Renungan hari ini: Otoritas Yesus Menghidupkan Orang Mati

Renungan hari ini: Otoritas Yesus Menghidupkan Orang Mati

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Orang mati atau kematian, tidak hanya soal akhir hidup, melainkan orang mati bisa dalam arti terjerat dosa, kelumpuhan rohani atau malas doa, ibadat dan ekaristi, Kelumpuhan sosial atau tidak peduli dengan sesama di sekitar kita, kelumpuhan semangat, atau putus asa. Jika ini dibiarkan, maka bisa menjadi tabungan untuk kematian dalam arti akhir zaman.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 5: 17 – 30, yakni penyembuhan pada hari Sabat di kolam Betesda dan kesaksian Yesus tentang diri -Nya. Para saudaraku, pernahkah kita merasa HIDUP tetapi sebenarnya kita MATI? Kita berjalan, bekerja, tersenyum, namun di dalam ada kekosongan yang mencekik. Itulah kematian rohani: ketika doa, ibadat, dan ekaristi kita tinggalkan. Demikian juga dengan kematian sosial: ketika HATI beku, tak PEDULI pada sesama di sekitar kita, karena kita asyik dengan “dunia” baru kita, dunia smartphone. Juga kematian semangat: ketika kita putus asa merampas harapan. Semua ini adalah “kuburan” yang menahan kita, dan jika dibiarkan, bisa menjadi tabungan menuju akhir zaman. Namun ada kabar baiknya yakni: Yesus berkuasa membangkitkan kita orang “mati”. Ia berkata, “Sama seperti Bapa membangkitkan orang MATI dan menghidupkan mereka, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya” (Yoh 5:21). Kuasa-Nya bukan sekadar untuk jasad, melainkan untuk HATI yang BEKU, IMAN yang LUMPUH, dan semangat yang PADAM. Namun ada syaratnya, dan sederhana, tetapi mendalam, yaitu: mendengar suara-Nya dan percaya. Iman sejati bukan hanya telinga yang terbuka, tetapi HATI yang taat dan tangan yang berbuat KASIH. Dari KEBENCIAN kita beralih ke PENGAMPUNAN, dari EGOIS menjadi PEDULI, dari putus ASA menuju HARAPAN. Pertanyaannya adalah apakah kita berani bangkit dari “kuburan-kuburan” manusia lama itu, dan hidup sebagai manusia baru?

Baca Juga :  Bebas dalam Kebenaran

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, kita dipanggil untuk keluar dari “kuburan-kuburan” rohani, sosial, dan semangat. Jangan biarkan diri terkubur dalam dosa, kebencian, atau keputusasaan. Dengarkan suara Sang Gembala Hidup, dan biarkan Ia memindahkan kita dari maut ke dalam hidup yang sejati. Hidup yang dibangkitkan bukan sekadar bernapas, melainkan hidup yang memancarkan KASIH, PENGAMPUNAN, dan HARAPAN. Hari ini, suara-Nya masih bergema. sekali lagi pertanyaannya: apakah kita mau bangkit dan berjalan bersama-Nya?

Pertanyaan refleksi

1. Apakah saya sedang “mati” secara rohani, sosial, atau semangat? Misalnya malas berdoa, ibadat dan ekaristi, tidak peduli pada sesama, atau kehilangan harapan.
2. Suara Sang Gembala Hidup sudah saya dengar, tetapi apakah saya sungguh percaya dan menindaklanjutinya dalam tindakan nyata?
3. Apakah hidup saya sudah mencerminkan kebangkitan dari kuburan lama, berubah dari kebencian menjadi KASIH, dari putus asa menjadi HARAPAN, dari EGOIS menjadi PEDULI? Akhirnya, Otoritas Yesus bukan untuk menakut-nakuti. Ia tidak berdiri di hadapan kita sebagai Hakim yang siap menghukum, tetapi sebagai Gembala yang siap menghidupkan dan menyelamatkan. Hari ini, suara-Nya berbicara kepada kita dengan lembut namun tegas. Tanggapan kita akan menentukan apakah kita tetap tinggal dalam maut, atau masuk ke dalam hidup yang sejati.

Selamat berefleksi 🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Sang Gembala Hidup,
selamatkan kami dari kematian rohani,
dari kelumpuhan doa, ibadat, dan ekaristi,
dari HATI yang BEKU dan tak PEDULI, dari semangat yang layu dan putus asa. Panggil kami keluar dari kuburan dosa,
bangkitkan kami dengan suara-Mu yang penuh KASIH, agar hidup kami memancarkan iman, pengampunan, dan harapan. Bimbinglah kami untuk selalu berjalan dalam terang-Mu, hingga kelak kami layak menerima hidup yang kekal.
Amin.

Baca Juga :  PERCAYA SEPENUHNYA KEPADA TUHAN, BUKAN KEPADA PENGERTIAN SENDIRI