“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”
PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai, sukacita, dan pengharapan dari-Nya menyertai langkah hidup kita hari ini. Kita percaya: kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan menyertai, menuntun, dan bekerja dalam setiap musim kehidupan kita. Bahkan ketika jalan terasa gelap, Tuhan sedang menyiapkan terang. Ketika kita lemah, Tuhan sedang menguatkan. Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi dan diingat oleh Tuhan.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6)
Shalom, saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan. Firman Tuhan dalam Amsal 3:5–6 berkata: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Firman ini sangat sederhana, tetapi memiliki kuasa yang besar bagi kehidupan iman kita sehari-hari.
Sering kali dalam hidup, kita dihadapkan pada berbagai pilihan dan persoalan. Kita cenderung mengandalkan logika, pengalaman, dan kemampuan diri sendiri. Tidak salah memiliki pengertian dan hikmat, tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa pengertian manusia sangat terbatas. Apa yang menurut kita baik, belum tentu sejalan dengan kehendak Tuhan. Karena itu, Tuhan memanggil kita untuk percaya dengan segenap hati, bukan setengah-setengah. Percaya kepada Tuhan berarti menyerahkan kendali hidup kita sepenuhnya kepadaNya.
Ini bukan hanya soal percaya saat keadaan baik, tetapi juga saat keadaan sulit, ketika doa belum terjawab, dan ketika jalan di depan tampak tidak jelas. Iman sejati diuji justru ketika kita tidak mengerti rencana Tuhan, tetapi tetap memilih taat.
Amsal ini juga menegaskan: “Janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Bersandar berarti menjadikan sesuatu sebagai penopang utama. Banyak orang percaya kepada Tuhan, tetapi masih bersandar pada uang, jabatan, relasi, atau kekuatan diri sendiri. Ketika semua itu goyah, barulah kita sadar bahwa sandaran sejati hanyalah Tuhan. Tuhan rindu kita menjadikan Dia fondasi utama hidup kita. Selanjutnya firman Tuhan berkata: “Akuilah Dia dalam segala lakumu.” Mengakui Tuhan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui sikap hidup dan keputusan sehari-hari.
Dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan, dan bahkan dalam rencana masa depan, kita perlu melibatkan Tuhan. Berdoa sebelum mengambil keputusan adalah salah satu wujud mengakui Tuhan sebagai Tuhan atas hidup kita. Janji Tuhan sungguh luar biasa: “Maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Tuhan tidak berjanji jalan kita selalu mudah, tetapi Dia berjanji jalan kita akan lurus, artinya sesuai dengan kehendak-Nya dan membawa kita kepada tujuan yang benar. Ketika Tuhan yang meluruskan jalan, kita akan sampai pada waktu dan cara yang terbaik menurut-Nya.
Saudara-saudari, hari ini Firman Tuhan mengajak kita untuk mengevaluasi hidup kita. Apakah kita sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dengan segenap hati? Atau kita masih mengandalkan pengertian sendiri? Mari belajar menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, mengakui Dia dalam segala hal, dan berjalan dalam iman. Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk hidup dalam kepercayaan penuh kepada Tuhan, sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang memuliakan nama-Nya. Amin.
Renungan:
Tuhan memanggil kita untuk percaya dengan segenap hati, bukan setengah-setengah. Percaya kepada Tuhan berarti menyerahkan kendali hidup kita sepenuhnya kepadaNya.
Lagu:
KJ. No. 446:1,2
“Setialah”
Doa:
Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur untuk firman-Mu hari ini. Ajar kami untuk percaya kepada-Mu dengan segenap hati dan tidak bersandar pada pengertian kami sendiri.
Tolong kami untuk selalu mengakui Engkau dalam setiap langkah hidup kami, agar jalan kami Engkau luruskan sesuai dengan kehendak-Mu. Kami serahkan hidup kami sepenuhnya ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.
Amin.
(VIP)
🙏🙏



