“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”
PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai, sukacita, dan pengharapan dari-Nya menyertai langkah hidup kita hari ini. Kita percaya: kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan menyertai, menuntun, dan bekerja dalam setiap musim kehidupan kita. Bahkan ketika jalan terasa gelap, Tuhan sedang menyiapkan terang. Ketika kita lemah, Tuhan sedang menguatkan. Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi dan diingat oleh Tuhan.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
“Sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita.” (2 Tesalonika 1:4)
Ketabahan dan iman saya yakini dapat memberikan kekuatan yang baru bagi kita. Berjalan dalam sebuah pelayanan di Gereja, salah seorang warga jemaat datang menemui saya dan berkata, “Amang, bagaimana hidup kami sudah 7 (tujuh) bulan hujan tidak pernah turun di daerah ini,” bahkan air yang kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah kering. Kami tidak dapat menanam tanaman kami, sehingga kehidupan kami begitu sulit karena kami hanya bergantung pada pertanian. Akan tetapi keadaan itu tidak mematahkan semangat mereka, bahkan mereka harus mencari air dari sungai dan menyirami tanaman mereka hingga tengah malam. Kesaksian mereka, kalau di ladang jam 11 malam terasa seperti pagi karena orang mulai menyirami tanaman mereka di malam hari. Ramai dan setiap orang membawa alat penerang mereka. Dapatkah kita menggambarkan kesabaran Kristiani demikian? Tentu, petani tidak dapat memaksakan cuaca agar turun hujan, dan tidak dapat memaksakan tanaman agar tumbuh dengan sekali siram, melainkan harus merawatnya dengan baik, menjaga dan melindunginya.
Paulus dalam nas ini begitu mengagumi jemaat Tesalonika atas iman, kasih dan ketekunan mereka. Mereka bukan hanya Kristen yang sejati, melainkan juga Kristen yang bertumbuh. Mari kita aminkan bahwa “Jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari”. Setiap orang bertumbuh secara luar biasa, sebab mereka diteguhkan di dalam kebenaran Injil, dan kasih mereka semakin kuat kepada Allah dan sesama di mana nyata bahwa tidak ada perpecahan di antara mereka.
Bukan berarti mereka tidak menghadapi penganiayaan dan penindasan. Justru mereka semakin dikuatkan sebab mereka menanggungnya dengan iman melihat Allah yang tidak kelihatan dan mengarahkan padangan kepada upah. Dengan demikian, hendaknya orang yang percaya selalu berpengharapan bahwa Allah yang tidak kelihatan itu berkuasa atas kita, sehingga ketika penderitaan itu menimpa hidup kita maka kita harus menyelesaikannya bukan dengan cara mati rasa, namun sabar sebab Tuhan selalu menyertai kita.
Renungan:
Orang percaya ke arah bertumbuh secara luar biasa, sebab mereka diteguhkan di dalam kebenaran Injil, dan kasih mereka semakin kuat kepada Allah dan sesama di mana nyata bahwa tidak ada perpecahan di antara mereka.
Lagu:
KJ. No. 345
“Sertai Kami Tuhan”
BE. No. 209
“Na Sonang Au”
Doa:
Ya Tuhan kami, berikanlah kami hati yang selalu percaya kepada-Mu, di mana banyak cobaan yang mengampiri kami. Tuhan tolonglah kami. Engkau berkuasa atas kami, mari lindungi kami. Amin.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.
Amin.
(VIP)




