Ikatlah Pinggangmu

Ikatlah Pinggangmu

SALVE, mediasumatera.id– bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda telah mempersiapkan diri Anda dengan baik untuk kegiatan di hari ini? Jangan lupa untuk selalu bersyukur, itu tandanya Anda adalah pribadi yang rendah hati. Pada hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Martinus dari Tours, Uskup.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 17: 7 – 10, yakni tuan dan hamba. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang seorang hamba yang pulang dari ladang, namun belum diizinkan untuk makan sebelum terlebih dahulu melayani tuannya. Sang tuan berkata:
“Ikatkanlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.” Makna mendalam dari ucapan “ikatlah pinggangmu” adalah seruan untuk kita agar selalu dalam keadaan siap sedia, rendah HATI, dan taat. Dalam budaya Yahudi, mengikat pinggang adalah tanda bahwa seseorang siap bekerja atau melayani. Yesus memakai gambaran ini untuk menegaskan bahwa setiap pengikut-Nya dipanggil menjadi hamba yang setia, bukan hanya dalam tindakan, tetapi juga dalam HATI. Oleh karena itu, Yesus mengingatkan kita bahwa melayani Tuhan bukanlah alasan untuk menuntut pujian atau imbalan. Kita adalah hamba-hamba yang melakukan kewajiban kita. Iman yang sejati terwujud dalam pelayanan yang tulus, tanpa pamrih, dan penuh kerendahan hati. Kita melayani bukan karena ingin dihargai, tetapi karena kita mengasihi Dia dan sesama.

Pertanyaan Reflektif:

1. Apakah aku melayani Tuhan dengan sikap siap sedia, rendah hati dan taat?
2. Apakah aku melayani dengan tulus, atau diam-diam mengharapkan pujian dan balasan?
3. Sudahkah aku menjadikan kehendak Tuhan sebagai prioritas dalam hidupku?
Selamat berefleksi🙏🙏

Baca Juga :  Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Orang Yang Percaya

Doa Singkat:

Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengikat pinggangku setiap hari dan siap melayani-Mu dengan HATI yang rendah, tulus, dan taat. Jangan biarkan aku terjebak dalam keinginan untuk dipuji, tetapi tuntunlah aku untuk setia melakukan kehendak-Mu, karena itulah panggilan imanku. Amin.