CARILAH TUHAN, SUPAYA KAMU HIDUP

CARILAH TUHAN, SUPAYA KAMU HIDUP

RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP

Rabu, 25 Maret 2026

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan dari Tuhan perlahan mengalir memenuhi hati kita, bahkan di saat kita merasa lelah, kosong, atau tidak baik-baik saja.

Hari-hari ini kita sedang berjalan dalam masa Pra Paskah…
sebuah perjalanan sunyi yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan.
Di tengah kesibukan, mungkin kita sering lupa, bahwa ada hati yang perlu dipulihkan, ada luka yang perlu diserahkan, dan ada hubungan dengan Tuhan yang perlu diperdalam kembali.

Pra Paskah bukan hanya tentang menunggu hari kemenangan…
tetapi tentang berani melihat ke dalam diri.
Apakah hati kita masih sungguh mengasihi Tuhan?
Atau justru mulai dingin karena kecewa, lelah, dan beban hidup?
Apakah iman kita masih menyala… atau hanya tersisa sebagai kebiasaan tanpa rasa?
Sering kali kita tersenyum di luar, tetapi di dalam hati kita sedang rapuh.
Kita terlihat kuat di depan orang lain, tetapi diam-diam kita sedang berjuang sendirian.
Namun hari ini Tuhan mengingatkan kita…
bahwa kita tidak pernah sendiri.

KasihNya tidak berubah, bahkan ketika kita menjauh.
PelukanNya tetap terbuka, bahkan ketika kita merasa tidak layak.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini?
Apapun keadaanmu, baik sedang bersukacita, berduka, atau sedang berjuang dalam diam, Tuhan melihat setiap air mata yang mungkin tidak pernah dilihat orang lain.
Dia mengerti setiap pergumulan yang tidak sempat terucap.

Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
Kiranya melalui masa Pra Paskah ini, kita tidak hanya berjalan… tetapi benar-benar kembali.
Kembali kepada Tuhan dengan hati yang hancur namun rindu dipulihkan.
Kembali dengan iman yang mungkin kecil, tetapi ingin kembali menyala.

Baca Juga :  Anggur Baru Dalam Kantong Yang Baru*

“Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.” (Zefanya 2:3)

Nas ini adalah sebuah panggilan bagi setiap orang untuk mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Di tengah dunia yang penuh dengan kejahatan, kita diingatkan untuk hidup dalam ketaatan, keadilan dan kerendahan hati. Tuhan ingin kita mencari-Nya bukan hanya ketika dalam kesulitan, tetapi dalam setiap aspek kehidupan. Kerendahan hati membuka pintu bagi kasih karuniaNya dan keadilan menunjukkan bahwa kita hidup sesuai dengan kehendakNya. Ketika kita hidup demikian, kita akan menemukan perlindungan dan pengharapan di dalam Tuhan, bahkan di masa sulit sekalipun.

Seruan untuk bertobat yang disampaikan oleh nabi Zefanya terhadap umat Tuhan tidak hanya sebatas untuk bangsa Yehuda saja, melainkan seruan yang disampaikan untuk umat manusia pada zaman ini. Seruan merupakan panggilan, anjuran, ajakan dan peringatan. Seruan dalam bahasa Ibrani berasal dari kata “Qara”. Bertobat merupakan menyesal dan berniat hendak memperbaiki hidupnya, mengaku salah, kembali kepada Tuhan.

Nas Zefanya 2:3 ini berisi seruan untuk bertobat dan mencari perlindungan dari hukuman Allah pada hari penghakiman-Nya yang akan datang. Pasal ini mengajarkan bahwa hanya mereka yang merendahkan diri, mencari kebenaran dan berlindung di dalam Tuhan yang akan selamat dari hukuman-Nya.

Mencari Tuhan adalah usaha untuk mengalami Tuhan dan berjalan bersama-Nya setiap waktu. Artinya adalah kita berusaha mengerti apa yang Tuhan kehendaki dan melakukannya dalam hidup. Seruan nabi Zefanya bagi umat Israel dan bagi kita saat ini menyampaikan hukuman Allah atas bangsa Yehuda adalah pasti karena telah melakukan kejahatan dan menyembah berhala. Umat hanya akan terhindar dari penghukuman dengan hidup mencari Tuhan dan melakukan hukum-Nya, mencari keadilan dan hidup dalam kerendahan hati. Mencari Tuhan berarti berbalik kepada Tuhan dan bertobat.

Baca Juga :  Menjadi Pewarta Kebangkitan Yesus

Marilah kita bercermin dari panggilan pertobatan yang disuarakan oleh nabi Zefanya. Apakah kita sudah benar-benar mencari Tuhan dengan hati yang tulus? Mari kita terus hidup dalam ketaatan dan kerendahan hati, karena hanya dalam Dia ada perlindungan sejati. Tujuan utama kita mencari Tuhan adalah semakin mengenal serta melakukan kehendak-Nya.

Melalui renungan ini, kita diajak untuk mencari Allah dengan hati yang terarah kepada-Nya dengan kerinduan mendalam untuk mengenal dan mengasihi Dia sebagai Tuhan dan pelindung kita. Mencari Tuhan berarti mengganggap Tuhan lebih tinggi dan menempatkan diri kita dalam posisi lebih rendah, serta dengan rendah hati mencari kebenaran itu sesuai dengan Firman Tuhan Allah sebagai satu-satunya jalan hidup kita.

Dalam ketidakberdayaan kita, kebutuhan kita untuk tunduk dan taat kepada Allah serta semakin menyadari bahwa kita sebagai manusia bila hidup diluar Tuhan, maka yang kita peroleh ialah kebinasaan. Sebaliknya bila kita hidup di dalam Tuhan, maka kehidupan kita akan selalu terhubung dengan Tuhan dan selalu hidup mencari setiap perkenanan-Nya. Carilah Tuhan supaya kamu hidup, ini adalah seruan nabi Zefanya bagi umat-Nya dan kita saat ini. Amin.

Renungan:
Mencari Allah dalam kebenaran dengan hati yang terarah kepada Tuhan sebagai jalan kehidupan yang benar.

Lagu:
KJ No. 247:1-2
“Sungguh Kerajaan Allah”

Doa:
Tuhan yang Mahakasih, ajarlah kami untuk senantiasa taat melakukan ajaran-Mu dan mencari kebenaran-Mu dalam kerendahan hati dalam kehidupan kami sehari-hari agar kami tidak binasa. Amin.

Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.

Amin.

(VIP)