Ketika Kita Manusia Tersesat Jalan

Ketika Kita Manusia Tersesat Jalan

SALVE, mediasumatera.id –  bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda pernah mengalami tersesat jalan? Atau juga tersesat dalam rohani, pikiran, perasaan, hati, perkataan dan tindakan. Maka, pertama-tama adalah kita harus menyadari kalau kita tersesat, lalu berusaha agar kita keluar dari kesesatan itu.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 18: 12 – 14, yakni perumpamaan tentang domba yang hilang. Dalam bacaan Injil hari ini, domba yang hilang itu adalah kita manusia yang tersesat akibat dosa yang kita lakukan. Dan setiap manusia, siapapun kita, tidak luput dari dosa. Dosa itulah yang membuat kita tersesat tidak berjalan di jalan Tuhan. Tersesat bisa berarti jauh dari-Nya secara rohani, terjerat dalam pikiran dan perasaan yang gelap, rusak dalam relasi, atau salah dalam perkataan dan tindakan. Seperti domba yang mudah panik dan tak mampu menyelamatkan diri, kita pun rapuh dan rentan. Namun, kabar pengharapan Injil adalah: kita tidak ditinggalkan. Sang Gembala yang baik meninggalkan yang sembilan puluh sembilan, untuk mencari satu yang hilang. Ia mencari sampai menemukan, bukan dengan gerutu, melainkan dengan sukacita. Kasih karunia-Nya aktif, penuh inisiatif, dan tak kenal lelah. Pertanyaannya: bagaimana dengan kita? Apakah kita hanya menunggu Tuhan menemukan kita, atau kita sendiri mau proaktif keluar dari jalan sesat kita? Sangat bijaksana jika kita memilih bertobat, berbenah, berubah, dan akhirnya berbuah dalam kebaikan, kasih, serta pengampunan. Karena setiap langkah kembali ke jalan Tuhan adalah langkah menuju sukacita-Nya. Akhirnya, jika Anda sedang merasa tersesat hari ini: jangan malu, jangan bersembunyi lebih dalam. Dengarlah langkah Sang Gembala yang sedang mencari Anda. Ia memanggil nama Anda. Menyerahlah pada pencarian-Nya. Izinkan Dia mengangkat Anda dan membawa pulang. Dan jika saat ini Anda merasa “ada di kandang”, maka milikilah hati seorang gembala. Jangan menghakimi yang tersesat. Doakan, dukung, dan bersukacitalah jika ada yang “dibawa pulang”. Ingat, Anda pun pernah menjadi “yang satu” itu.

Baca Juga :  KETIKA KEKUASAAN BERJUMPA PUISI DAN DATA

Pertanyaan refleksi:

1. Dalam aspek mana saya merasa paling “tersesat” saat ini—apakah dalam pikiran, perasaan, relasi, atau tindakan?
2. Apakah saya hanya menunggu Tuhan mencari saya, atau saya sudah berusaha proaktif keluar dari jalan yang salah?
3. Langkah nyata apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk bertobat, berbenah, dan berbuah dalam kasih serta pengampunan?
Selamat berefleksi

Doa Singkat.

Tuhan Yesus, sering kami tersesat dalam dosa dan kelemahan.
Namun Engkau selalu mencari dan mengangkat kami kembali.
Tolong kami bertobat, berbenah, dan berbuah dalam kasih-Mu. Amin.