SALVE, mediasuamtera.id – bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda selalu meluangkan waktu setiap hari untuk berdoa, beribadat dan Ekaristi? Yesus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu, seluruh hidup-Nya bernafaskan doa.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 18: 1 – 8, yakni perumpamaan tentang hakim yang tak benar. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Doa bukan sekadar rutinitas, melainkan napas kehidupan rohani. Tanpa doa, hidup terasa hampa; pekerjaan kehilangan makna; dan HATI mudah goyah. Sebaliknya, dengan doa, ibadat, dan ekaristi, hidup kita dipenuhi kekuatan, penghiburan, dan arah yang jelas. Yesus sendiri memberi teladan: seluruh hidup-Nya bernafaskan doa. Dari doa, Ia memperoleh kekuatan untuk melayani tanpa kenal lelah. Jika Sang Guru hidup dalam doa, maka sebagai murid-Nya kita pun dipanggil untuk meneladani-Nya. Bisa jadi, kita merasa doa kita belum dikabulkan. Namun Yesus menegaskan: Allah tidak pernah menunda untuk menolong anak-anak-Nya. Ia tahu apa yang terbaik bagi kita, bahkan lebih dari yang kita pikirkan. Karena itu, jangan pernah putus asa atau meninggalkan doa, atau ibadat dan ekaristi. Tidak perlu mencari-cari alasan untuk tidak berdoa, beribadat dan ekaristi. Sebab, doa, atau ibadat dan ekaristi bukan suatu kewajiban, tetapi sebuah kebutuhan yang esensial untuk kehidupan jiwa kita. Dan sekalipun doa kita belum dijawab oleh Tuhan, kita tetaplah percaya, berharap, dan bertekun, sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam situasi apa pun.
Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah saya sudah meluangkan waktu setiap hari untuk berdoa atau beribadat dan mengikuti ekaristi?
2. Apakah saya tetap setia berdoa meski belum melihat jawaban yang saya harapkan?
3. Bagaimana saya meneladani Yesus yang hidup-Nya selalu bernafaskan doa?
Doa Singkat
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk selalu berdoa tanpa jemu-jemu.
Kuatkan kami agar setia dalam doa, ibadat, dan ekaristi,
sebab di dalam Engkau hidup kami menemukan makna.
Amin.





