Renungan hari ini: Pilih Hidup Atau Mati

Renungan hari ini: Pilih Hidup Atau Mati
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.idPax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Setiap kita pasti ingin mati bahagia. Artinya walaupun raga kita binasa, namun jiwa kita akan selalu hidup. Untuk itu kuncinya adalah percaya dan beriman kepada Yesus yang adalah Sang Kebangkitan dan Kehidupan. Dia adalah Pemilik Kehidupan yang kekal. Dan sebaliknya, tidak percaya dan tidak beriman kepada-Nya berarti mati untuk selamanya. Artinya raga maupun jiwa mati.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 8: 21 – 30, yakni Yesus bukan dari dunia ini. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata dengan tegas: “Aku akan pergi, dan kamu akan mencari Aku, tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke mana Aku pergi, kamu tidak dapat datang.” Itu bukan ancaman, melainkan peringatan penuh KASIH. Ia sedang membuka mata manusia bahwa ada dua jalan: _Pertama_
*Jalan menuju kehidupan kekal bersama Allah*. _Kedua_ *Jalan menuju kematian kekal dalam dosa*. Kematian fisik pasti dialami semua orang. Namun Yesus berbicara tentang kematian yang lebih mengerikan: kematian jiwa, terpisah selamanya dari Allah. Jalan keluar dari itu hanya satu: percaya kepada Yesus Kristus.
Percaya bahwa Ia adalah utusan Bapa. Percaya bahwa salib-Nya adalah penggenapan KASIH Allah. Percaya bahwa kebangkitan-Nya menjamin hidup KEKAL bagi setiap orang yang percaya. Oleh karena itu, pilihan ada di tangan kita. Menolak-Nya berarti memilih kematian kekal. Sebaliknya, Menerima-Nya berarti memilih kehidupan KEKAL. Tidak ada JALAN tengah atau JALAN pintas.

*Pesan Untuk Kita*

Kematian bukanlah kata akhir, melainkan pintu masuk untuk kehidupan berikutnya. Di balik pintu itu hanya ada dua ruang: _Pertama_ *Kehidupan kekal bagi yang percaya dan menerima*. _Kedua_ *Kematian kekal bagi yang tidak percaya dan menolak*. Kebijaksanaan sejati bukan terletak pada seberapa kuat kita bertahan hidup di dunia ini, melainkan kepada siapa kita PERCAYA sebelum dunia ini usai. Hanya satu nama yang menjadi jembatan dari kefanaan menuju kekekalan, yakni: Yesus Kristus, Sang sumber Hidup. Pilihlah KEHIDUPAN. Karena di dalam DIA, JIWA kita akan tetap HIDUP.

Baca Juga :  Berdoa Dengan Tidak Jemu-jemu

*Pertanyaan refleksi*

1. Jalan mana yang sedang saya tempuh saat ini—jalan menuju kehidupan atau jalan menuju kematian?
2. Apakah saya sungguh percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya sumber kehidupan kekal, atau masih ragu dan menutup hati?
3. Bagaimana saya dapat menunjukkan pilihan hidup itu dalam sikap, perkataan, dan tindakan sehari-hari?
*Selamat berefleksi*🙏🙏

*Doa Singkat*

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah membuka jalan kehidupan bagi kami melalui salib dan kebangkitan-Mu. Tolonglah kami untuk senantiasa memilih Engkau, percaya kepada-Mu, dan berjalan dalam terang-Mu. Jauhkan kami dari jalan kematian, dan bimbinglah jiwa kami agar tetap hidup dalam KASIH dan pengharapan KEKAL bersama-Mu. Amin.