manusia yang baru.

Baca Juga :  Renungan hari ini: Jaga Mata, Pikiran, Hati Dan Tangan

Pertanyaan refleksi:

1. Apakah aku sungguh menyadari bahwa setiap dosa yang kuabaikan membuat hati Yesus sedih?
2. Mukjizat dan kebaikan apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidupku, namun belum kurespon dengan pertobatan yang tulus?
3. Apa langkah nyata yang bisa aku ambil hari ini untuk menjawab undangan Yesus agar bertobat dan hidup dalam kasih-Nya?
Selamat berefleksi🙏🙏