Media Sumatera, Online. Bogor – Rencana kunjungan kerja anggota DPR RI ke PT Antam UPBE Pongkor yang berlokasi Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor bakal diadang aksi demo.
Rencana aksi demo ini diketahui setelah beredar Voice Note di media sosial soal ajakan aksi demo yang bakal digelar pada Jumat (11/2/2022) besok.
Kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ini menindaklanjuti soal dugaan pencemaran Sungai Cikaniki yang membuat ribuan ikan di sungai tersebut mati secara tiba-tiba.
Diduga, matinya ribuan ikan di Sungai Cikaniki ini akibat pencemaran limbah sianida pengolahan emas.
Komisi VII DPR RI pun akan melakukan kunjungan kerja spesifik ke UPBE Pongkor untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan limbah sianida di sungai Cikaniki yang menyebabkan ribuan ikan mati.
Dalam voice note tersebut, terdengar seruan ajakan aksi demo yang dimulai dari jam 6 pagi.
“Seluruh karyawan mauapun rekan ataupun teman yang mau ikut kita demo besok, mau kedatangan Adian ditunggu kawaci nunggul. Kita tutup jalan, dikarenakan Dian (Adian) ada rencana ke Ciguha menyakitkan banyak orang, besok jam 6 pagi sudah harus kumpul di kawaci nunggul,” ujar Voice Note bersuara pria yang beredar di medsos tersebut.
Seperti diketahui, Adian Napitupulu merupakan anggota Komisi VII DPR RI yang berasal dari Dapil Kabupaten Bogor.
Ia bersama rombongan rencananya akan mengunjungi PT Antam untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan pencemaran limbah di Sungai Cikaniki.
Sementara itu, menanggapi adanya rencana aksi untuk mengadang anggota DPR RI ke PT Antam direspon Adian Napitupulu.
Adian Napitupulu menjelaskan, bahwa kunjungan kerja spesifik yang akan dilakukan pada Kamis besok ini dimaksudkan untuk memeriksa PT. Antam yg notabene adalah BUMN dalam rangka pengawasan.
“Lho kita kan mau kunker spesifik dalam konteks pengawasan Antam UPBE Pongkor, terkait limbah sianida,” jelasnya.
Ia justru heran ketika ada rencana demonstrasi terkait hal tersebut, dan mempertanyakan motif dan penggerak aksi demonstrasi itu.
“Kalau yang mau kita “periksa” Antam, lalu yang mau demo siapa? Orang orang Antam yang mau Demo? Disuruh siapa, siapa petinggi Antam yang menyuruh? Kalau benar, saya heran kok bisa BUMN kerahkan orang untuk Demo DPR RI? Kalau besok benar ada Demo ya lucu saja” tandas Adian.
Ribuan Ikan Mati
Ribuan ikan di aliran air sungai Cikaniki, Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mendadak mati pada Rabu (2/2/2022) pagi.
Kepala Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jani Nurjaman menceritakan, pihaknya menerima kabar tersebut dari laporan warga.
“Iya benar. Adanya laporan dari warga. Ikan-ikan yang berada di sungai tersebut mati,” ujarnya
Dia melanjutkan, para warga yang melapor tersebut melaporkan kejadian pada pagi hari.
Menurut Jani, pengakuan warga merasa kebingungan atas hal yang terjadi di aliran Sungai Cikaniki.
“Pas pagi tidak bisa digunakan karena keruh. Karena biasanya warga mencuci, mandi disitu,” tambahnya.
Sementara itu, disinggung soal penyebab, Jani melanjutkan, belum bisa memberikan kepastian penyebab dari hal tersebut.
“Belum bisa memastikan penyebabnya apa untuk saat ini. Kita lagi mencari informasi. Kita sudah melapor ke Muspika Kecamatan Nanggung melalui grup Whatsapp dan pihak Polsek Nanggung. Alhamdulilah langsung direspon dan sedang dilakukan penelusuran,” imbuhnya.
Polisi dan DLH Turun Tangan
Aliran Sungai Cikaniki di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dikabarkan memiliki kandungan sianida.
Kandungan sianida itu disebut menjadi penyebab ikan-ikan di aliran sungai mati seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Cholid Mawardi mengaku belum bisa memastikan kabar tersebut.
“Justru kami sedang menunggu hasil lab dari KLHK , kami belum nerima (laporan hasil lab),” kata Cholid Mawardi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (8/2/2022).
Dia mengatakan bahwa tim gabungan sebelumnya mengambil sampel air dari beberapa titik sungai tersebut untuk diuji di laboratorium oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Namun sementara ini, kata dia, pihaknya juga belum mengetahui apakah uji laboratorium sampel air Sungai Cikaniki sudah selesai atau belum.
“Jadi saya belum bisa informasikan apa-apa, karena nunggu dari KLHK, soalnya yang uji lab kemarin itu terpusat di KLHK,” ungkapnya.
Polisi pun turun melakukan penyelidikan pasca menerima informasi tersebut.
Kapolsek Nanggung AKP Achmad Budi Santoso membenarkan bahwa dari hasil pengecekan di lokasi, air Sungai Cikaniki ini dalam keadaan keruh dan ikan-ikannya dalam keadaan mati.
“Diduga kematian ikan-ikan tersebut diakibatkan adanya warga yang mengambil ikan menggunakan bahan kimia,” kata AKP Achmad Budi Santoso dalam keterangannya, Rabu (2/2/2022) malam.
Untuk memastikan hal tersebut, sampel air dari sungai tersebut diambil dan diperiksa di laboratorium.
“Kami bersama PT. Antam UPBE Pongkor pun telah mengambil sampel air dari beberapa aliran sungai untuk dilakukan uji lab, yang mana hingga saat ini hasilnya masih belum keluar,” ungkapnya.







