RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP
Senin, 23 Maret 2026
PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan dari Tuhan perlahan mengalir memenuhi hati kita, bahkan di saat kita merasa lelah, kosong, atau tidak baik-baik saja.
Hari-hari ini kita sedang berjalan dalam masa Pra Paskah…
sebuah perjalanan sunyi yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan.
Di tengah kesibukan, mungkin kita sering lupa, bahwa ada hati yang perlu dipulihkan, ada luka yang perlu diserahkan, dan ada hubungan dengan Tuhan yang perlu diperdalam kembali.
Pra Paskah bukan hanya tentang menunggu hari kemenangan…
tetapi tentang berani melihat ke dalam diri.
Apakah hati kita masih sungguh mengasihi Tuhan?
Atau justru mulai dingin karena kecewa, lelah, dan beban hidup?
Apakah iman kita masih menyala… atau hanya tersisa sebagai kebiasaan tanpa rasa?
Sering kali kita tersenyum di luar, tetapi di dalam hati kita sedang rapuh.
Kita terlihat kuat di depan orang lain, tetapi diam-diam kita sedang berjuang sendirian.
Namun hari ini Tuhan mengingatkan kita…
bahwa kita tidak pernah sendiri.
KasihNya tidak berubah, bahkan ketika kita menjauh.
PelukanNya tetap terbuka, bahkan ketika kita merasa tidak layak.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini?
Apapun keadaanmu, baik sedang bersukacita, berduka, atau sedang berjuang dalam diam, Tuhan melihat setiap air mata yang mungkin tidak pernah dilihat orang lain.
Dia mengerti setiap pergumulan yang tidak sempat terucap.
Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
Kiranya melalui masa Pra Paskah ini, kita tidak hanya berjalan… tetapi benar-benar kembali.
Kembali kepada Tuhan dengan hati yang hancur namun rindu dipulihkan.
Kembali dengan iman yang mungkin kecil, tetapi ingin kembali menyala.
_”Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan.”_ (Habakuk 1:5)
Corrie ten Boom, seorang wanita Kristen asal Belanda yang selamat dari kamp konsentrasi Nazi.
Suatu kali, ia menunjukkan selembar kain sulaman kepada penontonnya. Dari sisi bawah, sulaman itu tampak berantakan. Benang-benang saling silang tidak beraturan, ada simpul-simpul yang kasar, dan warnanya terlihat semrawut tanpa pola yang jelas. Corrie akan bertanya, “Apakah kalian melihat keindahan di sini? Ini tampak seperti kesalahan, bukan?” Banyak orang mengangguk. Bagi mereka, kain itu adalah gambaran hidup yang penuh penderitaan, ketidakadilan, dan doa-doa yang seolah tidak dijawab, persis seperti keluhan nabi Habakuk.
Namun, kemudian Corrie membalik kain tersebut ke sisi atas. Tiba-tiba, semua orang tercengang. Benang yang tadinya semrawut ternyata membentuk pola mahkota yang sangat indah dengan detail yang sempurna. Corrie kemudian berkata dengan lembut: “Tuhan sedang menyulam hidup kita. Saat ini kita hanya bisa melihat sisi bawahnya yang berantakan. Kita sering protes karena merasa Tuhan diam atau membiarkan kekacauan terjadi. Tapi ingatlah, Tuhan sedang melihat dari sisi atas. Dia sedang mengerjakan sesuatu yang sangat indah, yang jika diceritakan sekarang pun, mungkin kita tidak akan percaya.”
Kisah ini membawa kita pada inti pesan Habakuk: Keterbatasan sudut pandang kita bukan berarti ketiadaan rencana Tuhan. Habakuk melihat “sisi bawah” sejarah yang penuh kekerasan, tetapi Tuhan memintanya untuk “tercengang-cengang” karena dari “sisi atas”, Tuhan sedang menenun keadilan dan keselamatan dengan cara yang melampaui logika manusia.
*Renungan:*
Berhenti fokus pada masalah. Mulai cari jejak penyertaan Tuhan. Jadilah heran, miliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa cara Tuhan jauh lebih besar dari pikiran kita.
*Lagu:*
KJ. No. 378:1,2
“Yang Diperbuat Allahku”
*Doa:*
Bapa yang bertahta di surga, saat ini aku hanya bisa melihat benang-benang yang kusut dan berantakan dalam hidupku. Terima kasih untuk pengingat dari Habakuk bahwa Engkau sedang bekerja di balik layar dengan cara yang mengherankan. Aku melepaskan kekuatiranku dan memilih untuk percaya pada tangan Sang Penyulam Agung. Biarlah hatiku tenang karena aku tahu Engkau sedang merenda kebaikan bagi masa depanku. Amin.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.
Amin.
(VIP)




