Mengungkap Kebenaran Kebangkitan yang Mengguncang Hati Jemaat

Mengungkap Kebenaran Kebangkitan yang Mengguncang Hati Jemaat

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Fajar Paskah menyingsing dengan nuansa yang berbeda di tengah jemaat GKPI JK Immanuel yang dilaksanakan pada hari Minggu, 05 April 2026 pukul 05.30 WIB di Gereja GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar.. Bukan hanya sekadar ibadah rutin, tetapi sebuah perjumpaan iman yang menyentuh hati, ketika kabar kebangkitan Kristus kembali menggema dan menghidupkan pengharapan.

Mengungkap Kebenaran Kebangkitan yang Mengguncang Hati Jemaat

Ibadah semakin khidmat dengan pelayanan liturgi oleh Amang Pnt. A Sinaga, doa syafaat yang dibawakan oleh Inang Pnt. N br Panggabean, serta turut hadir Inang Pnt. N br Marbun yang bertugas dalam pelayanan bacaan Firman Tuhan.

Mengungkap Kebenaran Kebangkitan yang Mengguncang Hati Jemaat

Mengungkap Kebenaran Kebangkitan yang Mengguncang Hati Jemaat

Firman Tuhan yang disampaikan oleh amang Pdt.Tubiran M.T. Simamora, M.Th membawa jemaat masuk dalam perenungan mendalam tentang makna kebangkitan. Mengangkat Lukas 24:1–12, beliau mengingatkan bahwa perempuan-perempuan yang datang ke kubur tidak menemukan tubuh Yesus, melainkan pesan ilahi yang mengguncang:
“Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit!”

Sejenak suasana terasa hening. Kata-kata itu bukan sekadar dibacakan, tetapi seolah berbicara langsung ke dalam hati setiap jemaat yang hadir.

Bukan Sekadar Cerita, Tapi Kebenaran yang Hidup
Dalam khotbahnya, amang Pdt.Tubiran M.T. Simamora, M.Th menegaskan bahwa kebangkitan Kristus bukanlah dongeng atau sekadar tradisi keagamaan. Ini adalah peristiwa nyata yang tercatat dalam sejarah.

Ia menyebut nama-nama besar seperti:
– Flavius Josephus
– Tacitus
Yang bahkan bukan pengikut Kristus, tetapi tetap menuliskan tentang Yesus yang disalibkan dan diberitakan bangkit.

Pesan itu terasa kuat: “Iman kita bukan dibangun di atas cerita, tetapi di atas kebenaran.”

Mengungkap Kebenaran Kebangkitan yang Mengguncang Hati Jemaat

Saat Logika Tak Mampu Membantah Kebangkitan
Dengan gaya penyampaian yang sederhana namun tajam, beliau mengajak jemaat berpikir:

Baca Juga :  Renungan hari ini: Aku Tidak Akan Selalu Ada Pada Kamu

Bagaimana mungkin batu besar yang menutup kubur dapat terguling?
Bagaimana mungkin perempuan-perempuan yang datang dalam duka mampu melakukannya tanpa diketahui penjaga?

Pertanyaan-pertanyaan itu menggantung, lalu perlahan dijawab dalam hati setiap orang yang hadir.
Kubur itu kosong, karena Kristus benar-benar bangkit.

Hari Ketiga: Dari Ketidakmungkinan Lahir Kehidupan
Renungan semakin dalam ketika dijelaskan makna kebangkitan pada hari ketiga. Dalam pemahaman manusia, itu adalah titik akhir—saat kematian menjadi pasti.

Namun justru di sanalah kuasa Tuhan dinyatakan.
– Dari yang mustahil, lahir kehidupan
– Dari kematian, muncul pengharapan
Pesan ini seolah menjawab pergumulan banyak jemaat yang datang dengan beban hidup masing-masing.

Iman yang Tidak Boleh Berhenti di Perayaan
Dengan nada yang lebih lembut namun penuh penegasan, Pdt. Tubiran mengingatkan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan tahunan.
“Mengingat kebangkitan Kristus harus mengubah hidup kita,” ungkapnya.
Bukan hanya tahu, tetapi:
* hidup dalam cara yang baru
* memiliki hati yang diperbarui
* berjalan dalam iman yang nyata
Karena jika tidak, maka kebangkitan itu hanya berhenti sebagai cerita—bukan pengalaman.
Sukacita yang Nyata dalam Kebersamaan Jemaat
Usai ibadah subuh, suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh keceriaan. Jemaat GKPI JK Immanuel bersama-sama mengikuti pencarian telur Paskah yang telah dipersiapkan.
Tawa anak-anak, semangat orang dewasa, dan kebersamaan yang terjalin menghadirkan kehangatan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Kegiatan itu kemudian dilanjutkan dengan makan bersama:
* telur ayam sebagai simbol kehidupan
* bubur kacang hijau yang hangat
* ditemani kopi dan teh manis yang menghangatkan tubuh
Namun lebih dari sekadar makanan, yang terasa adalah:
– kehangatan hati
– kebersamaan yang tulus
– sukacita yang lahir dari iman
Wajah-wajah jemaat memancarkan kebahagiaan. Bukan hanya karena acara, tetapi karena mereka merasakan sesuatu yang lebih dalam, kehadiran Tuhan di tengah persekutuan.
Dari Kubur yang Kosong, Lahir Hidup yang Baru
Perayaan Paskah di GKPI JK Immanuel bukan hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga pesan yang mengakar dalam hati:
– Jangan lagi mencari yang hidup di antara yang mati
– Jangan biarkan iman hanya menjadi rutinitas
– Hiduplah dalam kuasa kebangkitan
Karena sesungguhnya, Paskah bukan hanya tentang apa yang terjadi di masa lalu…

Baca Juga :  *Yesus Tahu Maksud Baik & Jahat*

Usai Ibadah Subuh Paskah, sukacita jemaat GKPI JK Immanuel semakin terasa dalam kebersamaan yang hangat dan penuh makna. Para jemaat dengan antusias mengikuti kegiatan pencarian telur Paskah yang telah dipersiapkan, menghadirkan keceriaan di tengah perayaan kebangkitan Kristus.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan makan bersama, menikmati telur ayam dan bubur kacang hijau yang telah disediakan. Suasana semakin hangat dengan sajian minuman kopi dan teh manis, yang menemani kebersamaan jemaat dalam penuh rasa syukur.
Kebahagiaan, dan rasa kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan makna Paskah yang sesungguhnya, bukan hanya perayaan, tetapi juga persekutuan dan kasih yang hidup di tengah jemaat.
Tetapi tentang bagaimana Kristus yang bangkit itu hidup hari ini, di dalam hati setiap orang yang percaya.
Kristus telah bangkit! Ia sungguh telah bangkit!
Dan biarlah kebangkitan-Nya nyata dalam hidup kita semua.
Amin.
(VIP)