PALEMBANG, mediasumatera.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palembang secara resmi meluncurkan Saka POM, sebuah wadah baru bagi pramuka penegak dan pandega se-Sumatera Selatan. Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Kepala Balai Besar POM di Palembang, Yani Ardiyanti, S.F., Apt., M.Sc., pada (28/8/2025) .
Dalam sambutannya, Yani Ardiyanti menyampaikan pentingnya peran pramuka sebagai mitra strategis dalam pengawasan obat dan makanan. “Pramuka memiliki jaringan yang kuat dan semangat pengabdian yang tinggi. Melalui Saka POM, kami ingin mereka menjadi perpanjangan tangan BPOM dalam menyebarkan informasi dan mengawasi produk berisiko di tengah masyarakat,” ujarnya.

Mengenal Tiga Krida Utama Saka POM
Kegiatan ini memperkenalkan tiga Krida (bidang kegiatan) utama yang akan menjadi fokus anggota Saka POM, yaitu:
• Krida Informasi Obat dan Makanan: Mempelajari cara edukasi dan penyebaran informasi yang benar kepada masyarakat.
• Krida Pemantauan Obat dan Makanan: Mengajarkan cara melakukan pengawasan sederhana di lingkungan sekitar.
• Krida Pengujian Sederhana: Membekali anggota dengan teknik dasar untuk mendeteksi bahan berbahaya pada pangan.
Peserta diajak memahami konsep CEK KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluwarsa) sebagai panduan praktis memilih produk yang aman. Mereka juga diperkenalkan dengan aplikasi Cek BPOM serta cara-cara sederhana untuk menguji kandungan bahan berbahaya seperti boraks dan formalin dalam makanan.
Dukungan Penuh dari Kwarda Sumsel
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Kwarda (Kwartir Daerah) Sumatera Selatan, Bapak Deby Farisa, S.Pd. Beliau menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. “Kami berharap Saka POM dapat menjadi salah satu wadah bagi anggota pramuka untuk mengembangkan diri, mengasah kepekaan sosial, dan berkontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat,” kata Deby Farisa.

Dengan terbentuknya Saka POM, diharapkan para anggota pramuka dapat menjadi agen perubahan yang proaktif. Aquina Leonora, salah satu inisiatordari BPOM Palembang kegiatan ini, menambahkan bahwa pelibatan berbagai sektor seperti pramuka akan membuat pengawasan obat dan makanan menjadi lebih efektif dan jangkauannya semakin luas. Kehadiran Saka POM diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta melindungi mereka dari bahaya obat dan makanan berisiko.(daris)








