Renungan hari ini: Roti Hidup Untuk Kehidupan Yang Kekal

Renungan hari ini: Roti Hidup Untuk Kehidupan Yang Kekal
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup. Namun, Yesus sebagai Roti Hidup tidak sama dengan roti yang kita beli di toko, kios, atau di pasar. Yesus bukan sembarang Roti. Dia adalah Roti rohani untuk Kehidupan yang kekal, namun syaratnya harus percaya kepada-Nya.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 6: 30 – 35, yakni Roti hidup. Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan orang banyak mencari Yesus bukan karena tanda, melainkan karena perut mereka kenyang. Mereka menuntut roti dari langit seperti manna di padang gurun. Namun Yesus menegaskan: bukan sekadar memberi roti, melainkan Dialah Roti Hidup itu sendiri. Barangsiapa datang kepada-Nya tidak akan lapar, dan barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan haus lagi.
Yesus mengungkapkan bahwa kebutuhan terdalam manusia bukan sekadar jasmani, melainkan kerinduan akan makna, pengampunan, dan hidup KEKAL. Manna hanya bertahan sehari, tetapi Roti Sejati memberi kehidupan yang tidak berakhir. Hidup kekal dimulai saat kita percaya, dan terus berlanjut melampaui kematian.

Bagaimana dengan kita!

Sebagai murid Yesus, kita tidak berhenti pada menerima Roti Hidup. Tetapi, kita dipanggil untuk menjadi roti yang dibagi-bagikan juga. Seperti Sang Guru yang rela diambil, diberkati, dipecahkan, dan diberikan bagi dunia, demikian juga kita dipanggil untuk melayani dengan sepenuh hati, seluruh pikiran dan segenap tenaga, melalui tugas yang dipercayakan kepada kita, sebagai Guru: mengajar dengan ketulusan, sebagai pegawai) karyawan, kita bekerja dengan kejujuran, sebagai orang tua, kita mengasuh dengan KASIH, atau berkarya dengan kesetiaan atau sebagai mahasiswa atau murid harus belajar dengan tekun. Dan setiap senyuman, ketekunan, dan integritas adalah roti yang kita bagikan, juga sebagai kesaksian nyata bahwa Roti Sejati telah mengubah hidup kita.

Baca Juga :  Renungan hari ini: Berdamailah Sebelum Terlambat

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, “menjadi murid Yesus berarti rela dibagi-bagikan. Justru ketika kita dipecahkan dan diberikan, kita paling serupa dengan Sang Guru. Di situlah kita mengalami bahwa hidup kekal bukan sekadar panjangnya waktu, melainkan kedalaman KASIH yang terus mengalir melalui kita bagi dunia.”

Pertanyaan refleksi

1. Apakah saya sungguh mencari Yesus sebagai Roti Hidup, atau masih lebih sibuk mengejar “roti” yang fana dan sementara?
2. Bagaimana saya dapat membiarkan hidup saya dipecahkan dan dibagikan, sehingga orang lain merasakan KASIH Kristus melalui sikap, pekerjaan, dan pelayanan saya?
3. Dalam tugas dan peran saya sehari-hari, di mana saya bisa menjadi roti yang memberi pengharapan dan kehidupan bagi sesama?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus,
Engkaulah Roti Hidup yang memberi kehidupan kekal. Ajarlah aku untuk datang dan percaya kepada-Mu dengan HATI yang lapar akan kebenaran. Jadikan aku murid-Mu yang rela diambil, diberkati, dipecahkan, dan dibagikan bagi sesama melalui tugas dan pelayanan yang Engkau percayakan. Biarlah hidupku menjadi kesaksian nyata bahwa KASIH-Mu tidak pernah habis meski terus dibagikan. Amin.