Renungan hari ini: Aku Tidak Akan Selalu Ada Pada Kamu

Renungan hari ini: Aku Tidak Akan Selalu Ada Pada Kamu
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda mau Yesus selalu akan ada pada Anda? Syaratnya hati Anda selalu dekat dengan-Nya dan jangan pernah mengkhianati -Nya dengan meninggalkan-Nya seperti Yudas yang “menjual”, Yesus demi harta.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 12: 1 – 11, yakni Yesus diurapi di Betania. Dalam bacaan Injil hari ini, di Betania, Maria melakukan sesuatu yang dianggap tak masuk akal: ia memecahkan buli-buli minyak narwastu yang sangat mahal dan mencurahkannya ke kaki Yesus. Bagi dunia, tindakannya boros. Bagi Maria, itu adalah persembahan cinta, karena ia tahu momen bersama Yesus takkan terulang. Yudas memprotes dengan alasan rohani: “Mengapa tidak dijual untuk orang miskin?” Namun hatinya kosong. Ia hanya peduli pada kantong uang. Rohani di bibir, tetapi hampa di HATI. Maria diam. Ia tidak membela diri. Karena cinta sejati tidak perlu penjelasan. Yesus sendiri yang membela: “Biarkanlah dia. Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” Pesan ini tajam: ada kehadiran yang bisa hilang jika kita sibuk menghitung, mengkritik, atau berpura-pura rohani. Kita bisa duduk dekat Yesus, tetapi HATI tetap jauh. Maria memilih memberi yang terbaik. Yudas memilih menghitung. Maria memanfaatkan kesempatan. Yudas melewatkannya.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku,
Belajarlah dari Maria: hadirkan cinta yang nyata, bukan sekadar kata. Jangan seperti Yudas: terlihat rohani, tetapi kehilangan Yesus yang ada di depan mata. Yesus ingin selalu ada pada kita, dalam doa, ibadat, dan dalam Ekaristi, dalam KASIH yang kita hidupi. Tetapi Ia hanya tinggal di HATI yang terbuka, bukan di HATI yang sibuk menghitung untung rugi. Mari kita bertanya dalam diri:
Pertama Apakah aku memberi yang terbaik bagi Yesus di hari ini?
Kedua Ataukah aku masih menunda, sibuk dengan alasan, dan akhirnya kehilangan Dia? Saudaraku, jangan tunggu nanti. Hadirkan Yesus sekarang, di meja hidup kita. Karena cinta yang tulus akan membuat-Nya selalu mau tinggal bersama kita.

Baca Juga :  Judul renungan hari ini: Menjadi Pelita Kristus

Pertanyaan refleksi

1. Apakah aku lebih sering menghitung untung-rugi dalam mengikut Yesus, ataukah aku berani memberi yang terbaik seperti Maria?
2. Apakah hatiku sungguh dekat dengan Yesus, atau hanya tampak rohani di luar seperti Yudas?
3. Bagaimana aku bisa menjaga agar Yesus selalu mau tinggal dalam hidupku, melalui DOA, KASIH, dan KETULUSAN setiap hari?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus,
ajarilah aku HATI yang tulus seperti Maria,
yang memberi tanpa menghitung,
yang mencintai tanpa menunda. Jauhkanlah aku dari sikap Yudas,
yang tampak rohani namun hatinya kosong.
Tinggallah selalu dalam hidupku, agar setiap langkahku menjadi persembahan KASIH bagi-Mu. Amin.